21 September 2026

.

Oleh Cahyadi Takariawan

.

Kita belajar lagi nih, mengulik Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI). Kali ini kita belajar cara penulisan gabungan kata.

PUEBI memberikan beberapa ketentuan sebagai berikut.

Pertama, kata majemuk ditulis terpisah

Unsur gabungan kata yang lazim disebut kata majemuk, termasuk istilah khusus, ditulis terpisah.

Misalnya:

  • duta besar
  • model linear
  • kambing hitam
  • persegi panjang
  • orang tua
  • rumah sakit jiwa
  • simpang empat
  • meja tulis
  • mata acara
  • cendera mata

Kedua, tambahan tanda hubung agar tidak menimbulkan salah pengertian

Gabungan kata yang dapat menimbulkan salah pengertian ditulis dengan membubuhkan tanda hubung (-) di antara unsur-unsurnya.

Misalnya:

  • anak-istri pejabat (anak dan istri dari pejabat)
  • anak istri-pejabat (anak dari istri pejabat)
  • ibu-bapak kami (ibu dan bapak kami)
  • ibu bapak-kami (ibu dari bapak kami)
  • buku-sejarah baru (buku sejarah yang baru)
  • buku sejarah-baru (buku tentang sejarah baru)

Ketiga, jika mendapat awalan atau akhiran

Gabungan kata yang penulisannya terpisah tetap ditulis terpisah jika mendapat awalan atau akhiran.

Misalnya:

  • bertepuk tangan
  • menganak sungai
  • garis bawahi
  • sebar luaskan

Keempat, jika mendapat awalan dan akhiran sekaligus

Gabungan kata yang mendapat awalan dan akhiran sekaligus ditulis serangkai.

Misalnya:

  • dilipatgandakan
  • menggarisbawahi
  • menyebarluaskan
  • penghancurleburan
  • pertanggungjawaban

Kelima, ditulis serangkai

Gabungan kata yang sudah padu ditulis serangkai.

Misalnya:

  • acapkali
  • adakalanya
  • apalagi
  • bagaimana
  • barangkali
  • beasiswa
  • belasungkawa
  • bilamana
  • bumiputra
  • darmabakti
  • dukacita
  • hulubalang
  • kacamata
  • kasatmata
  • kilometer
  • manasuka
  • matahari
  • olahraga
  • padahal
  • peribahasa
  • perilaku
  • puspawarna
  • radioaktif
  • saptamarga
  • saputangan
  • saripati
  • sediakala
  • segitiga
  • sukacita
  • sukarela
  • syahbandar
  • wiraswata

Agak membingungkan, memang. Perlu kita cermati, kapan gabungan kata ditulis terpisah dan kapan ditulis serangkai. Misalnya:

  • Olahraga ditulis serangkai, tetapi rumah sakit ditulis terpisah.
  • Kacamata ditulis serangkai, namun cendera mata ditulis terpisah.
  • Radioaktif ditulis serangkai, namun model linear ditulis terpisah.
  • Belasungkawa ditulis serangkai, namun mata acara ditulis terpisah.

Mari terus belajar berbahasa Indonesia.

Bahan Bacaan

PUEBI Daring, https://puebi.readthedocs.io

.

Ilustrasi : https://blog.hootsuite.com/instagram-captions-drive-engagement/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *