19 September 2026

.

Oleh : Cahyadi Takariawan

.

Pernahkah Anda dibuat bingung dengan penggunaan kata yang mendapatkan imbuhan? Misalnya, memperhatikan atau memerhatikan? Mempesona atau memesona? Mencontek atau menyontek? Memperkosa atau memerkosa? Dan lain sebagainya.

Perhatikan lima contoh berikut ini.

(1)

a. Saya tengah memperhatikan semut-semut yang berjalan beriringan.

b. Saya tengah memerhatikan semut-semut yang berjalan beriringan.

(2)

a. Ia tidak lagi mempedulikan pesan-pesan orang tuanya.

b. Ia tidak lagi memedulikan pesan-pesan orang tuanya.

(3)

a. Bunga sakura yang bermekaran di pusat kota Tokyo sungguh mempesona.

b. Bunga sakura yang bermekaran di pusat kota Tokyo sungguh memesona.

(4)

a. Laki-laki bejat itu memperkosa sepuluh muridnya.

b. Laki-laki bejat itu memerkosa sepuluh muridnya.

(5)

a. Mencontek saat ujian adalah tindakan yang tercela.

b. Menyontek saat ujian adalah tindakan yang tercela.

**************

Mana yang Benar?

Jawabannya ada pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Mari kita tengok jawaban di KBBI Daring versi Kemendikbud.

(1)

Yang benar adalah memperhatikan. Mengapa demikian? Cari dulu kata dasarnya. Memperhatikan, berasal dari kata dasar hati, bukan perhati. Mendapatkan imbuhan memper – kan, menjadi memperhatikan. Bukan memerhatikan.

Berikut keterangan KBBI:

hati » mem.per.ha.ti.kan

bentuk tidak baku: memerhatikan

– membuat berhati

– mengamati; mencermati; mengawasi

Kesimpulan : kata yang baku adalah memperhatikan.

(2)

Yang benar adalah memedulikan. Berasal dari kata dasar peduli, maka huruf P luluh menjadi memedulikan. Bukan mempedulikan.

Berikut keterangan KBBI:

peduli » me.me.du.li.kan

– mengindahkan; menghiraukan; memperhatikan; mencampuri (perkara orang dan sebagainya): orang tua itu suka ~ orang lain

Kesimpulan : kata yang baku adalah memedulikan.

(3)

Yang benar adalah memesona. Berasal dari kata dasar pesona, maka huruf P luluh menjadi memesona. Bukan mempesona.

Berikut keterangan KBBI:

pesona » me.me.so.na

bentuk tidak baku: mempesona

– sangat menarik perhatian; mengagumkan: tari-tarian Minang klasik dengan pakaiannya yang cemerlang sungguh ~

Kesimpulan : kata yang baku adalah memesona.

(4)

Yang benar adalah memerkosa. Berasal dari kata dasar perkosa, maka huruf P luluh menjadi memerkosa. Bukan memperkosa.

Berikut keterangan KBBI:

perkosa » me.mer.ko.sa

bentuk tidak baku: memperkosa

– menundukkan dengan kekerasan; memaksa dengan kekerasan; menggagahi; merogol: ~ negeri orang; laki-laki yang telah ~ gadis itu dihukum 5 tahun

– melanggar (menyerang dan sebagainya) dengan kekerasan: tindakan itu dianggapnya ~ hukum yang berlaku; negara itu dicap sebagai negara yang ~ hak asasi manusia

Kesimpulan : kata yang baku adalah memerkosa.

(5)

Yang benar adalah menyontek. Berasal dari kata dasar sontek (bukan contek), maka huruf S luluh menjadi menyontek. Bukan mencontek. Banyak yang mengira, kata dasarnya adalah contek.

Berikut keterangan KBBI:

sontek1 » me.nyon.tek

bentuk tidak baku: mencontek

– menggocoh (dengan sentuhan ringan); mencungkil (bola dan sebagainya) dengan ujung kaki: untunglah penjaga gawang itu dapat ~ bola sehingga gawangnya selamat

sontek2» me.nyon.tek

bentuk tidak baku: mencontek

– mengutip (tulisan dan sebagainya) sebagaimana aslinya; menjiplak: karena malas belajar, setiap ujian ia selalu ~

Mari terus belajar.

Bahan Bacaan

Fauzan Al-Rasyid, Status Twitter, 13 April 2020, https://twitter.com/fauzanalrasyid

KBBI Daring, https://kbbi.kemdikbud.go.id, diakses 18 Desember 2021

2 thoughts on “Memperhatikan, Memesona dan Menyontek

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related News