19 September 2026

.

Rumesha / Rutin Menulis Setiap Hari – 15

Oleh : Cahyadi Takariawan

.

Suatu pagi (29/07/2021) saya membuka kulkas untuk mengambil air kelapa segar. Saat melihat-lihat isi kulkas, tidak sengaja saya melihat botol berisi cuka / kuah pempek. Ini kuah pempek yang sudah lama tersimpan. Beberapa pekan lalu sempat membeli pempek, dan sisa kuah kami simpan.

Melihat kuah pempek tersebut, saya langsung membatin, harus segera membeli pempek lagi. Mubazir jika kuah itu dibiarkan saja, khawatir basi. “Nanti siang saja, saya akan membeli pempek secara online”, begitu suara batin saya.

Pagi itu saya berkegiatan biasa, hingga siang tiba. Saya tengah menulis naskah saat seorang admin masuk ke ruang saya, mengantarkan paket satu kotak kardus. Tertulis di luarnya, Pempek Rayhan 26.

Amazing!

Saya baca nama pengirimnya : Hellen Patraliza. Masyaallah, beliau adalah salah satu peserta Kelas Emak Punya Karya (EPK), yang telah melaunching buku perdana berjudul Self Love. Buku itu ditulis hanya dengan tangan kiri, karena tubuh bagian kanan beliau lumpuh, tidak bisa digerakkan.

Tidak menyangka bakal mendapat kiriman pempek, asli dari Palembang. Baru saja pagi hari membatin pengen pempek, siangnya sudah mendapat kiriman pempek asli. Ini jauh lebih cepat dan lebih canggih dari aplikasi online manapun.

Untuk membeli barang secara online, kita harus memilih, memesan dan membayar. Setelah itu kita harus menunggu pengiriman dari Palembang. Namun pempek kali ini sangat istimewa. Belum sempat menulis aplikasi, baru membatin, barang sudah sampai. Ajaib.

Terimakasih Bundo Hellen atas kiriman hadiah dari Palembang. Semoga Bundo sehat selalu. Aamiin.

******

Kisah unik di atas, saya alami sendiri. Kejadian serupa pernah terjadi pada tetangga saya. Sebut saja namanya bu A. Bu A juga pernah ‘menggunakan’ aplikasi ‘mbatin’ seperti yang saya alami.

Suatu sore saya belanja kebutuhan sehari-hari di sebuah super market. Pulangnya, saya mampir membeli  pizza bermerk, yang berlokasi di super market tersebut. Sengaja saya beli lebih, agar bisa dibagi dengan tetangga.

Sesampai dekat rumah, saya berhenti di rumah seorang tetangga, untuk memberikan pizza. Namun rumah tersebut sepi dan tertutup rapat. Saya sudah mengucap salam keras-keras tiga kali, tidak ada jawaban. Akhirnya pizza saya bawa lagi.

Sesampai di rumah, saya meminta tolong kepada anak untuk mengantar pizza tersebut kepada tetangga yang lain. “Tolong antar pizza ini ke rumah Bu A”, ujar saya.

Tak lama kemudian anak saya kembali dan menyampaikan bahwa pizza sudah diterima bu A. Kami di rumah segera pesta menikmati pizza.

Beberapa hari kemudian saya bertemu bu A. Ia segera menceritakan kejadian unik tentang pizza yang kami kirimkan.

“Suatu malam saya dan suami nonton tivi. Perhatian saya tertuju kepada iklan pizza yang muncul di sebuah acara tivi. Saya bilang sama suami, bahwa tiba-tiba saya pengen pizza gara-gara lihat iklan itu”, ujar bu A.

“Suami saya bilang, besok kita akan makan pizza. Ternyata, besoknya benar-benar kami makan pizza. Kami sama sekali tidak menyangka”, ujarnya penuh rasa takjub atas kejadian tersebut.

Baru membatin saja, pizza sudah datang sendiri. Sebuah aplikasi yang jauh lebih canggih dari sistem online manapun di muka bumi ini.

******

Kisah unik tentang pempek di atas saya tulis dalam 230 kata. Kisah unik tentang pizza saya tulis dalam 241 kata. Masing-masing memerlukan waktu kurang dari 10 menit untuk menuliskannya.

Semua orang pasti pernah mengalami kejadian unik dalam kehidupan. Entah di masa kecil, entah di masa remaja, atau di saat sudah dewasa. Kejadian unik cenderung tetap teringat di sepanjang kehidupan. Maka menjadi mudah untuk dituliskan.

Anda bisa membuat daftar kisah unik yang pernah Anda alami sendiri, atau dialami oleh orang-orang dekat. Kadang Anda mendapat cerita dari teman atau saudara mengenai kejadian unik yang mereka alami.

Nah, betapa mudah rutin menulis setiap hari. Semua hal bisa menjadi tulisan. Termasuk kejadian-kejadian unik yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari.

Apakah ada yang masih mengatakan bingung mau menulis apa? Ketika saya minta menulis rutin setiap hari (rumesha), walau hanya 15 menit, walau hanya 100 kata. Coba sampaikan kepada saya, apanya yang sulit? Sungguh saya sulit memahami, mengapa ada orang yang mengatakan sulit untuk menulis setiap hari.

Selamat menulis rutin setiap hari. Selamat menginspirasi.

2 thoughts on “Menuliskan Kejadian Unik Menarik

  1. Kejadian unik dan menarik sayang sekali bila tidak di tuliskan. Namun saya sering lupa untuk mengabadikan. Syukran ustaz Cahyadi Takariawan atas Rumesha ke 15nya.

  2. Alhamdulillah. The power of mbatin, husnuzhon kepada Allah. Saya sering alami. Sudah banyak saya tuliskan baiknya yang baik, maupun kenangan menyedihkan motor bocor gara gara mbatin nek bocor bagaimana di tempat yang sepi begini berkilo-kilo meter. Akhirnya the power of nuntun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *