19 September 2026

.

Oleh: Cahyadi Takariawan

Sore ini saya mengisi waktu dengan belajar menulis 8 menit, sesuai teori Monica Leonelle. Saya pikirkan dulu tema yang akan saya tulis. Setelah itu saya membaca sebuah hadits, yang relevan dengan tema yang akan saya tulis.

Setelah siap, segera saya hidupkan laptop, sampai terbuka program MSWord untuk menulis. Berikutnya saya menghidupkan pewaktu. Saya setel, 8 menit.

Bismillah. Pewaktu saya aktifkan. Sayapun mulai menulis di laptop tanpa berhenti. Tidak berhenti untuk berpikir. Tidak berhenti untuk mengedit. Tidak berhenti untuk membenarkan kesalahan tulisan. Tidak berhenti untuk mengganti kosa kata.

Dalam 8 menit tersebut, kita hanya boleh melakukan satu hal saja, yaitu menulis. Inilah hasil tulisan saya dalam satu sesi 8 menit.

****

Saya mengingat sebuah hadits Nabi riwayat Ahmad yang artinya, “Tidaklah seorang hamba membaca La ilaha illallah, Allahu akbar, Subhanallah, Alhamdulillah, La haula wala quwwata illa billah, melainkan dosa-dosanya akan dihapus walaupun sebanyak buih di lautan”.

Hadits ini demikian menghujam dalam diri saya. Rupanya dengan membiasakan membaca dzikir pendek seperti itu, bisa menjadi pengapus dosa.

Oleh karenanya, saya memperbanyak membaca La ilaha illallah, saya memperbanyak membaca Allahu akbar, saya memperbanyak membaca Subhanallah, saya memperbanyak membaca Alhamdulillah dan saya memperbanyak membaca La haula wala quwwata illa billah. Harapan saya, benar-benar Allah berkenan mengampuni dan menghapuskan semua kesalahan dan dosa saya yang sebanyak buih di lautan.

Setiap pagi saya membaca…

La ilaha illallah

Allahu akbar

Subhanallah

Alhamdulillah

La haula wala quwwata illa billah.

Saya ulangi lagi bacaan dzikir itu sebanyak banyaknya…

La ilaha illallah

Allahu akbar

Subhanallah

Alhamdulillah

La haula wala quwwata illa billah.

Pada saat berangkat dari rumah menuju tempat kegiatan, saya melafalkan La ilaha illahllah, Allahu akbar, Subahanllah, Alhamdulillah, La haula wala quwwata illah billah.

Saya mengulang ulang bacaan itu dalam hati, kadang-kadang terucap lewat lisan dengan pelan, sampai di tempat tujuan. Setiap ada kesempatan, saya memperbanyak bacaan La ilaha illallah, Allahu akbar, Subhanallah, Alhamdulillah, La haula wala quwwata illa billah.

Sepulan dari kegiatan, di sepanjang perjalanan saya memperbanyak bacaan La ilaha illallah, Allahu akbar, Subhanallah, Alhamdulillah, La haula wala quwwata illa billah. Terus saya baca sampai tiba di rumah.

Sesampai di rumah, sambil berkegiatan di rumah, saya berdzikir dalam hati La ilaha illahllah, Allahu akbar, Subhanallah, Alhamdulillah, La ilahaillallah.

Sampai menjelang tidur saya mengulang-ulang dzikir dalam hati. La ilaha illallah, Allahu akbar, Subhanallah, Alhamdulillah, La haula wala quwwata illa billah.

Inilah dzikir yang sangat dicintai Allah, melebihi halapapun di muka bumi ini.

******

Tepat delapan menit saya berhenti menulis, lalu menghitung jumlah kata yang berhasil saya tuliskan. Saya menulis 282 kata selama 8 menit.

Setelah itu saya mengedit, untuk membenarkan tulisan dan ejaan yang salah. Tidak mengubah jumlah kata yang sudah saya tulis. Hanya membenarkan kesalahan tulisan saja, sehingga jumlah kata tetap sama.

Perhatikan, mengapa saya bisa menulis 282 kata dalam 8 menit tersebut? Salah satunya, saya menulis kata-kata yang sama dan saya ulang-ulang dalam penulisannya. Hitung berapa jumlah kata La ilaha illallah, Allahu akbar, Subhanallah, Alhamdulillah dan La haula wala quwwata illa billah.

Cara menulis seperti ini membuat saya tidak perlu berpikir. Saya hanya menulis hal sederhana dari hadits yang sudah saya hapalkan sebelumnya.

Begitulah cara untuk belajar lancar dan produktif menulis. Cukup satu sesi 8 menit setiap hari, Anda akan produktif menulis.

Dari pengamatan Monica Leonelle, rata-rata orang dapat menulis antara 150 hingga 250 kata per sesi menulis 8 menit. Ini adalah jumlah yang sedang, tidak terlalu cepat dan tidak terlalu lambat dalam menulis.

Jika Anda konsisten mampu menulis 200 kata tiap sesi 8 menit, untuk menulis artikel 1.000 kata, Anda hanya butuh 5 sesi X 8 menit. Hanya dalam waktu 40 menit, Anda bisa menyelesaikan artikel sepanjang 1.000 kata yang layak masuk koran nasional.

Berlatihlah menulis 8 menit setiap hari, dan rasakan manfaatnya. Salam literasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *