.
Oleh : Cahyadi Takariawan
“Read a lot. Reading really helps. Read anything you can get your hands on” –JK Rowling
.
Apakah sampai hari ini Anda masih merasakan kesulitan menulis? Mari terus belajar dan berlatih bersama-sama, sambil menengok saran dari para penulis dunia.
Berikut saya ajak Anda menyimak penuturan Chad Grills (2017), yang berusaha mengambil spirit menulis dari para tokoh dunia, agar bisa memotivasi untuk terus menerus menghasilkan karya.
Penulis Terbaik adalah Mereka yang Membaca Buku Terbaik
“If you don’t consume the best raw material and inputs, how could you possible create any great outputs? Read the best books you can find, and don’t be afraid to read them many times” –Chad Grills, 2017.
JK Rowling berpesan kepada para penulis, “Banyaklah membaca. Membaca sangat membantu anda. Baca apa pun yang bisa Anda dapatkan”. Saran seperti tentu sudah sangat banyak Anda temukan.
Bisakah kita menulis tanpa pernah membaca? Sangat bisa. Namun kualitas tulisan Anda tidak akan bisa berkembang jika Anda tidak banyak membaca. Maka banyak membaca adalah syarat untuk menjadi penulis berkualitas.
Chad Grills menyatakan, penulis terbaik adalah mereka yang membaca buku terbaik. “Jika Anda tidak mengkonsumsi bahan baku dan input terbaik, bagaimana Anda bisa menghasilkan output yang bagus? Bacalah buku-buku terbaik yang dapat Anda temukan, dan jangan takut untuk membacanya berkali-kali”, saran Grills.
“If it’s a good book, anyone will read it. I’m totally unashamed about still reading things I loved in my childhood” –JK Rowling
Mengulang membaca buku yang sama, memberikan manfaat pembelajaran bagi proses penulisan Anda. Bahkan ketika itu adalah buku-buku yang menjadi favorit di masa kecil. “Jika itu buku yang bagus, siapa pun akan membacanya. Saya benar-benar tidak malu masih membaca hal-hal yang saya sukai di masa kecil”, ujar JK Rowling
Manfaat Membaca bagi Penulis
“The real importance of reading is that it creates an ease and intimacy with the process of writing. Constant reading will pull you into a place, where you can write eagerly and without self-consciousness” –Stephen King
Membaca buku sangat penting bagi penulis, karena dengan itu dirinya mendapat berbagai kemanfaatan secara langsung. Sarah Rhea Werner (2015) menyebutkan sejumlah kemanfaatan membaca bagi penulis, di antaranya adalah:
- Membantu memahami hal-hal yang diinginkan oleh pembaca
- Memberikan wawasan dalam membangun struktur tulisan dan mengembangkan kerangka tulisan
- Mempertajam sisi emosi dalam menulis
- Memperluas gagasan dan kemampuan dalam teknik kepenulisan
- Memberi inspirasi dan motivasi berprestasi, agar kualitas tulisan semakin baik
- Mendapatkan banyak ide untuk menulis
- Menciptakan kemudahan dan keintiman dalam proses menulis
Sedangkan Stephen King menyatakan, “Urgensi membaca yang sebenarnya adalah menciptakan kemudahan dan keakraban dengan proses menulis. Membaca terus-menerus akan menarik Anda ke suatu tempat, di mana Anda dapat menulis dengan penuh semangat dan tanpa kesadaran diri”.
Masih sangat banyak kemanfaatan membaca, bagi para penulis. Hal ini terutama bagi Anda yang ingin menekuni dunia kepenulisan sebagai jalan pengabdian profesional. Jika Anda ingin profesional di bidang kepenulisan, dan produktif menulis, mau tidak mau, Anda harus banyak membaca.
Tips Agar Anda Banyak Membaca
“Read in your favorite reading place during your free time — whether that’s out on the beach, in a cozy armchair by the fireplace, or in bed before falling asleep. Read everywhere else –while jogging, gardening, vacuuming, driving, attending a boring party, etc, with the magic of audiobooks!” –Sarah Rhea Werner, 2015.
Agar Anda semangat membaca dan banyak membaca, Sarah Werner menyarankan beberapa tempat dan waktu yang bisa Anda manfaatkan untuk membaca.
- Bacalah di tempat favorit Anda dalam waktu luang yang Anda miliki, mungkin di pantai, di kursi berlengan yang nyaman di dekat perapian, atau di tempat tidur sebelum tertidur.
- Membaca sambil makan siang di meja Anda atau di ruang istirahat. Kenakan headphone –baik untuk memutar musik atau tidak, jika diperlukan.
- Membaca sambil menunggu suatu aktivitas, seperti di ruang praktik dokter, saat antre di suatu tempat publik, sambil menunggu anak Anda keluar dari sekolah, di toilet, dan di mana pun Anda bisa.
- Membaca selama perjalanan ke tempat kerja, jika Anda naik kereta api atau bus, atau bepergian dengan mobil di mana Anda tidak memegang kemudi.
- Membaca sambil berolahraga di treadmill, elips, spinner, atau peralatan lain yang tidak mengharuskan Anda untuk mengawasi apa pun.
- Membaca di mana saja, sambil jogging, berkebun, menyedot debu, menghadiri pesta yang membosankan, dan lain-lain, dengan buku audio.
Petuah Stephen King
Stephen King adalah novelis dunia yang telah menulis lebih dari 50 novel dan ratusan cerita pendek. Ia juga menulis beberapa karya nonfiksi seperti On Writing (2000) dan The institute (2019).
Mari kita simak petuah Stephen King untuk para penulis. Ia menyarankan para penulis untuk banyak membaca, agar bisa menghasilkan karya yang lebih berkualitas.
- “Jika Anda ingin menjadi penulis, Anda harus melakukan dua hal: banyak membaca dan banyak menulis. Tidak ada jalan keluar dari dua hal ini, dan tidak ada jalan pintas.”
- “Membaca lebih dari sekadar pembuka pintu untuk pekerjaan yang lebih baik. Itu keren, itu tendangan, itu buzz. Orang yang tidak membaca, hanya menjalani satu kehidupan tunggal. Terkadang ketika buku yang tepat berada di tangan yang tepat, itu menyalakan api yang memberi cahaya kepada orang lain.”
- “Anda harus membaca secara luas, terus-menerus memperbaiki (dan mendefinisikan ulang) pekerjaan Anda sendiri saat Anda melakukannya. Jika Anda tidak punya waktu untuk membaca, Anda tidak punya waktu (atau alat) untuk menulis.”
Bagaimana dengan Anda? Semoga sudah banyak membaca.
Bahan Bacaan
Chad Grills, The 7 Secrets of Writing From the Best Writers in the World, https://medium.com, 2 November 2017
Lauren Passell, Stephen King’s Top 20 Rules For Writers, https://www.barnesandnoble.com, 22 Maret 2013
Sarah Rhea Werner, Why Do Writers Need to Read? www.sarahwerner.com, 12 Juni 2015

Benar sekali. Dengan banyak membaca, wawasan semakin bertambah, semangat menulispun membuncah. Namun keistiqamahan/ ke fokusan yang harus saya harus di asah. Syukran katsiran ustadz Cahyadi Takariawan atas ilmu yang selalu di beri.