.
Rumesha / Rutin Menulis Setiap Hari – 6
Oleh : Cahyadi Takariawan
.
Saya mengajak Anda rutin menulis setiap hari (rumesha). Bukan setiap pekan, bukan setiap bulan. Walau hanya 15 menit, walau hanya 100 kata, rutinlah menulis dan memublikasikan tulisan Anda.
Salah satu bahan yang mudah Anda tuliskan adalah pengalaman baru. Sebuah pengalaman baru –dalam hal apapun—akan cenderung menjadi sesuatu yang berkesan. Jika hal itu berkesan, akan mudah untuk dituliskan.
Misalnya, pengalaman pertama mencoba membuat masakan. Selama ini daging kurban hanya dimasak itu-itu saja. Lima tahun lalu saya mengajak istri untuk mencoba membuat bakso dari daging sapi kurban.
Kami belum pernah membuat bakso sendiri. Selama ini, hanya dengan membeli saja. Tidak pernah membikin pentol bakso di rumah.
Nah, ketika berhasil membuat pentol bakso, dan rasanya sangat enak, ini menjadi pengalaman sangat berkesan. Ternyata mudah membuat bakso. Bahkan bakso bikinan kami lebih enak dari bakso manapun yang pernah kami beli.
Pengalaman lima tahun yang lalu itu, masih berkesan sampai sekarang. Setiap kali kami mengingatnya, selalu menjadi pembicaraan di keluarga. “Mengapa kita tidak dari dudlu-dulu melakukan ini?” Itu pertanyaan kami.
*****
Bagaimana cara menuliskan pengalaman baru? Ambil satu contoh pengalaman baru yang Anda miliki dalam bulan ini. Tentu sangat banyak. Pilih salah satu saja, yang paling mengesankan, atau paling baru secara kejadian.
Saya memiliki banyak pengalaman baru di bulan ini. Jika sebutkan contoh-contoh berikut ini, hanyalah untuk menunjukkan kepada Anda, bahwa semua dari kita pasti memiliki sangat banyak pengalaman baru.
Daftar Pengalaman Baru di Bulan Juli
- Melaksanakan shalat Idul Adha, dengan imam dan khatib dari Youtube. Saya tidak mengikuti agenda ini, namun saya menyimak acara tersebut.
- Saya dan keluarga shalat Idul Adha dari rumah saja, dan mengikuti takbiran bersama-sama dengan banyak kalangan masyarakat melalui youtube. Takbiran bareng melalui youtube baru kami alami saat ini.
- Membuat bakso “benar-benar daging”. Ini pengalaman baru setelah Idul Adha. Kami bikin bakso full daging,
- Berapa lama memasak lidah sapi dengan panci presto? Hari ini kami melakukannya. Belum pernah kami memasak lidah sapi dari mentah. Biasanya kami mendapatkan sudah dalam bentuk digoreng.
- Pengalaman baru dengan Tiktok. Saya baru belajar menggunakan Tiktok, dan sekarang mengerti cara membuat postingan live video yang bisa tepat 1 menit. Ini hal baru bagi saya.
- Bulan ini saya mulai menulis rutin dengan tema dinamika hubungan menantu dan mertua. Setiap hari posting di Kompasiana. Sebelumnya, saya belum pernah memiliki tulisan berseri tentang mnantu – mertua.
- Saya punya nama baru, Donkey Kong. Nama ini diberikan oleh cucu saya, yang menyebut dirinya sebagai Mario, dan kadang-kadang sebagai Sonic.
- Mulai bulan Juli ini saya mulai rutin menulis satu artikel setiap pagi, di teras depan rumah saya sambil menanti terbit matahari.
Nah, tentu masih sangat banyak pengalaman baru yang saya alami. Hal-hal di atas hanya contoh, bahwa kita semua pasti memiliki pengalaman baru di sepanjang kehidupan. Tidak perlu menunggu pengalaman-pengalaman hebat, ajaib, atau spektakuler. Cukup pengalaman sederhana yang kita alami sehari-hari.
*****
Setelah memilih satu pengalaman baru, bikinlah poin-poin pentingnya untuk ditulis. Misalnya saya ambil pengalaman baru yang pertama. Melaksanakan shalat Idul Adha dari rumah saja, namun imam dan khatib live melalui youtube.
Poin-poin apa saja yang ingin saya tuliskan? Penuhi unsur 5 W dan 1 H yang biasa dalam juralistik.
- What – apa nama kegiatannya?
- Why – mengapa dilakukan kegiatan tersebut? Apa alasannya?
- When – kapan kejadiannya? Hari, tanggal, jam kejadian.
- Who – siapa panitia penyelenggaranya? Siapa imam dan khatibnya? Siapa saja jama’ahnya?
- Where – di mana ditayangkan? Channel youtube apa? Dari kota mana ditayangkannya?
- How – bagaimana shalat virtual itu dilakukan? Bagaimana cara atau teknisnya?
Setelah itu mulailah menulis poin demi poin. Tidak perlu panjang, yang penting setiap hari Anda rutin menulis. Untuk menjaga habit menulis, agar terus terasah.
Syukur jika ada foto atau video dari keguatan tersebut. Ini akan lebih menguatkan sisi dokumentasi.
*****
Setelah Anda menulis semua poin-poin di atas, baca ulang semua tulisan Anda. Lakukan editing semampu Anda. Paling tidak untuk menghilangkan kesalahan-kesalahan huruf atau tanda baca.
Terakhir postinglah di media sosial Anda. Boleh di facebook, instagram, atau blog pribadi Anda.
Rutinkan setiap hari. Menulis dan memosting. Menulis dan memosting. Setiap hari.
Ilustrasi : https://peacefulsoul.co/

Rutinkan menulis setiap hari, tidak perlu panjang menuliskannya yang penting menulis dan memosting setiap hari. Syukran ustaz Cahyadi Takariawan.