19 September 2026

https://cloudytees.com/

.

Oleh : Cahyadi Takariawan

.

Sebenarnya belajar menulis itu ada gak sih teorinya? Kalau teori dasar kebahasaan, sudah diajarkan semua saat kita sekolah sejak SD hingga SMA. Jadi, kita sudah punya bekal dan modal pengetahuan untuk menulis.

Tentang bagaimana menulis, adalah ‘jam terbang’. Semakin sering Anda menulis, semakin segar dan lancar pula Anda melakukannya. Persis seperti belajar mengendarai sepeda kayuh, sepeda motor atau mobil. Awalnya mengerti cara kerja motor, mana rem, mana gas, mana persenel, dan lain sebagainya. Selebihnya adalah jam mengendarai motor atau mobil tersebut.

Agar Anda bisa menulis dengan lancar dan segar, saya mengajukan beberapa tips dari pengalaman banyak orang. Saya kumpulkan pendapat beberapa orang teman penulis, bagaimana cara mereka menulis dengan lancar dan segar.

Beberapa tips ini, adalah untuk Anda yang tengah belajar menulis. Untuk Anda yang sering mengatakan, tidak tahu bagaimana cara menulis. Untuk Anda yang sering bingung, apa yang bisa ditulis menjadi buku. Berikut lima tips sederhana.

  • Menulis hal-hal yang Anda sukai

Apapun yang Anda sukai dalam kehidupan, akan mudah Anda tuliskan. Jika Anda suka kopi, Anda akan mudah menulis segala sesuatu tentang kopi. Jika Anda suka gowes, Anda akan lancar menulis tentang gowes. Jika Anda suka sepak bola, Anda akan bisa menulis tentang sepak bola dengan ringan, tanpa kesulitan.

Saat jatuh cinta, Anda menyukai seseorang. Anda mudah menuliskan tentang si dia dengan segar berbunga-bunga. Tulisan Anda tentang si dia tak ada habis-habisnya. Saat berada di sebuah tempat yang Anda sukai, Anda mudah menulis tentang kondisi tempat itu.

Jika Anda suka berimajinasi, sepertinya akan mudah bagi Anda untuk menulis fiksi. Karena fiksi menyediakan ruang tak terbatas untuk menuangkan imajinasi. Jadi, jika Anda ingin lancar menulis, tulislah hal-hal yang Anda sukai. Semua hal yang Anda sukai, membuat Anda antusias menceritakannya.

  • Menulis hal yang ada dalam diri Anda sendiri

Ada sangat banyak hal ada dalam diri Anda. Pikiran, pendapat, perasaan, pengalaman, semua ada dalam diri Anda sendiri. Tidak dimiliki oleh orang lain. Anda adalah pribadi unik dan spesifik, berbeda dengan orang lainnya.

Jika Anda menuliskan perasaan –misalnya, perasaan saat menjelang menikah, perasaan saat kehamilan pertama, perasaan saat melahirkan, perasaan saat keterima kerja, perasaan saat menerima gaji pertama kali, perasaan saat memasuki masa pandemi, itu sudah bisa menjadi satu buku. Semua bercerita tentang perasaan. Tentu saja, perasaan Anda berbeda dengan perasaan orang lain.

Demikian pula pikiran, pendapat, opini atau gagasan Anda tentang segala sesuatu. Semua bisa Anda tuliskan. Daftar pustaka ada dalam otak Anda sendiri, tak ada di buku atau jurnal manapun. Maka Anda tidak perlu sibuk mengumpulkan referensi. Semua sudah Anda miliki.

  • Menulis hal yang dekat dengan Anda

Semua hal yang ada di dekat Anda, akan mudah Anda tuliskan. Misalnya, menulis tentang anak-anak, menulis tentang ayah atau ibu, menulis tentang suami atau istri. Semua orang yang ada di dekat Anda adalah sumber ide dan sumber inspirasi untuk dituliskan.

Interaksi sehari-hari dengan anak-anak, pasti memberikan sangat banyak ide untuk ditulis. Mereka adalah laboratorium yang tak ada habisnya bagi orangtua. Sejak dari celoteh, tingkah polah, dan kelucuan anak-anak, sampai pada kisah-kisah perjuangan anak menggapai cita-cita. Semua layak dituliskan.

  • Menulis kegiatan sehari-hari

Jika Anda seorang guru, maka Anda memiliki sangat banyak pengalaman mengajar. Setiap hari Anda mengajar di kelas, bertemu dengan banyak murid, bertemu dengan teman-teman sesama guru, pasti banyak kisah seru dan inspiratif. Kegiatan sehari-hari tersebut, pasti mudah Anda tuliskan.

Jika Anda seorang pelaku dakwah, yang setiap saat mengajak manusia menuju kebaikan, tentu ada sangat banyak hal yang Anda dapatkan sebagai pelajaran. Ada inspirasi, di setiap agenda dakwah yang Anda lakukan. Ada banyak motivasi dari pengalaman dakwah yang Anda lalui. Semua mudah untuk dituliskan.

Jika Anda ibu rumah tangga full time, ada sangat banyak ide yang bisa Anda temukan dalam menjalani peran keseharian. Peran menjadi istri, ibu, dan anggota masyarakat. Aktivitas di rumah dengan segala reniknya, adalah bahan yang tak ada habisnya untuk ditulis. Apapun kegiatan rutin Anda, adalah bahan yang mudah dituliskan.

  • Menulis pengalaman / kejadian berkesan

Dalam kehidupan sehari-hari, pasti ada pengalaman atau kejadian yang berkesan. Semua kejadian berkesan, akan mudah Anda tuliskan. Anda akan lancar menulis, dengan nuansa tulisan yang segar. Itu karena situasi jiwa Anda yang sedang mengalami peristiwa berkesan.

Sebagai contoh, perjalanan berkesan saat haji atau umrah pertama kali. Ini biasa terjadi pada jama’ah haji dan umrah, yang belum pernah mengunjungi tanah suci sebelumnya. Mereka akan menjumpai hal-hal menakjubkan, hal-hal mengesankan. Semua itu akan mudah dituliskan.

Demikian pula, ketika Anda bertemu dengan kejadian yang menyentuh perasaan, seperti melihat korban bencana alam. Anda menyaksikan bagaimana orang-orang saling bantu membantu satu dengan yang lain, padahal mereka berada dalam kondisi yang sama-sama kesulitan. Peristiwa yang menyentuh hati, akan mudah Anda tuliskan dengan lancar dan penuh kesegaran.

Lima poin di atas hanyalah tips sederhana yang bisa Anda kembangkan lebih luas. Rumusnya adalah, tulislah hal yang mudah bagi Anda. Sebagai cara berlatih menulis, ada sangat banyak hal yang mudah Anda tuliskan.

Selamat menulis, selamat menghasilkan karya tulis.

.

Ilustrasi : https://cloudytees.com/

2 thoughts on “5 Tips Menulis, Agar Segar dan Lancar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *