.
Oleh : Urip Widodo (Alumni Kelas Menulis Online Alineaku)
“Membaca berarti mengisi kepala (otak), yang akan dikeluarkan ketika menulis” –Urip Widodo, 2022.
.
Dalam bahasa Arab ada quote yang populer, yaitu ‘Faqidusy sya’i laa yu’tihi’. Artinya ‘Yang tidak memiliki sesuatu tidak bisa memberikan sesuatu’. Maksudnya adalah, seseorang tidak akan dapat memberikan sesuatu kepada orang lain, manakala dia tidak memiliki sesuatu yang akan diberikan itu.
Di dunia kepenulisan juga ada quote yang hampir mirip maknanya dengan quote di atas, yaitu, ‘Menulis adalah proses mengeluarkan isi kepala. Dan membaca adalah proses mengisinya’.
Maknanya adalah, ketika menulis sebenarnya kita sedang mengeluarkan berbagai informasi yang terpendam di dalam memori otak, yang masuk dan tersimpan dalam memori otak kita melalui membaca, melihat, menonton, atau mendengar. Membaca berarti kita sedang mengisi kepala (otak) yang akan dikeluarkan ketika kita menulis.
Aktivitas menulis memang tidak bisa dipisahkan dengan aktivitas membaca. Bagaikan dua sisi mata uang. Tidak mungkin seseorang menjadi penulis kalau dia bukan seorang pembaca (punya kebiasaan membaca). Walaupun mungkin saja ada penulis yang tidak suka membaca. Tetapi bisa dipastikan tulisan-tulisannya akan kaku atau tidak variatif.
Membaca adalah Gerbang Pengetahuan
“Seseorang yang gemar membaca tanpa menjadi penulis, hanya akan menangkap ilmu dan menumpuknya dalam memori otaknya, yang lama-lama akan hilang” –Urip Widodo, 2022.
Ada beberapa quote yang menjelaskan bahwa membaca sama dengan menyerap pengetahuan. Misalnya quote ‘buku adalah jendela dunia’. Maksudnya dengan membaca buku sama dengan kita sedang menatap dunia dan menyerap berbagai informasi yang ada di dalamnya.
Ada lagi quote ‘membaca adalah bepergian tanpa melakukan perjalanan’. Maksudnya dengan membaca sama dengan melakukan sebuah perjalanan yang tentu dalam perjalanan itu kita menemukan berbagai hal menarik.
Ada juga quote ‘buku adalah gudang ilmu’, ini juga bermaksud menegaskan bahwa dengan membaca kita akan mendapatkan ilmu yang banyak. Jadi, semakin banyak membaca maka semakin banyak pula informasi yang tersimpan dalam memori otak kita, dan itu menjadi modal bagi seorang penulis.
Rasulullah Saw bersabda, “Ikatlah ilmu dengan menuliskannya.” (Silsilah Ash-Shahiihah no. 2026). Kalau ilmu itu diibaratkan binatang buruan, maka dengan membaca kita telah menangkap binatang buruan itu lalu kita mengikatnya dengan menulis.
Erat sekali hubungan antara menulis dengan membaca. Seseorang yang gemar membaca tanpa menjadi penulis, hanya akan menangkap ilmu dan menumpuknya dalam memori otaknya, yang lama-lama akan hilang.
Ketika Anda berkeinginan menjadi seorang penulis maka mau tidak mau Anda harus banyak membaca. Dengan rutin membaca dan menulis maka otak Anda dibuat bekerja. Jika rutin digunakan, otak Anda akan menjadi dan selalu fresh.
Dengan menulis Anda menjadi terbiasa merangkai sebuah kalimat untuk menyampaikan sebuah maksud, juga terbiasa menghubungkan sebuah peristiwa dengan peristiwa yang lain dalam alur yang logis. Kebiasaan ini akan terbawa juga ke dalam komunikasi verbal.
Anda jadi terbiasa memilih dan menyusun kata atau kosakata ketika akan berbicara, baik berbicara dalam sebuah dialog atau berbicara dengan orang lain, maupun berbicara ketika Anda pidato, ceramah atau presentasi.
Mengapa Menulis Membuat Pintar?
“Untuk menulis kita membutuhkan tema atau ide, sehingga otak Anda akan selalu diputar untuk memunculkan ide” –Urip Widodo, 2022.
Dengan menulis Anda akan menjadi pintar. Bagaimana menjelaskan hubungan antara menulis dengan pintar?
1. Anda dipaksa banyak membaca supaya kualitas tulisan kita berbobot. Dengan banyak membaca wawasan Anda akan semakin luas.
2. Anda telah mengikat ilmu-ilmu yang telah Anda ‘tangkap’ melalui membaca, sehingga tertanam kuat dalam memori otak Anda.
3. Otak Anda digunakan secara terus menerus, sehingga ketajamannya selalu terjaga.
4. Untuk menulis kita membutuhkan tema atau ide, sehingga otak Anda akan selalu diputar untuk memunculkan ide.
Situs cosmopolitan.co.id pernah memuat sebuah artikel yang berjudul ‘8 Kebiasaan Ini Bisa Bikin Kamu Tambah Pintar’. Kedelapan kebiasaan tersebut adalah:
1. Banyak membaca
2. Memanfaatkan waktu online dengan bijak
3. Tulis hal yang baru kamu pelajari
4. Jelaskan hal yang kamu pelajari ke orang lain
5. Membuat “done list” (daftar hal-hal yang sudah diraih)
6. Main games yang mengasah otak
7. Berteman dengan orang pintar
8. Mencoba hal baru
Dari kedelapan hal di atas, nomor 1, 3 dan 5 membuktikan menulis dan membaca bisa membuat kita tambah pintar.
Jadi, tunggu apa lagi? Menulislah maka Anda akan menjadi pintar.
.
Urip Widodo adalah pegawai BUMN sekaligus penulis freelance. Tinggal di Kota Tasikmalaya. Nomer WA: 0852-2385-2832. Facebook: Urip Abina Kamal. Instagram: uripwid. Email: [email protected]

Menarik dan menginspirasi. Namanya seperti sudah tak asing lagi saya dengar. Baarakallah. Terimakasih motivasi kepenulisannya. Syukran katsira ustadz Cahyadi Takariawan.
Alhamdulillah mendapat pencerahan lagi. Terima kasih, Pak Cah selalu memotivasi kami dalam menulis.