20 September 2026
pak cah

.

@ Cahyadi Takariawan

Bahagia banget kemaren sore (25/05/2026) mendapat kehormatan mengikuti launching komunitas Rumah Literasi Kabupaten Bogor (RULIKA) di Empang Mang Hade, Tajurhalang. Selain launching lembaga, mereka juga launching buku antologi perdana dan kepengurusan RULIKA. Hadir 21 penulis antologi, serta para pegiat literasi Kabupaten Bogor.

Saya mengajak semua peserta untuk memiliki habit menulis. Jika sudah memiliki habit menulis harian, maka proses kreatif menulis akan lancar tanpa hambatan.

Resep menulis mudah? Saya selalu menyampaikan tagline “menulis semudah bernapas”. Beberapa orang mengkritik tagline itu karena menurut mereka menulis itu susah. Tidak mudah.

Jadi apa resepnya agar mudah? Pertama, pahami dulu tujuan Anda menulis. Jika tujuan menulis adalah untuk kepentingan akademik atau memenuhi persyaratan tertentu dalam kedinasan atau dalam dunia akademik –saya percaya menulis itu tidak mudah.

Namun jika tujuan menulis adalah untuk mengabadikan dan merekam peristiwa, mengambil pelajaran dari kejadian dalam kehidupan, menasehati diri sendiri dan orang lain, menuturkan untaian pesan untuk anak cucu –dan yang semacam itu; maka menulis benar-benar semudah bernapas.

Menjadi mudah, karena Anda tidak memerlukan referensi atau rujukan untuk menulis. Semua yang Anda butuhkan sudah ada dalam diri Anda sendiri. Berupa pengalaman, ingatan, perspektif, pendapat, pikiran, ide, perasaan –yang semua itu ada dalam diri Anda sendiri. Bukan dalam buku rujukan.

Kedua, tulislah hal-hal yang Anda sukai, yang menjadi dunia Anda, yang menjadi hobi Anda, yang membuat Anda bersemangat setiap kali menceritakannya. Menulis hal-hal yang menyenangkan akan membuat mudah bagi Anda menuangkan ide. Lancar mengalir, seirama dengan bahagianya Anda pada tema yang Anda tuliskan.

Saya menyukai tema pernikahan, keluarga dan parenting. Maka menulis tema-tema tersebut, bisa saya lakukan dengan cepat tanpa tersekat dan terhambat. Menulis benar-benar semudah bernapas.

Namun jika menulis hal yang tidak Anda senangi, yang bukan dunia Anda, bukan passion Anda, bukan hobi Anda, maka menulis menjadi terasa sulit dan berat. Sudah di depan laptop satu jam tak ada satupun kalimat bisa dituliskan. Jangankan disuruh menulis, diajak mengobrol tema itupun Anda tidak menyukainya.

Ketiga, fokuslah menulis. Bukan berpikir. Bukan mengedit. Bukan mengkritik. Hal yang membuat sulit dalam menulis adalah ketika Anda lebih banyak berpikir, mengkritik dan mengedit.

Ingat, Anda sedang berproses menjadi seorang penulis. Bukan pemikir. Bukan editor. Maka fokuslah menulis. Anda disebut penulis karena terus menulis dan menghasilkan karya tulis.

Kalau Anda fokus berpikir, maka Anda seorang pemikir. Jika Anda fokus mengedit, maka Anda adalah seorang editor. Jika Anda fokus meneliti, maka Anda adalah seorang peneliti. Dan jika Anda fokus menulis, maka Anda adalah penulis.

Itulah tiga resep menulis itu mudah. Di atas semua itu, ikhlaskan karena Allah. Anda menulis adalah untuk menghasilkan pahala jariyah, menambah usia kemanfaatan, dan melepas berbagai beban yang Anda rasakan dari penatnya kehidupan.

Ketimbang Anda kesal dengan MBG, lebih baik Anda menuangkan ke dalam tulisan yang konstruktif. Daripada cuma mengutuk Amerika dan Israel, lebih baik menuangkan ke dalam rangkaian kalimat yang mencerahkan dan memotivasi.

Salam literasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *