.
Belajar dari Para Penulis Produktif
Oleh : Cahyadi Takariawan
”I require of myself 250 words every quarter of an hour” –Anthony Trollope.
.
Menulis adalah aktivitas kreatif, yang bercorak sangat dinamis. Pada dasarnya tidak ada satu cara atau teknik untuk produktif menulis yang bisa berlaku secara umum. Setiap penulis bisa memiliki cara dan teknik yang paling cocok untuk dirinya –yang bisa berbeda dengan orang lain.
Namun kita juga menyadari, tidak semua orang berbeda secara keseluruhannya. Selalu akan ditemukan orang-orang dengan sifat dan karakter yang sama atau hampir sama. Selalu ada orang-orang dengan situasi dan kondisi yang sama atau hampir sama. Untuk itu kita bisa saling belajar.
Salah satu tips untuk bisa produktif menulis, adalah dengan banyak belajar dari para penulis produktif. Mereka sudah terbukti memiliki banyak karya, maka kita belajar kepada mereka bagaimana bisa mendapatkan produktivitas dalam menulis. Tidak semua tips cocok untuk kita, namun akan ada hal yang bisa kita ambil sebagai inspirasi.
Kita batasi wilayah pembelajaran, hanya dalam konteks proses kreatif dan produktivitas menulis. Kita tidak sedang belajar atau mengadopsi ideologi, isme, keyakinan, ataupun ajaran. Kita tengah belajar tips kreatif dan produktif menulis.
Seri # 15 – Belajar Produktif dari Anthony Trollope
Kali ini kita akan belajar dari Anthony Trollope, seorang novelis yang produktif. Siapakah jati dirinya? Mari kita simak.
Anthony Trollope adalah seorang novelis kelahiran 1815 dan wafat pada 1882 di London. Di masa kecil, Trollope menghadapi masa-masa sulit. Kondisi keluarga Trollope kekurangan secara ekonomi, sehingga terkadang orang tua Trollope tidak mampu membayar uang sekolah.
Trollope pernah bekerja sebagai juru tulis di kantor pos, dan sebagai surveyor di Irlandia. Setelah menikah dengan Rose Heseltine, Trollope memulai karir sebagai penulis. Di sela-sela kesibukan pekerjaan rutin, Trollope rajin menulis untuk mendapatkan uang tambahan.
Buku pertamanya, The Macdermots of Ballycloran diterbitkan pada 1847. Setelah itu lahirlah karya-karya berikutnya antara lain The Warden (1855), Barchester Towers (1857), The Last Chronicle of Barset (1867), Phineas Finn (1869) dan lain-lain. Sepanjang rentang hidupnya, Trollope menerbitkan 40 novel, cerpen, buku travel, dan esai. Novel terakhirnya berjudul Mr. Scarborough’s Family diterbitkan pada 1883.
Menulis 250 Kata Tiap 15 Menit
“It had at this time become my custom, — and is still my custom, though of late I have become a little lenient of myself — to write with my watch before me, and to require of myself 250 words every quarter of an hour” –Anthony Trollope.
Sudah banyak saya tuliskan kehebatan para penulis dunia dalam memproduksi karya. Namun Trollope memang lain dari yang lain, ia pribadi yang unik. Ia menulis rutin 250 kata setiap 15 menit. Ia menulis sekitar tiga jam per hari.
Bahkan yang lebih mengesankan, Trollope menulis sambil melakukan pekerjaan yang menuntut kesungguhan, sebagai inspektur kantor pos. Pekerjaannya mengharuskan dia sering bepergian dan memiliki jadwal yang padat. Bisa kita bayangkan, ketika duduk untuk menulis, dia perlu memastikan bahwa telah mencapai target jumlah kata hariannya.
“Kebiasaan saya saat ini, meskipun akhir-akhir ini saya menjadi sedikit lebih lunak, adalah menulis dengan arloji di depan saya, dan meminta diri saya sendiri 250 kata setiap seperempat jam”, ujar Trollope.
Dengan kecepatan dan disiplin menulis yang tinggi, Trollope menjadi sangat produktif menghasilkan karya. “Pembagian waktu seperti ini memungkinkan saya untuk menghasilkan lebih dari sepuluh halaman volume novel biasa sehari, dan jika dipertahankan selama sepuluh bulan, akan menghasilkan tiga novel masing-masing tiga volume dalam setahun,” ungkapnya.
“This division of time allowed me to produce over ten pages of an ordinary novel volume a day, and if kept up through ten months, would have given as its results three novels of three volumes each in the year” –Anthony Trollope.
Seperti telah saya ulas pada beberapa postingan sebelumnya tentang kecepatan menulis, bahwa yang menjadi perhatian penting bukan sekedar seberapa cepat menulis. Namun seberapa disiplin menulis, dan seberapa besar perhatian kita untuk poeningkatan kualitas tulisan.
Kecepatan menulis Trollope, 250 kata setiap menit, artinya setiap menit ia mampu menulis 16 hingga 17 kata. Tentu ini bernilai “biasa saja” bagi para penulis profesional, yang mampu menulis hingga 40 bahkan 60 kata per menit. Namun menjadi istimewa, karena kecepatan ini konsisten dalam satuan waktu tertentu setiap hari, disertai kedisplinan dalam menulis sesuai target.
Terlebih lagi, Trollope memiliki pekerjaan lain yang harus ditunaikan dengan penuh dedikasi, yaitu inspektur kantor pos. Pada masa itu, sarana komunikasi dan transportasi masih sangat terbatas. Artinya, Trollope perlu melakukan inspeksi ke berbagai tempat dengan sarana yang sangat terbatas. Hal ini menyebabkan dirinya terlibat dalam kesibukan yang tinggi. Toh mampu konsisten menulis dengan kecepatan mengagumkan.
Terkadang, kecanggihan teknologi komunikasi dan informasi membuat kita terlena. Sangat banyak kemudahan kita dapatkan di zaman modern, termasuk dalam menulis. Logikanya, semakin mudah dan cepat kita bisa menulis. Namun ternyata tidak selalu demikian.
Bagaimana dengan Anda? Selamat berkarya, selamat mengubah dunia.
Bahan Bacaan
James Clear, The 15-Minute Routine Anthony Trollope Used to Write 40+ Books, https://jamesclear.com
Maria Popova, Anthony Trollope’s Witty and Wise Advice on How to Be a Successful Writer, https://www.themarginalian.org, 24 April 2014
Mayo Oshin, The Daily Routine of 20 Famous Writers (and How You Can Use Them to Succeed), 15 Agustus 2017, https://medium.com/
Nicole Bianchi, How to Supercharge Your Writing Productivity: Anthony Trollope’s Strategy for Writing 45+ Books, https://nicolebianchi.com, 26 Februari 2016
Victoria Blake, Writing Tips form a Trollope! https://victoriablakewriter.wordpress.com, 3 November 2014

Bismillah, semoga bisa seperti Trollope. Tidak mungkin bisa sama persis, minimal konsentrasi dan kefokusannya dalam menulis. Syukran katsira ustaz Cahyadi Takariawan