.
Rumesha / Rutin Menulis Setiap Hari – 9
Oleh : Cahyadi Takariawan
.
Hari ini saya sangat berbahagia, karena masih bisa bangun pagi dalam keadaan sehat wal afiat. Sudah banyak teman dan saudara berpulang di tengah wabah covid, bersyukur saya masih diberi kesempatan. Saya berusaha menggunakan nikmat kehidupan ini untuk berbuat yang terbaik, yang mampu saya lakukan.
Selepas Subuh masih bisa share materi kepenulisan kepada teman-teman dalam banyak grup. Setelah itu, masih bisa olahraga ringan pagi hari, untuk menyehatkan diri. Alhamdulillah berkeringat. Nikmat berkeringat adalah nikmat yang amat luar biasa.
Menjelang terbit matahari, saya sempat menulis satu artikel, dan langsung posting di Kompasiana. Pagi ini adalah artikel ke-13 tentang dinamika hubungan menantu – mertua. Saya berkomitmen membuat buku Wonderful Mertua, dengan menyicil tulisan setiap pagi di Kompasiana.
Usai posting di Kompasiana, saya bersiap diri. Mandi dan sarapan pagi. Istri saya memasak sayur brongkos yang menggoda selera. Usai santap brongkos, saya membuat materi power poin untuk dua agenda webinar hari ini. Alhamdulillah selesai.
Saya bersyukur masih bisa merasakan masakan brongkos yang lezat, di saat sangat banyak orang tidak lagi memiliki kesempatan untuk itu. Tidak bisa mencium, tidak bisa membau, tidak bisa merasakan lezatnya masakan. Mereka berbaring di rumah sakit dengan pernapasan oksigen bantuan.
Webinar pertama hari ini, bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan Kabupaten Bulungan, dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional. Webinar kedua bersama Pre Mariiage Class, untuk edukasi pranikah. Alhamdulillah semua berjalan lancar, dan peserta sangat antusias.
Siang hari saya menikmati bakso sapi masakan istri. Hari ini kami menjamu para customer service yang masih masuk membantuk berbagai pekerjaan kami. Alhamdulillah, bakso sapi kami nikmati bersama-sama. Merayakan kebahagiaan dan kesyukuran hari ini.
Selanjutnya saya masih harus menyiapkan satu naskah edukasi untuk para konsultan keluarga. Mereka adalah para relawan yang berhimpun di grup-grup whatsapp, dan perlu mendapat asupan materi edukasi. Tiap hari satu naskah edukasi saya sampaikan di grup-grup konsultan itu.
Masyaallah, sangat bahagia hari ini. Bisa melakukan banyak aktivitas yang bermanfaat bagi banyak kalangan. Bisa menginspirasi, bisa mengedukasi, walau hanya dari rumah saja.
*******
Tulisan di atas bisa disebut sebagai gratitude journal. Panjangnya 316 kata. Menceritakan aktivitas dan kondisi sehari-hari, yang patut kita syukuri. Menceritakan nikmat yang Tuhan berikan dalam kehidupan, terlebih di masa pandemi yang memang sangat berat ini.
Semua dari kita, pasti memiliki sesuatu yang patut untuk disyukuri. Saat orang lain kesulitan bernapas, kita masih leluasa bernapas. Saat banyak orang membayar mahal untuk oksigen, kita gratis menghirup sepanjang hari.
Saat yang lain sesak napas, kita merasakan lega luar biasa. Saat yang lain berebut ranjang rumah sakit, kita masih bisa menikmati tidur nyenyak di rumah. Saat yang lain berebut obat dan plasma, kita bahkan sibuk membantu mengupayakannya. Semua kondisi itu, harus selalu kita syukuri.
Setiap hari, Anda akan menemukan hal-hal yang patut dan harus Anda syukuri. Apapun itu. Tuliskan berbagai hal yang menjadi anugrah Tuhan kepada kita. Tuliskan kesyukuran dan kebahagiaan, agar Allah menambah lagi nikmatnya kepada kita.
Menuliskan hal-hal yang kita syukuri, adalah cara menulis setiap hari yang tak akan habis bahannya. Sebab setiap hari baru, selalu ada nikmat baru, Selalu ada syukur baru. Selalu ada kebaikan baru. Maka bisa munculk tulisan baru.
Dengan menuliskan kesyukuran setiap hari, ada sangat banyak manfaat yang kita dapatkan.
- Melatih jiwa untuk mempertajam dan memperbanyak kesyukuran kepada Allah
Gratitude journal adalah proses olah jiwa untuk mampu selalu bersyukur atas nikmat yang Allah berikan.
- Melatih otak untuk selalu berpikiran positif dan optimistik
Jika membiasakan melihat hal-hak kecil untuk disyukuri, otak akan terlatih untuk selalu berpandangan positif dan optimis.
- Melatih ingatan untuk fokus kepada hal-hal positif
Ingatan harus diarahkan agar fokus kepada sisi-sisi positif, yang akan menjadi kekuatan dalam menjalani kehidupan.
- Melatih diri untuk memiliki pribadi pemurah
Jika kita mampu melihat banyaknya nikmat, maka akan mudah memberi bantuan kepada orang lain.
- Melatih kepekaan
Gratitude journal juga melatih kepekaan kita terhadap kondisi dan penderitaan orang lain, yang sedang mendapat musibah.
Selain hal-hal tersebut, Anda memiliki tulisan yang rutin bisa dipublikasikan. Memberi inspirasi dan motivasi kesyukuran pada pembaca, betapa nikmat kehidupan demikian mahal dan berharga pada kita semua.

Rumesha 9 menikmati nikmat yang telah Allah swt berikan,tidak terhingga jumlah dan batasnya.Semoga selalu pandai bersyukur dan mensyukuri. Syukran katsira ustaz Cahyadi Takariawan
Alhamdulillah. Di pagi hari setengah cerah ini saya menikmati sejuknya oksigen gratis anugrah Ilahi,… di luar sana pemandangan menghijau tumbuhan padi pada hamparan sawah-sawah pak tani. Adalah suatu kebahagian tersendiri yg tak ternilai dengan sejumlah materi.
Terima kasih Pak Cah sapaannya pagi ini.
Alhamdulillah pagi ini bisa membaca tulisan Pak Cah lagi. Terima kasih Pak sudah banyak memberi pencerahan dan motivasi kepada saya khususnya. Alhamdulillah selama i i saya banyak membaca tulisan yang bersifat positif dan memotivasi. Alhamdulillah saya juga hanya ingin menulis tulisan yang bisa memberikan spirit dan sikap positif kepada orang lain.
Alhamdulillah pagi ini saya bangun dengan kondisi lebih baik dibandingkan kemaren.
Alhamdulillah pagi ini bisa membaca tulisan Pak Cah lagi. Terima kasih Pak sudah banyak memberi pencerahan dan motivasi kepada saya khususnya. Alhamdulillah selama i i saya banyak membaca tulisan yang bersifat positif dan memotivasi. Alhamdulillah saya juga hanya ingin menulis tulisan yang bisa memberikan spirit dan sikap positif kepada orang lain.