19 September 2026

.

Oleh: Cahyadi Takariawan

.

Pernah dengar lagu ini?

.

Ku tutup pintu cintaku

Yang sekian lama terbuka untukmu

Lelah hati ini

.

Apakah selama ini cinta yang ada hanyalah semu?

Betapa sakitnya hatiku

Dan dirimu memilih dirinya

Hingga kau hiraukan cinta kita

.

Ketika dia yang kau cinta mencintai yang lain

Betapa dalamnya terluka hatiku

Dan bagaimanakah ku harus meyakinkan diriku?

Saat ku dengar suaramu, ku tak mampu pergi

****

Sebagaimana lagu “Lumpuhkanlah Ingatanku” yang dinyanyikan grup Geisha, lagu di atas juga memuat kosakata yang mengganggu pelajaran Bahasa Indonesia. Lagu di atas berjudul “Tak Mampu Pergi” dinyanyikan oleh Sammy Simorangkir. Ada kata “hirau” digunakan secara tidak tepat, yaitu pada frasa “hingga kau hiraukan cinta kita”.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) tidak ditemukan definisi kata “hirau”. Namun ditemukan penjelasan kata “menghiraukan”, yang menurut KBBI artinya: memedulikan; mengacuhkan; mengindahkan; memperhatikan.

Dengan demikian, frasa “hingga kau hiraukan cinta kita” artinya hingga kaupedulikan cinta kita; atau hingga kauperhatikan cinta kita. Ini menjadi tidak sinkron dengan keseluruhan makna nyang dikandung dalam lagu tersebut.

Betapa sakitnya hatiku

Dan dirimu memilih dirinya

Hingga kau hiraukan cinta kita

Bukankah maksudnya: hatiku sakit karena dirimu memilih dia, bukan memilih aku, hingga kauabaikan cinta yang pernah hadir di antara kita? Dengan menggunakan katau “hirau”, maknanya menjadi berkebalikan. Bahkan terjadi kontradiksi dengan bait sebelumnya.

Lagi-lagi, dalam contoh kasus ini, lebih tepat menggunakan kata “abai”, agar sinkron dengan makna yang dikehendaki. Perhatikan perubahan bait-bait berikut ini.

Betapa sakitnya hatiku

Dan dirimu memilih dirinya

Hingga kau abaikan cinta kita

Rupanya kita sering salah menggunakan kata “menghiraukan”. Banyak yang mengira bahwa menghiraukan artinya tidak peduli.  Padahal kata “menghiraukan” adalah sinonim dari “mengacuhkan”, yang artinya memedulikan dan mengindahkan, atau memperhatikan.

Perhatikan contoh kalimat berikut ini

  1. Banyak orang zaman sekarang yang menghiraukan kebersihan lingkungan. Itu sebabnya lingkungan menjadi bersih dan rapi, elok dipandang mata.
  2. Masih banyak orang zaman yang tidak menghiraukan kebersihan lingkungan. Itu sebabnya lingkungan menjadi kotor dan berantakan, tidak elok dipandang mata.

Mana yang benar dari dua kalimat tersebut? Ya, benar keduanya. Sesuai konteks kalimatnya.

Ayuk terus belajar. Semoga makin pintar.

Bahan Bacaan

KBBI Daring, https://kbbi.kemdikbud.go.id, diakses 5 Desember 2021

1 thought on “Kau Hiraukan Cinta Kita

  1. Belajar terus agar pintar
    Dengan kosakata jadi bisa membaca kata dengan fakta. Syukran katsira ustaz Cahyadi Takariawan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *