.
Belajar dari Para Penulis Produktif
Oleh : Cahyadi Takariawan
“I’ve had a sign over my typewriter for over 25 years now, which reads “Don’t think!” You must never think at the typewriter—you must feel. Your intellect is always buried in that feeling anyway” –Ray Bradbury.
.
Sebagaimana telah saya sampaikan pada beberapa postingan terdahulu, pada dasarnya tidak ada satu cara atau teknik untuk produktif menulis yang bisa berlaku secara umum. Setiap penulis bisa memiliki cara dan teknik yang paling cocok untuk dirinya. Ini seperti yang diungkap oleh Mark D. White, Ph.D.
Namun Bamidele juga mengingatkan, bahwa tidak semua orang berbeda secara keseluruhannya. Selalu akan ditemukan orang-orang dengan sifat dan karakter yang sama atau hampir sama. Selalu ada orang-orang dengan situasi dan kondisi yang sama atau hampir sama. Untuk itu kita bisa saling belajar.
Tips berikutnya untuk bisa produktif menulis, adalah dengan banyak belajar dari para penulis produktif. Mereka sudah terbukti memiliki banyak karya, maka kita belajar kepada mereka bagaimana bisa mendapatkan produktivitas dalam menulis. Tidak semua tips cocok untuk kita, namun akan ada hal yang bisa kita ambil sebagai inspirasi.
Seri # 12 – Belajar Produktif dari Ray Bradbury
Kali ini kita akan belajar dari Ray Bradbury, seorang novelis yang produktif. Siapakah jati dirinya? Mari kita simak.
Ray Douglas Bradbury (1920 –2012) adalah penulis Amerika yang terkenal karena cerita pendek dan novelnya yang sangat imajinatif. Ia mampu memadukan gaya fiksi, kritik sosial, ilmu pengetahuan dan teknologi.
Di antara karya penting Bradbury adalah The Martian Chronicles (1950), Fahrenheit 451 (1953), Dandelion Wine (1957), Something Wicked This Way Comes (1962), dan I Sing the Body Electric (1969). Sepanjang hidupnya, ia meraih sangat banyak penghargaan.
Bradbury sering menceritakan pertemuan dengan pesulap karnaval, Mr. Electrico. Pertemuan pada tahun 1932 ini dianggap memberikan pengaruh penting bagi dirinya. Mr. Electrico menyentuh hidung Bradbury muda dan berkata, “Hiduplah selamanya!”
Keesokan harinya, Bradbury kembali ke karnaval untuk meminta Mr. Electrico mengajarinya tentang trik sulap. Mr. Electrico memperkenalkannya kepada pemain lain dalam karnaval, dengan mengatakan bahwa Bradbury bahwa adalah reinkarnasi dari seorang sahabatnya yang meninggal saat Perang Dunia I.
“Beberapa hari kemudian saya mulai menulis penuh waktu. Saya telah menulis setiap hari dalam hidup saya sejak peristiwa itu,” ujar Bradbury. Rupa-rupanya pertemuan dengan Mr. Electrico sangat berkesan kuat dalam dirinya. Seakan menjadi motivasi dan pemantik dirinya untuk berkarya.
Berikut beberapa tips produktif menulis dan Ray Bradbury. Tentu saja tidak semua hal bisa ditiru. Pilih yang cocok untuk masing-masing kita, tinggalkan yang tidak bisa kita lakukan.
Kuantitas Membangun Kualitas
“If you can write one short story a week—it doesn’t matter what the quality is to start… and at the end of the year you have 52 short stories, and I defy you to write 52 bad ones. Can’t be done. At the end of 30 weeks or 40 weeks or at the end of the year, all of a sudden a story will come that’s just wonderful” –Ray Bradbury.
Sudah sering saya sampaikan, bahwa satu-satunya cara untuk menjadi penulis adalah dengan jalan rutin menulis. Satu-satunya cara untuk menjadi produktif adalah dengan jalan rutin menulis. Satu-satunya cara untuk meningkatkan kualitas karya tulis adalah dengan dengan jalan rutin menulis.
Sebanyak apapun Anda belajar teori, belajar tips, mengikuti kelas menulis –namun Anda tidak pernah menulis, semua tidak bermakna. Yang memberikan makna sangat kuat adalah dengan rutin menulis setiap hari. Ini adalah salah satu resep yang diajarkan oleh Ray Bradbury, untuk para penulis pemula.
Menurut Ray, hal terbaik untuk penulis pemula adalah menulis sebanyak mungkin tulisan pendek. Ini menjadi latihan dan pembiasaan. Jika Anda menulis satu tulisan pendek dalam sepekan, seperti apapun kualitasnya, pada akhir tahun Anda telah memiliki 52 tulisan pendek.
“Saya menantang Anda untuk menulis 52 cerita pendek yang buruk. Ini tidak mungkin Anda lakukan. Sebab di akhir pekan ke 30 atau pekan ke 40 atau di penghujung tahun, pasti akan hadir cerita yang luar biasa”, ujar Ray.
Jangan Terlalu Banyak Berpikir
“The intellect is a great danger to creativity, because you begin to rationalize and make up reasons for things, instead of staying with your own basic truth—who you are, what you are, what you want to be” –Ray Bradbury.
Anda ingin menjadi penulis produktif, atau menjadi pemikir produktif. Jika ingin menjadi pemikir produktif, berpikirlah terus menerus. Gunakan seluruh waktu Anda untuk berpikir, pasti Anda akan menjadi pemikir produktif. Namun jika ingin menjadi penulis produktif, gunakan waktu untuk menulis, bukan untuk berpikir.
Ray memiliki pandangan ekstrem tentang hal ini. “Kecerdasan adalah bahaya besar bagi kreativitas, karena Anda mulai merasionalisasi dan membuat alasan untuk berbagai hal”. Segala sesuatu dipikirkan dengan detail, dampaknya tenaga, waktu dan perhatian habis untuk berpikir, tanpa menghasilkan karya tulis.
Ray menyatakan, “Saya menaruh penanda di atas mesin tik saya selama lebih dari 25 tahun, ‘Jangan berpikir!’ Anda tidak boleh berpikir di mesin tik—Anda harus merasakan. Kecerdasan Anda harus terkubur dalam perasaan itu”.
Salah satu sebab banyak penulis pemula tidak pernah menulis adalah –karena terlalu banyak berpikir. Misalnya berpikir semacam ini: aku akan menulis tema apa, apakah tema ini menarik, apakah akan ada yang membaca, apakah tulisanku ada yang salah, apakah patut untuk dipublikasikan, dan berbagai pemikiran lainnya.
Ingat, Anda ingin produktif menulis. Maka menulislah. Jangan terlalu banyak berpikir. “Rasakan saja”, ujar Bradbury.
Tulis Tema yang Anda Sukai
“I want your loves to be multiple. I don’t want you to be a snob about anything. Anything you love, you do it. It’s got to be with a great sense of fun. Writing is not a serious business. It’s a joy and a celebration. You should be having fun at it” –Ray Bradbury.
Kenali rasa cinta Anda terhadap hal apa saja? Tema apa yang Anda selalu suka, dan menimbulkan gairah cinta Anda? Pesan Ray, “Tulislah apa yang Anda sukai, jangan menulis hal lain”. Ini akan membakar semangat Anda untuk menulis dengan kualitas terbaik. Anda bersedia berkorban untuk sesuatu yang Anda cintai.
“Saya ingin rasa cinta Anda berlipat ganda. Saya tidak ingin Anda menjadi sombong tentang apa pun”, ujar Bradbury. Semakin besar cinta Anda terhadap sesuatu, semakin mudah dan semakin bergairah Anda menuliskannya. Anda akan sanggup melalui berbagai kesulitan.
“Apa pun yang Anda suka, tuliskan saja. Menulis harus disertai rasa senang yang luar biasa. Menulis bukanlah bisnis yang serius. Ini adalah kegembiraan dan perayaan. Anda seharusnya bersenang-senang”, ujar Bradbury.
Jangan Menulis untuk Uang
“Don’t write for money. Write because you love to do something. If you write for money, you won’t write anything worth reading” –Ray Bradbury.
Lebih dahsyat lagi, Ray menasehati kita semua, “Jangan menulis untuk uang. .. Jika Anda menulis untuk uang, Anda tidak akan menulis apa pun yang layak dibaca”.
Bagi saya, ini adalah tentang ketulusan. Menulislah dengan tulus, bukan untuk fulus. Apakah tidak boleh mendapatkan uang? Tentu saja boleh. Namun jangan menjadi motivasi paling utama.
Menulislah untuk menciptakan perubahan. Menulislah untuk menghadirkan perbaikan. Menulislah untuk menginspirasi dan memotivasi. Menulislah untuk mengedukasi dan memberi informasi. Semakin besar kemanfaatan yang kita hasilkan dari tulisan, semakin besar pula pahala kita dapatkan.
Bahan Bacaan
Emily Temple, Ray Bradbury’s Greatest Writing Advice, https://lithub.com, 22 Agustus 2018
Mayo Oshin, The Daily Routine of 20 Famous Writers (and How You Can Use Them to Succeed), 15 Agustus 2017, https://medium.com/
Sue Weems, How to Bust Excuses and Focus on Your Writing Like Ray Bradbury, https://thewritepractice.com
