.
Belajar dari Para Penulis Produktif
Oleh : Cahyadi Takariawan
“Trollope’s 15-minute writing block was a well-designed progress meter that allowed Trollope to “get to finished” faster while still working on a big task. He received the long-term value of working on the most important things and the immediate payoff of finishing each little time block quickly” –James Clear, 2021.
.
Anthony Trollope adalah seorang novelis produktif. Ia dikenal memiliki kemampuan menulis dengan kecepatan yang luar biasa. Novel pertamanya terbit pada tahun 1847. Pada kurun masa 38 tahun berikutnya, ia menerbitkan 47 novel, 18 karya nonfiksi, 12 cerita pendek, 2 drama, dan berbagai artikel.
Pada beberapa postingan sebelumnya, sudah kita bahas tips produktif dari Anthony Trollope. Kali ini saya tambahkan lagi tips produktif menulis dan Trollope. Tentu saja tidak semua hal bisa ditiru. Pilih yang cocok untuk masing-masing kita, tinggalkan yang tidak bisa kita lakukan.
Membuat “Tonggak Kecil” Per 15 Menit
“Anthony Trollope was in the business of writing books and writing a book is a big project. It is not the type of task that you can complete in a day. In some cases, merely writing a chapter is too big a task for a single day” –James Clear, 2021.
James Clear (2021), penulis buku Atomic Habits menyatakan, menulis buku adalah proyek besar. “Ini bukan jenis proyek yang bisa Anda selesaikan dalam sehari”, ujar Clear. Banyak buku yang disusun dalam waktu berbulan-bulan. “Dalam beberapa kasus, menulis satu bab dalam sehari adalah tugas yang besar”, ungkap Clear.
Menariknya, Anthony Trollope mengukur kemajuan menulis tidak dalam satuan hari. Namun dalam satuan menit, yaitu setiap 15 menit. Menurut Clear, pendekatan ini memungkinkan Trollope untuk menikmati perasaan puas dan pencapaian dengan sangat cepat sambil terus mengerjakan tugas besar menulis buku.
Meninjau kemajuan setiap 15 menit, ini yang disebut oleh Clear sebagai “tonggak kecil”. Tidak perlu menunggu hari, pekan apalagi bulan. Tiap 15 menit Trollope melakukan peninjauan progres menulisnya. Ini adalah strategi untuk meningkatkan produktivitas menulis. Saat ia merasa mampu mencapai target produktivitas dalam 15 menit tersebut, ia akan merasakan kebahagiaan.
Langkah pendek –tiap 15 menit ini, disebut oleh Clear sebagai hal besar, dari dua alasan. Pertama, langkah-langkah kecil kemajuan dapat membantu menjaga momentum dalam jangka panjang. Dengan demikian lebih memungkinkan bagi Anda untuk menyelesaikan tugas-tugas besar –berupa terselesaikannya satu buku.
Kedua, semakin cepat Anda menyelesaikan tugas produktif, semakin cepat pula hari Anda mengembangkan produktivitas dan efektivitas. “Saya telah menemukan poin kedua ini, bahwa kecepatan Anda menyelesaikan tugas pertama, menjadi sangat penting untuk mempertahankan hasil produktif yang tinggi dari hari ke hari”, ujar Clear.
“However, instead of measuring his progress based on the completion of chapters or books, Trollope measured his progress in 15-minute increments. This approach allowed him to enjoy feelings of satisfaction and accomplishment very quickly while continuing to work on the large task of writing a book” –James Clear, 2021.
Kecepatan untuk Menyelesaikan Tulisan
“Anthony Trollope didn’t have to wait three months to feel a sense of accomplishment from completing his book nor did he have to wait three days until he finished a chapter. Every fifteen minutes he could check his progress. If he wrote 250 words, he could mentally check that time block off his list and feel a sense of immediate accomplishment” –James Clear, 2021.
Trollope tidak perlu menunggu masa dalam hitungan pekan atau bulan untuk merasakan pencapaian keberhasilan. Setiap lima belas menit dia bisa memeriksa kemajuannya. Ini sebuah tindakan yang sangat efektif, bagi Trollope. “Jika menulis 250 kata, secara mental ia dapat memeriksa waktu itu dari daftarnya dan merasakan pencapaian segera”, ulas Clear.
Blok 15 menit yang diciptakan Trollope adalah pengukur kemajuan yang dirancang dengan baik. Satu sisi, blok ini memungkinkan Trollope untuk mencapai target keberhasilan secara lebih cepat per bagian. Di sisi lain, cara ini akan membuatnya mempu menuntaskan tugas besar pembuatan buku.
“Trollope menerima nilai jangka panjang dari mengerjakan hal-hal yang paling penting dan hasil langsung dari menyelesaikan setiap blok waktu kecil dengan cepat”, ujar Clear. Dalam teori atomic habits, James Clear menyatakan bahwa hal-hal besar selalu dimulai dari hal-hal kecil. Kebiasaan kecil dan sederhana mampu menciptkan perubahan besar.
Trollope adalah seorang penulis yang disiplin dalam segala hal. Ketika berbicara tentang rutinitas menulisnya, dia berkata, “Sudah menjadi kebiasaan saya untuk berada di meja saya setiap pagi pada pukul 05.30 pagi; dan itu juga merupakan praktik saya untuk tidak membiarkan diri saya mendapat belas kasihan.”
Kecepatan Trollope menyelesaikan tulisan, ditopang oleh kedisplinan tinggi menciptakan blok 15 menit. Sepertinya hal sederhana, namun ternyata memberikan capaian besar pada produktivitas menulis Trollope.
Bagaimana dengan Anda? Selamat berkarya, selamat mengubah dunia.
Bahan Bacaan
James Clear, The 15-Minute Routine Anthony Trollope Used to Write 40+ Books, https://jamesclear.com
Maria Popova, Anthony Trollope’s Witty and Wise Advice on How to Be a Successful Writer, https://www.themarginalian.org, 24 April 2014
Mayo Oshin, The Daily Routine of 20 Famous Writers (and How You Can Use Them to Succeed), 15 Agustus 2017, https://medium.com/
Nicole Bianchi, How to Supercharge Your Writing Productivity: Anthony Trollope’s Strategy for Writing 45+ Books, https://nicolebianchi.com, 26 Februari 2016
Victoria Blake, Writing Tips form a Trollope! https://victoriablakewriter.wordpress.com, 3 November 2014
