19 September 2026

.

Rumesha / Rutin Menulis Setiap Hari – 8 

Oleh : Cahyadi Takariawan

.

Dulu waktu aku masih kelas 8 SMP, saat ujian akhir semester (UAS) dicampur dengan kakak kelas. Kebetulan ada kakak kelas yang muallaf, dua pekan sebelum UAS. Jadi banyak yang belum tahu. Saat ujian agama, ia mendapat soal Agama Katolik. Iapun mengerjakan.

Selesai mengerjakan soal agama ia tersadar bahwa dirinya sudah Islam. Ia sangat takut dan khawatir, jangan-jangan ia sudah dianggap murtad dari Islam. Aku segera menenangkan dirinya, “Udah ga papa mbak, yang penting nilai ujiannya bagus”.

******

Kisah yang ditulis oleh @nurultyan di atas adalah pengalaman dan kisah yang menggelikan. Ia tulis dengan singkat di media sosialnya. Ketika saya tulis ulang dengan kalimat dan bahasa yang lebih standar, jadi 76 kata.

Nah, itu adalah contoh bagaimana kisah-kisah yang menggelikan bisa ditulis rutin setiap hari. Boleh berbentuk fiksi, boleh pula nonfiksi. Anda bebas memilih.

Semua orang pasti memiliki kisah-kisah dan pengalaman yang menggelikan. Karena peristiwanya unik, sering kali kita teringat terus sampai usia tua. Anda bisa menuliskan kisah-kisah unik dan menggelikan tersebut, sebagai bagian dari membangun habit “rutin menulis setiap hari / rumesha”.

Jadi, tidak sulit kan? Karena segala sesuatu bisa Anda jadikan sebagai bahan tulisan. Kisah-kisah menggelikan, bisa Anda kumpulkan. Mungkin kenangan lama sejak SD, SMP, SMA, kuliah, hingga sudah kerja dan berumah tangga. Tulis saja semuanya.

Anda punya pengalaman menggelikan? Tulis dan publikasikan. Bisa menjadi hiburan.

*******

Berikut kisah driver online yang terlalu bersemangat.

Baru saja saya pesan seblak secara online. Driver online mengonfirmasi, dirinya menuju restoran. Akupun menunggu.

Tak berapa lama, driver memberi tahu bahwa dirinya sudah sampai depan rumah. Akupun keluar. Ternyata dia tidak ada.

Setelah aku cek di chat, ternyata ia kembali ke resto seblak. Karena seblaknya ketinggalan. Haduh, kasihan jadinya.

Kisah menggelikan yang diunggah oleh @foodfess2 di atas, saya tulis ulang dengan bahasa saya sendiri. Jadi tulisan 50 kata. Nah, mudah kan caranya? Anda pasti bisa melakukannya.

Jika Anda rutin menulis setiap hari, suatu ketika nanti kumpulan kisah menggelikan bisa menjadi buku. Pasti akan sangat menghibur pembaca.

Selamat mengenang kisah-kisah menggelikan dalam kehidupan Anda.

Ilustrasi:

  1. www.idntimes.com
  2. www.brilio.com

2 thoughts on “Menuliskan Kisah yang Menggelikan

  1. Masya Allah,, ternyata begitu luas sekali bahan dan sumber tulisan itu. Tinggal masalah niat dan kemauan saja. Insyaallah mau rumesha. Asyik juga bisa menulis menggelikam. Syukran katsira ustaz Cahyadi Takariawan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *