.
Bedah Naskah Karya Peserta Kelas Menulis dan Membuat Buku (KMMB) Ibnu Abbas Klaten 2021 / 2022
Oleh : Cahyadi Takariawan
.
Perhatikan naskah asli karya @UmmaSha, salah seorang peserta KMMB Ibnu Abbas Klaten, berikut ini. Saya kutip apa adanya, sebagaimana aslinya.
*****
“Produktif ga harus keluar rumah”
Oleh : UmmaSha
Produktif menrut KBBI mampu menghasilkan sesuatu dalam jumlah yang besar.
Produktif dalam hal ini saya memaknainya dari dua sudut pandang yaitu produktif secara lahiriah dan produktif secara batiniah.
Produktif secara lahiriah adalah dimana jasad kita bisa menghasilkan atau berbuat hal-hal yang positif dan memberikan kebermanfaatan. (tidak harus sesuatu yang wow). Baik buat diri kita sendiri, maupun untuk orang disekeliling kita.
Produktif secara batiniah adalah dimana Ruh kita secara batin lebih dekat dengan Rabbnya dengan melakukan peningkatan ibadah secara signifikan dan berkesinambungan.
Nah..dimasa pandemic seperti sekarang ini, tentu ruang gerak kita terbatas hanya dilingkaran rumah kita sendiri dan secara tidak langsung aktifitas kita diluar rumah mau tidak mau juga dibatasi. Tapi ingat produktifitas kita tidak bisa dibatasi.
Nah selama ini orang memandang bahwa orang produktif itu adalah orang yang punya jam terbang tinggi diluar rumah, berangkat pagi pulang petang.
Padahal, produktifitas itu tidak selalu identic dengan keluar rumah, didalam rumahpun kita bisa produktif. Merujuk dari sudut pandang tentang produktif saya di atas tadi, ada 2 produktivitas yang harus kita tingkatkan dimasa pandemi sekarang ini.
1. Pandemi ini memberikan kita banyak ruang untuk lebih berkhidmat, mendekat kepada Rabb kita. Buat target ibadah sebanyak-banyaknya, buat target baca buku sebanyak-banyaknya, buat tulisan2 sederhana sebanyak-banyaknya. Jadi pas Allah kasih waktu kita buat keluar rumah, kita punya catatan prestasi karna sudah selesai menyelesaikan seluruh target.
2. Mengembalikan fitrah kita sebagai seorang muslimah untuk lebih banyak berbuat dari dalam rumah. Karena bagaimanapun kita sebagai seorang muslimah ada atau tidaknya pandemi, tetap harus membatasi diri beraktivitas diluar rumah tanpa ada pendampingan mahrom.
*****
Naskah di atas terdiri dari 254 kata atau 1.591 karakter. Perhatikan setelah saya lakukan editing kecil, berikut ini.
*****
Produktif Tidak Harus Keluar Rumah
Oleh : UmmaSha
Menurut KBBI, produktif artinya mampu menghasilkan sesuatu dalam jumlah besar. Saya memaknai produktif dari dua sudut pandang, yaitu produktif secara lahiriah dan produktif secara batiniah.
Produktif secara lahiriah terjadi saat jasad kita bisa menghasilkan atau berbuat hal-hal yang positif dan memberikan kebermanfaatan. Ini tidak harus sesuatu yang wow, yang penting bisa memberikan kebermanfaatan. Bermanfaat untuk diri kita sendiri, maupun untuk orang-orang di sekeliling kita.
Produktif secara batiniah terjadi saat ruh kita secara batin lebih dekat kepada Allah. Hal ini bisa diusahakan dengan peningkatan ibadah secara signifikan dan berkesinambungan.
Di masa pandemi seperti saat ini, ruang gerak kita sangat terbatas. Kita bergerak lebih banyak di lingkaran rumah kita sendiri, lantaran aktivitas di luar rumah sangat dibatasi. Tapi ingat, produktivitas kita tidak bisa dibatasi.
Selama ini banyak orang berpandangan bahwa produktif adalah orang yang mempunyai jam terbang tinggi di luar rumah, berangkat pagi pulang petang. Padahal, produktivitas itu tidak idektik dengan keluar rumah. Di dalam rumahpun kita bisa produktif.
Merujuk sudut pandang saya tentang produktif, ada dua jenis produktivitas yang harus kita tingkatkan di masa pandemi saat ini. Keduanya insyaallah bisa kita wujudkan.
Pertama, pandemi telah memberi kita banyak ruang untuk lebih berkhidmat, mendekat kepada Allah. Buat target ibadah sebanyak-banyaknya, buat target baca buku sebanyak-banyaknya, buat tulisan-tulisan sederhana sebanyak-banyaknya.
Ketika kelak Allah memberikan waktu untuk keluar rumah, kita telah memiliki catatan prestasi karena telah menyelesaikan seluruh target. Inilah produktivitas yang nyata.
Kedua, mengembalikan fitrah kita sebagai seorang muslimah untuk lebih banyak berbuat dari dalam rumah. Sebagai muslimah, baik masa pandemi ataupun tidak, tetap harus membatasi diri beraktivitas diluar rumah tanpa ada pendampingan mahram.
****
Catatan
Pada dasarnya karya UmmaSha di atas bergaya nyantai. Tentu boleh dan sah saja, karena tergantung segmen yang sedang kita tuju.
Namun, meskipun bergaya nyantai, tetaplah memperhatikan dan peduli dengan kenyamanan pembaca. Berikut beberapapoin catatan saya, untuk membuat pembacamenjadilebih nyaman.
- Saya mengubah banyak kata dan kalimat agar tulisan lebih enak dibaca. Lihat perbedaan naskah asli dengan hasil edit.
- Perhatikan penulisan di – kapan dipisah dan kapan digabung. Masih banyak dijumpai di yang harusnya dipisah, ditulis digabung.
- Perhatikan pemakaian huruf besar dan huruf kecil. Kapan harus besar, kapan harus kecil.
- Perhatikan cara penulisan yang benar. Kata produktif (dengan huruf f) dan aktif (dengan huruf f), harus berubah menjadi produktivitas (dengan huruf v) dan aktivitas (dengan huruf f). Jadi jangan kebalik balik.
- Jangan membiasakan menyingkat kata, misalnya tulisan2. Tulislah dengan lengkap : tulisan-tulisan.
- Biasakan menggunakan istilah baku, kecuali pada dialog. Misalnya ga harus. Ga itu bentuk tidak baku, dan bentuk bakunya adalah tidak. Kalau bentuk dialog, boleh menggunakan istilah tidak baku, karena menyesuaikan dengan konteks. Misalnya, “Sorry ya gaes, gue ga bisa hadir di rumah loe”, kata Amir.
Semoga bermanfaat. Selamat berkarya.

Terimakasih, Pak Cah.
Sangat bermanfaat