.
Oleh : Indah Wijiatmi (Alumni KMO Basic Alineaku Batch 42)
“Senang dan lega rasanya kalau kata-kata sudah tercurahkan lewat tulisan” –Indah Wijiatmi, 2022.
.
Awalnya saya senang membaca buku cerita nyata maupun fiksi. Semenjak itu saya menjadi tertarik membaca buku cerita dan saya mencoba menulis di buku diary. Saya bercerita tentang diri sendiri yang sangat lemah tidak bisa apa-apa. Ternyata dengan menulis dan mencurahkan rasa sedih ini saya menjadi lebih baik.
Saya ingin agar tulisan saya dibaca oleh orang lain dan diberi nasihat atau komentar yang terbaik agar menjadi lebih baik lagi. Selain itu saya ingin menulis kisah-kisah tetangga saya yang hidupnya tidak kenal lelah. Mereka menjalani hidup dengan senang, menjalankan usaha berjualan dengan tekun, sampai bisa merenovasi rumah.
Belajar di KMO Alineaku dan Mulai Berkarya
“Setelah mulai praktik menulis sesuai bimbingan, saya berhasil dan bahkan tulisan saya dimasukkan sebuah media. Saya sangat senang waktu itu” –Indah Wijiatmi, 2022.
Kali ini saya telah mengikuti Kelas Menulis Online (KMO) Alineaku lewat promosi di facebook; dan itu menurut saya sangat kebetulan. Saya ingin hasil tulisan saya dibaca orang lain. Ternyata tulisan saya banyak salahnya, dan bahasanya harus sesuai dengan KBBI dan PUEBI.
Setelah praktik menulis sesuai bimbingan, saya berhasil dan bahkan tulisan saya dimasukkan sebuah media. Saya sangat senang waktu itu.
Setelah itu saya menulis bareng bersama teman-teman sekelas. Beberapa bulan buku itu diterbitkan dan telah jadi terkirimkan ke alamat saya. Kiriman telah tiba di rumah, saya sangat senang sekaligus kaget. Akhirnya saya bisa menulis buku antologi. Saya berusaha ingin memperkenalkan kepada saudara saya terutama kakak saya.
Saya ingin mempromosikan buku antologi saya pertama kali, tapi belum ada yang membeli. Tidak masalah, saya ingin mengumpulkan buku itu dan menjadi sebuah perpustakaan mini.
Saya juga ditawari menulis di sebuah penerbit baru dan saya tertarik. Saya menjadi sibuk untuk menulis beberapa tema. Saya jalani saja semuanya, sampai saya ditawari mengikuti beberapa event lomba.
Walaupun saya tidak memenangkan event itu namun saya sangat senang karena bisa ikut menyemarakkannya. Saya mendapatkan piala juga kenang-kenangan lainnya. Saya menyimpan dan mengumpulkan dengan baik-baik di dalam lemari. Senang dan lega rasanya kalau kata-kata sudah tercurahkan lewat tulisan.
Menulis untuk Mengenang Bapak
“Almarhum bapak meninggalkan sebuah buku diary yang berisi tulisan tentang dirinya saat sedang merasa suntuk. Tulisan itu saya tuangkan ke dalam tulisan saya sebagai rasa cinta yang sangat dalam kepadanya” –Indah Wijiatmi, 2022.
Saya sekarang memiliki sahabat pena dari ujung barat hingga ke ujung timur Indonesia. Saya ingat, almarhum bapak meninggalkan sebuah buku diary yang berisi tulisan tentang dirinya saat sedang merasa suntuk. Tulisan itu saya tuangkan ke dalam tulisan saya sebagai rasa cinta yang sangat dalam kepadanya.
Saat menulis tentang almarhum bapak, saya merasa sangat sedih mengenang semua itu. Tapi saya sangat bahagia, tulisan almarhum bapak telah saya tuangkan ke tulisan saya di buku antologi pertama. Kini bukunya saya bagikan ke saudara saja.
Kakak-kakak saya tidak menyangka kalau saya telah bisa menuliskan tentang almarhum bapak. Selama ini saya dianggap paling rendah pengetahuannya di antara anggota keluarga lain. Kini saya bisa menunjukkan buku itu, bahwa saya bisa menulis. Kakak-kakak bangga dengan banyaknya buku antologi hasil karya saya sebagai salah seorang penulis.
Saya bisa mengikuti menulis ini juga berkat suami. Saya menggunakan uang pemberian suami untuk membayar belajar menulis, hingga terbit buku antologi. Walaupun nilainya tidak seberapa besar, tapi bagi saya sangat berharga hasil tulisan itu.
.

Indah Wijiatmi adalah ibu rumah tangga. Lahir pada tanggal 1982, di kota Brebes, Jawa Tengah. Motto hidup: menulis, menulis dan menulis. Gemar membuat karangan dan membuat kue. Facebook @wiji, instagram @wiji1181, twitter @wijiyatmi, youtube Indah Wijiyatmi.

Saya baru saja kehilangan orang yg saya cintai dan ingin belajar menulis kisah kisah kami…tapi saya belum memilik kemampuan baik dalam menulis..ingin belajar seperti mbak