20 September 2026

 .

Oleh : Cahyadi Takariawan

When it comes to conquering a block, give yourself permission to fall flat on your face. Trying and failing will you help you arrive at the thing that works for you” –The Writing Center, 2021.

.

Writing anxiety adalah salah satu ‘blok penulis’ (writer’s block), sebuah istilah untuk menggambarkan berbagai macam perasaan khawatir dan pesimis tentang menulis. Kondisi ini tidak bersifat permanen, atau menetap dalam diri seorang penulis. Hal ini sudah kita bahas dalam beberapa postingan sebelumnya.

Salah satu pemicu munculnya writing anxiety adalah ketika seseorang menulis hal-hal baru baginya –yang belum pernah ditulis sebelumnya. Baik baru dari segi rumpun atau jenis tulis, tema, format tulisan ataupun panjang tulisan.

Ketika berbagai macam upaya sudah dilakukan namun kecemasan masih saja terjadi, cobalah perhatikan strategi menulis yang sudah Anda jalani. Bisa jadi kecemasan dan kebuntuan terjadi pada tahap tertentu dari proses penulisan. Coba perhatikan, di bagian apa kebuntuan itu terjadi, dalam hal apa kecemasan itu muncul.

Mulai Dari Bagian yang Paling Mudah

Figure out what your writing process looks like and whether there’s a particular stage where you tend to get stuck” –The Writing Center, 2021.

Jika Anda akan menulis sebuah artikel, buatlah kerangka tulisan terlebih dahulu. Semakin detail Anda membuat kerangka, akan semakin mudah Anda menuliskannya. Setelah selesai membuat kerangka, lihat semua bagian dari kerangkan tulisan Anda. Cermati, bagian mana yang paling sulit bagi Anda.

Mulailah menulis dari bagian yang paling mudah. Anda tidak harus menulis secara runut dari bagian awal hingga ke bagian paling akhir dari kerangka yang sudah Anda buat. Prinsip menghindari kecemasan dan kebuntuan adalah –mulai dari yang paling mudah.

Proses menulis adalah seni, keterampilan dan pengetahuan. Tidak sama antara satu orang penulis dengan yang lain. Setiap penulis memiliki gaya yang khas, karena menyangkut wilayah ‘seni’ yang tak bisa disamakan antara semua orang.

Namun, memulai dari yang paling mudah akan membantu Anda menghindari kecemasan dan kebuntuan. Anda akan menulis dengan lancar di bagian awal, karena memilih bagian yang paling mudah. Ketika sudah tiba di bagian-bagian paling sulit, cobalah tetap menyelesaikannya.

Jika Anda benar-benar mentok di bagian sulit itu, saatnya berdiskusi dengan mereka yang lebih ahli. Mintalah saran dari mereka tentang kesulitan yang Anda hadapi. Ceritakan detail kesulitan yang Anda hadapi. Para mentor menulis akan dengan senang hati membantu mengarahkan Anda.

Jangan Menyerah

“You define what a success is for you. Keep a log or journal of your writing successes and breakthroughs, how you did it, how you felt. This log can serve as a boost later in your writing life when you face new challenges” –The Writing Center, 2021.

Sesulit apapun proses menulis, Anda harus berusaha untuk menyelesaikannya. Kesulitan bukanlah alas an bagi Anda untuk menghentikan belajar menulis. Ketika tengah berjuang untuk menaklukkan blok menulis, beri kesempatan kepada diri sendiri untuk gagal dan jatuh tersungkur. Terus mencoba menulis setelah gagal, akan mengantarkan Anda menuju kesuksesan.

Jangan mudah menyerah oleh kesulitan. Pecahkan setiap kesulitan menulis, hadapi setiap kecemasan menulis, terobos setiap menghadapi kebuntuan menulis. Bangun mentalitas menulis yang kuat dalam diri Anda. Miliki prinsip tak akan menulis hal lain sebelum tulisan yang tengah dikerjakan bisa diselesaikan.

Jika Anda membiasakan diri mudah menyerah oleh kesulitan, bisa jadi selamanya Anda akan selalu kalah oleh kesulitan itu. Nikmati saja proses perjuangan Anda. Selesaikan tulisan yang sudah Anda mulai. Jangan berpaling untuk menulis hal lain sebelum tulisan yang sedang Anda kerjakan bisa diselesaikan.

Cobalah mendefinisikan apa parameter kesuksesan menulis bagi Anda. Buat catatan pribadi tentang keberhasilan dan terobosan menulis yang sudah Anda capai. Pahami bagaimana Anda mampu melakukannya, dan tulispula bagaimana perasaan Anda saat bisa melakukannya. Catatan ini dapat berfungsi sebagai dorongan dalam kehidupan menulis Anda di kemudian hari ketika Anda menghadapi tantangan baru.

Membangun Rasa Percaya Diri

Sometimes the best person to help you through a spell of worry is someone who’s done that for you before—a family member, a friend, a mentor. Maybe you don’t even need to talk with this person about writing; maybe you just need to be reminded to believe in yourself, that you can do it” –The Writing Center, 2021.

Bertanya dan meminta masukan dari para penulis lain, adalah salah satu cara untuk menyelesaikan kecemasan dan kebuntuan menulis. Namun terkadang yang Anda perlukan hanyalah mempertebal rasa percaya diri.

Tanpa harus banyak bertanya kepada orang lain, Anda tetap bisa menyelesaikan tulisan yang sudah mulai Anda kerjakan. Mungkin saja hasilnya tidak seideal yang Anda harapkan. Mungkin saja hasilnya tidak bisa memuaskan harapan Anda, terlebih bagi Anda yang bertipe perfeksionis.

Namun Anda harus selalu memahami bahwa menulis adalah sebuah proses. Berbagai perjuangan dan kesulitan yang berhasil Anda taklukkan hari ini, adalah modalitas untuk mewujudkan karya-karya berkualitas di masa yang akan datang.

Bahan Bacaan

The Writing Center, Writing Anxiety, https://writingcenter.unc.edu, diakses 27 Agustus 2021

Keith Hjortshoj, Understanding Writing Blocks, Oxford University Press, New York, 2001

1 thought on “Menghindari Writing Anxiety – 5

  1. Aamiin menunjukan karya-karyanya di masa mendatang adalah proses membuat karya di masa kini. Syukran katsiran ustadz Cahyadi Takariawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *