19 September 2026

.

Oleh : Urip Widodo (alumni Kelas Menulis Online Alineaku)

Dengan rutin menulis, Anda telah mengaktifkan ketiga unsur kepribadian manusia. Jika rutin diaktifkan, ketiganya akan selalu terjaga kesehatannya” –Urip Widodo, 2022.

.

Ada tiga unsur dalam diri seorang manusia, yaitu akal, hati dan jasad. Ketika Anda menulis sebuah cerpen, misalnya, akal Anda akan berpikir tema apa yang akan ditulis, bagaimana mencari kosa kata yang tepat dan bagaimana merangkaikan beberapa kosa kata tersebut sehingga menjadi kalimat yang indah.

Hati Anda pun akan diajak mengeluarkan perasaannya sesuai tema dari cerita yang Anda tulis, apakah tentang kesedihan, kebahagiaan, atau kemarahan, supaya cerita yang kita tulis itu berbobot. Terakhir, tentu fisikpun aktif selama menulis, khususnya kesepuluh jari dan mata kita.

Dengan rutin menulis, Anda telah mengaktifkan ketiga unsur kepribadian manusia. Jika rutin diaktifkan, ketiganya akan selalu terjaga kesehatannya.

Manfaat Kesehatan Menulis

Dengan menulis, Anda bisa mengeluarkan semua emosi negatif yang tertahan di dalam perasaan Anda” – Urip Widodo, 2022.

Situs doktersehat.com dalam artikelnya yang berjudul ’13 Manfaat Menulis bagi Kesehatan dan Karier’ mengungkapkan bahwa aktivitas menulis dapat mengatasi gejala depresi dan kecemasan. Terutama ketika Anda menuliskan perasaan atau emosi yang sedang dirasakan. Dengan menulis, Anda bisa mengeluarkan semua emosi negatif yang tertahan di dalam perasaan Anda.

Artikel tersebut juga menyampaikan hasil sebuah studi yang dilakukan di Selandia Baru. Studi tersebut melibatkan orang-orang yang pernah mengalami pengambilan biopsi kulit sebagai respondennya.

Para peneliti menugaskan sebagian responden untuk menulis sebuah jurnal tentang kegiatan sehari-harinya selama 20 menit per hari, dan sebagian responden yang lain dilarang untuk menulis. Hasilnya, 76% dari responden yang menulis setiap hari mengalami kesembuhan sepenuhnya pada hari ke-sebelas. Hasil studi ini menunjukkan bahwa menulis dapat membantu pemulihan fisik lebih cepat.

Prof. James W. Pennebaker seorang pengajar di Souther Methodist University, USA pernah melakukan penelitian tentang pemulihan jiwa dengan cara menulis. Beliau menyarankan kepada responden yang ditelitinya untuk menuliskan segala emosi yang dirasakan selama 20 menit secara konsisten.

Di akhir penelitian, terbukti menulis bisa menjadi salah satu sarana untuk mengurangi stress, bahkan bisa menyembuhkan kanker. Hasil penelitiannya ini kemudian dikenal istilah Writing Therapy atau terapi menulis.

Dalam artikel berjudul ‘Tips Menulis sebagai Terapi’ di situs Tempo.co, Debra Yatim sebagai nara sumber menyebutkan beberapa tips untuk melakukan terapi diri sendiri. Pertama, harus membuat jadwal, artinya harus ditetapkan hari apa dan jam berapa kita komitmen akan menulis. Kedua, gunakan metode suka-suka, maksudnya Anda menulis secara bebas, tidak perlu terstruktur, tak perlu ada alur cerita, bebas kapan mau mengakhiri tulisan.

Lima Gaya Menulis untuk Terapi

Dengan menulis ekspresif, semua sumber trauma atau depresi bisa tergali, dan Anda akan merasa lepas setelah menuliskannya” –Urip Widodo, 2022.

Menurut situs alterra.id dalam artikelnya yang berjudul ‘Menjaga Kesehatan Jiwa dengan Terapi Menulis’, ada lima gaya menulis yang bisa diterapkan saat melakukan terapi menulis, yaitu:

1. Menulis gaya bebas

Menulis gaya bebas adalah menulis semua perasaan tanpa beban, tanpa tekanan, bebas dari aturan menulis. Gaya ini cocok untuk Anda yang baru mencoba menulis.

2. Menulis gaya ekspresif

Gaya ini cocok untuk yang mempunyai trauma pada masa lalu atau depresi. Tapi butuh keberanian untuk menuliskannya walaupun tulisannya itu tidak akan ditampilkan ke publik. Dengan menulis ekspresif, semua sumber trauma atau depresi bisa tergali, dan Anda akan merasa lepas setelah menuliskannya.

3. Menulis gaya buku harian

Menuliskan kejadian yang Anda alami sehari-hari, kemudian membacanya kembali dan merenungkannya, untuk dapat mengambil pelajaran atau hikmah dari peristiwa tersebut. Menulis dengan gaya ini membutuhkan konsistensi, karena harus menulis setiap hari.

4. Menulis gaya surat

Gaya menulis ini cocok untuk Anda yang masih merasa kesulitan untuk menyampaikan unek-unek kepada seseorang secara langsung. Dengan gaya ini, semua yang ingin disampaikan ditulis sebagaimana Anda ingin menyampaikannya melalui sebuah surat. Biasanya dengan gaya ini akan memunculkan rasa lega pada penulisnya.

5. Menulis gaya puisi

Ini lebih cocok untuk Anda yang memang punya jiwa seni. Menuliskan sebuah perasaan ke dalam bentuk puisi yang indah, selain muncul rasa lega karena telah melepaskan perasaan, juga menimbulkan rasa senang karena bisa menyalurkan hobi.

Jadi, kalau Anda ingin sehat, maka menulislah!

.

Urip Widodo adalah pegawai BUMN sekaligus penulis freelance. Tinggal di Kota Tasikmalaya. Nomer WA:  0852-2385-2832. Facebook:  Urip Abina Kamal. Instagram:  uripwid. Email:  [email protected]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *