19 September 2026

.

Oleh : Cahyadi Takariawan

.

Bangsa Indonesia dikenal sebagai bangsa yang religius. Mereka memiliki keterikatan dengan agama, dan mengakui serta menyembah Tuhan. Maka dalam tradisi literasi, muncul banyak tulisan yang memasukkan unsur ketuhanan. Termasuk nama-nama dan sifat-sifat Tuhan, yang sering dinyatakan sebagai Maha.

Namun, bagaimana cara menuliskan Maha sebagai sifat Tuhan? Apakah dipisah atau digabung dengan nama dan sifat Tuhan? Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) memberikan aturan terkait penulisan bentuk Maha, dalam dua konteks.

Pertama, ditulis terpisah

Bentuk maha yang diikuti kata turunan yang mengacu pada nama atau sifat Tuhan ditulis terpisah dengan huruf awal kapital.

Misalnya:

Tuhan Yang Maha Pengasih, selalu mengasihi hamba-Nya.

Ramadan saat yang tepat mendekat kepada Sang Maha Penyayang.

Mohon ampunlah kepada Allah Yang Maha Mengampuni.

Kita berlindung kepada Allah Yang Maha Melindungi.

Mintalah kepada Tuhan Yang Maha Mendengarkan doa hamba.

Kedua, ditulis serangkai

Bentuk maha yang diikuti kata dasar yang mengacu kepada nama atau sifat Tuhan, ditulis serangkai. Khusus untuk kata esa, ditulis secara terpisah.

Misalnya:

Tuhan Yang Mahakuasa menentukan arah hidup kita.

Hanya Allah Yang Mahabesar. Kita semua kecil.

Tuhan Yang Mahasuci, menyukai kesucian.

Allah adalah Zat Yang Mahaagung. Ia memiliki semua sifat keagungan.

Mudah-mudahan Tuhan Yang Maha Esa melindungi kita.

Demikianlah cara penulisan kata Maha untuk nama dan sifat Tuhan, sebagaimana diatur oleh PUEBI. Mari terus belajar berbahasa Indonesia.

Bahan Bacaan

PUEBI Daring, https://puebi.readthedocs.io/

.

Ilustrasi : https://id.pinterest.com/pin/502573639641833152/

1 thought on “Cara Penulisan Kata Maha untuk Nama dan Sifat Tuhan

  1. Trimk pak cahy atas bimbingannya. Alhamdulillah masa corona mampu membuahkan karya. Semoga Alloh membalas kebaikan pak cah dan umi ida.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *