20 September 2026

.

Oleh : Urip Widodo (alumni Kelas Menulis Online Alineaku)

Penulis buku akan selalu hidup, sepanjang bukunya masih dirasakan manfaatnya” –Urip Widodo, 20222.

.

Bagaimana mungkim menulis bisa memperpanjang umur? Bukankah umur manusia sudah ditentukan Allah SWT?

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, Saya mau menyampaikan sebuah hadits. Rasulullah SAW bersabda, “Bagi siapa yang ingin dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menjalin hubungan silaturahmi” (HR. Muttafaq Alaih).

Apakah silaturahmi dapat mengubah ketetapan Allah SWT tentang umur seseorang? Tentu tidak seperti itu. Umur manusia sepenuhnya ditentukan oleh Allah SWT. Karenanya, manusia tidak bisa mengurangi atau menambah umurnya.

Allah SWT menegaskan dalam firman-Nya di surat Al-A’raf ayat ke-34, ”Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu; maka jika telah datang waktunya, mereka tidak akan dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak dapat (pula) memajukannya.”

Lalu bagaimana maksudnya silaturahmi dapat memperpanjang umur? Maksudnya, dengan banyak silaturahmi, akan memperat hubungan baik dengan orang sudah kita kenal dan menambah kenalan baru.

Dengan semakin banyak orang yang kita kenal, dan kita dikenal sebagai seorang yang baik, maka nama kita akan dikenang terus oleh mereka, walaupun kita sudah meninggal. Jadi boleh jadi jasad kita sudah dikubur, tapi nama kita tetap dikenang sepanjang masa.

Umur Kemanfaatan yang Panjang

Kedua mufasir tersebut sudah meninggal, tetapi sampai sekarang nama keduanya tetap hidup, karena kitab tafsirnya sampai sekarang masih dijadikan rujukan” –Urip Widodo, 20222.

Banyak sekali orang yang sudah lama meninggal, tapi namanya sampai sekarang masih dikenang. Contoh sederhana adalah para pahlawan nasional, seperti Pangeran Diponegoro, Cut Nyak Din, Teuku Umar, dan lain-lain. Dari bidang yang lain juga banyak, misalnya para ilmuwan seperti; Isac Newton, Ibnu Khaldun, Ibnu Sina, dan sebagainya. Intinya, mereka berumur panjang karena punya kontribusi yang baik, yang layak dikenang.

Nah, menulis pun demikian. Menulis akan menjadikan umur panjang. Dengan menulis buku yang bermanfaat bagi masyarakat luas dan dijadikan rujukan, apalagi kalau buku itu menjadi best seller, dan dicetak beberapa kali, maka nama penulisnya akan selalu dikenang walaupun sudah meninggal. Penulis buku tersebut akan selalu hidup, sepanjang bukunya masih dirasakan manfaatnya.

Banyak tokoh yang sampai sekarang masih dikenang, karena buku yang ditulisnya. Di antaranya; HAMKA. Buah karyanya yang terkenal adalah tafsir Al-Azhar dan novel Tenggelamnya Kapal Van Der wijk. Atau Sayid Quthb, seorang ulama Mesir, penulis tafsir Fii Zilal Quran. Kedua mufasir tersebut sudah meninggal, tetapi sampai sekarang nama keduanya tetap hidup, karena kitab tafsirnya sampai sekarang masih dijadikan rujukan.

Yang lebih fenomenal adalah Ibnu Katsir yang kita kenal melalui kitab tafsir yang ditulisnya, Tafsir Ibnu Katsir. Beliau meninggal tanggal 18 Februari 1373 atau 647 tahun yang lalu, tetapi karena kitab tafsirnya sampai sekarang masih dijadikan rujukan di seluruh dunia, nama beliau tetap ‘hidup’, bahkan mungkin sampai dunia ini berakhir.

Agar Panjang Umur

Tidak harus menulis buku yang tebal. Selama buah pikiran yang Anda tulis itu bermanfaat atau bisa menginspirasi pembaca, maka nama Anda akan dikenang” –Urip Widodo, 20222.

Tentu Anda pun bisa berumur panjang dengan menulis. Tidak harus menulis buku yang tebal. Selama buah pikiran yang Anda tulis itu bermanfaat atau bisa menginspirasi pembaca, maka nama Anda akan dikenang.

Apalagi sekarang era internet. Untuk menulis ide-ide, buah pikiran, Anda tidak perlu menulis dalam bentuk buku fisik. Banyak fasilitas atau media yang dapat Anda manfaatkan untuk menulis. Bisa menulis di blog pribadi, bisa dengan memanfaatkan platform-platform kepenulisan, bisa menulis di media-media sosial, atau bisa juga di grup-grup messenger. Kelak, setelah tiada, selama tulisan Anda di baca, maka Anda hakikatnya tetap hidup.

Anda juga bisa menulis dalam bentuk eBook (buku elektronik), dan kemudian membagikannya ke teman-teman Anda, dan jika kemudian teman-teman Anda itu membagikannya lagi ke teman-teman mereka, maka nama Anda sebagai penulisnya akan dikenal oleh banyak orang. Dan apabila isi eBook yang Anda tulis itu dirasakan manfaatnya, maka eBook itu akan selalu dibaca. Otomatis nama Anda sebagai penulis eBook itu akan dikenang selalu.

Jadi, jika ingin panjang umur, menulislah!

.

Urip Widodo adalah pegawai BUMN sekaligus penulis freelance. Tinggal di Kota Tasikmalaya. Nomer WA:  0852-2385-2832. Facebook:  Urip Abina Kamal. Instagram:  uripwid. Email:  [email protected]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *