.
Oleh : Cahyadi Takariawan
“Would you have a great empire? Rule over yourself” –Publilius Syrus
.
Anda ingin menulis dan memiliki karya tulis, namun sampai hari belum juga mulai menulis? Apakah Anda masih kurang suntikan motivasi? Berikut saya ajak Anda mengikuti penuturan Chad Grills (2017), yang berusaha mengambil spirit menulis dari para tokoh dunia, agar bisa memotivasi untuk terus menerus menghasilkan karya.
Penulis Besar Mampu Menguasai Diri Mereka Sendiri
“Either you’ll be a loser that always relies on inspiration from others to get to work, or you will rule over yourself and do what you set out to do” –Chad Grills, 2017.
Grills mengutip pernyataan Publilius Syrus, “Apakah Anda ingin memiliki kerajaan yang besar? Kuasai dirimu sendiri”. Sebuah quotes yang memotivasi kita semua dalam membangun jiwa penulis. Jika Anda ingin menjadi penulis besar, Anda harus memulainya dengan menguasai diri sendiri.
Anda kenal Publilius Syrus? Ia bukanlah seorang filsuf. Syrus lebih dikenal sebagai penulis, terlebih karena amsal ciptaannya. Amsal yang dibuat Syrus ada yang berupa peribahasa, pepatah, maupun aforisme. Saat ini kita mengenal Syrus dalam berbagai quotes kehidupan yang sangat inspiratif.
Konon, Syrus adalah seorang budak dari Suriah yang dijual ke Italia. Lantaran kepandaiannya, sang majikan sangat senang kepadanya. Ia tidak hanya dibebaskan dari budak, namun bahkan disekolahkan.
Pada tahun 46 SM Syrus memenangi sebuah lomba membuat kalimat-kalimat bijak di Roma. Hadiah diserahkan oleh penguasa Romawi, Julius Caesar. Kemenangan Syrus dirayakan atas kehendak Julius Caesar. Tentu ini menandakan bahwa Syrus adalah orang hebat di zamannya.
Pernyataan Syrus tidak sekedar “kata mutiara” yang kosong dari makna. Menurutnya, ‘great empire’ harus dimulai dengan ‘rule over yourself’. Tidak mungkin seseorang memiliki great empire, apabila tidak bisa menguasai diri sendiri. Hal ini berlaku dalam berbagai bidang kehidupan.
Tidak mungkin seseorang menjadi pebisnis handal jika tidak mampu menguasai diri sendiri. Tidak mungkin seseorang menjadi pemimpin besar jika tidak mampu menguasai diri sendiri. Tidak mungkin seseorang menjadi politisi hebat jika tidak mampu menguasai diri sendiri.
Demikian pula dalam dunia tulis menulis. Tidak mungkin seseorang menjadi penulis besar jika tidak mampu menguasai diri sendiri.
Menguasai Diri untuk Menulis
“If you’re going to write, rule over yourself. Nobody is perfect at it, but the writers who are even modestly successful at ruling over themselves are the ones that dominate the industry” –Chad Grills, 2017.
Ada sangat banyak hal yang menjadi keinginan manusia dalam kehidupan keseharian. Jika Anda membiarkan diri Anda dikuasai berbagai keinginan tersebut, bisa jadi Anda justru tidak akan mendapatkan hasil apapun yang bermakna.
Anda ingin pandai dalam segala hal, Anda ingin menguasai segala keterampilan, Anda ingin menjadi hebat di semua bidang. Ini hampir mustahil. Umumnya manusia hanya akan bisa hebat dalam satu atau beberapa bidang saja. Bukan dalam semua bidang. Maka kuasai diri Anda sendiri untuk memilih.
Jika Anda sudah memilih untuk menjadi penulis, disiplinkan diri untuk langkah-langkah menulis. Anda tidak akan pernah menjadi penulis, Anda tidak akan pernah memiliki karya tulis, jika Anda dikuasai oleh sangat banyak keinginan. Sedang menulis cerpen, mendadak ingin menulis esai. Sedang menulis puisi,mendadak ingin menulis artikel, dan seterusnya.
Kuasai diri sendiri, fokus dalam proses pembelajaran menulis. Selesaikan tulisan yang sudah Anda mulai, jangan mudah tergoda oleh keinginan menulis hal-hal lain. Jadilah penguasa atas diri Anda sendiri, bahwa Anda telah menetapkan menulis sebagai bagian dari aktivitas kehidupan.
Fyodor Mikhaylovich Dostoevsky (1821 – 1881), sastrawan dan filsuf besar Rusia, mampu menguasai diri sendiri untuk tetap menulis, meskipun menghadapi berbagai suasana sulit. Ia pernah dijatuhi hukuman mati, namun diubah menjadi hukuman penjara di Siberia yang sangat kejam.
Ia pernah mengalami kecanduan berjudi yang sangat parah. Pernikahan dengan Maria Dmitriyevna Isaeva sangat kacau dan berakhir dengan perceraian; karena Maria berselingkuh.
Meski kehidupannya sangat banyak penderitaan, namun Dostoevsky melahirkan banyak karya yang mendunia. Ia tetap berkarya di tengah berbagai penderitaan yang terus menerus menderanya. Ia berjuang menguasai diri sendiri untuk tetap menulis dan melahirkan karya berkualitas.
Di antara karya besar Dostoevsky adalah Prestupleniye i Nakazaniye atau Crime and Punishment (1866), The Idiot (1868), Poor Folk (1846), Demons (1871), The Gambler (1866), dan masih sangat banyak karya lainnya.
Bagaimana dengan Anda? Sudahkah mampu menguasai diri sendiri? Berjuanglah untuk menguasai diri Anda sendiri, agar bisa menjadi penulis produktif.
Bahan Bacaan
Chad Grills, The 7 Secrets of Writing From the Best Writers in the World, 2 November 2017, https://medium.com/
Trias Kuncahyono, Publilius Syrus, www.kompas.id, 30 Juli 2017

Bismillah. Semoga bisa menguasai diri yang sering mangkir terutama dalam menulis. Nasehat yang sangat berharga. Syukran katsiran ustadz Cahyadi Takariawan.