19 September 2026

.

Oleh : Cahyadi Takariawan

As I’m working on Book A, I’m plotting Book B and maybe Book C at the same time. I can write 100,000 words per month that way” –Chris Fox

.

Setelah menemukan metode “writing sprint” yang tepat untuk dirinya, Chris Fox mampu menulis 4.000 kata setiap jam, bahkan terkadang bisa mencapai 5.000 kata per jam. Ia benar-benar melakukan tindakan “sprint” –lari cepat dalam jarak yang pendek dan terbatas. Waktunya hanya satu jam, saat naik bus umum menuju tempat kerja. Ia harus mampu menulis sebanyak mungkin kata.

Mari saya ajak Anda menghitung kemampuan menulis Chris Fox. Ketika ia mampu menghasilkan 5.000 kata setiap jam, berarti Fox harus mengetik 84 kata per menit. Padahal umumnya penulis profesional hanya mampu menulis 65 kata per menit. Jadi ia benar-benar berusaha dengan berbagai macam cara agar mampu menciptakan 65 kata setiap menit.

Fox menceritakan, “Saat saya mengerjakan Buku A, saya telah merencanakan Buku B dan mungkin Buku C pada saat yang bersamaan. Saya bisa menulis 100.000 kata per bulan dengan cara itu”.

Jika Fox menulis 100.000 kata per bulan, berarti sekitar 3.333 kata setiap harinya. Apabila dalam 1 jam mampu menulis 5.000 kata, berarti ia hanya menulis sekitar 40 menit setiap hari. Atau, ia tidak menulis setiap hari, jika satu sesi menulis baginya adalah 1 jam. Ada 10 hari dalam sebulan di mana ia istirahat. Ini semua merupakan pilihan.

Sekarang kita fokus pada pertanyaan, bagaimana Fox mampu menulis 84 kata per menit atau 5.000 kata per jam? Dalam postingan sebelumnya, Anda sudah mendapatkan jawabannya. Apakah masih ada rahasia lainnya? Terus terang saya merasa penasaran. Akhirnya saya menemukan jawaban lain.

Rekomendasi Fox untuk Meningkatkan Kecepatan Mengetik

When I’m physically typing, I can only write about 3,500 words per hour. I put on a headset with a microphone and speak into a voice-to-text program, and suddenly, I’m at 5,000 words per hour. Plus, I can do it as I’m holding a child” –Chris Fox.

Apakah 5.000 kata per jam yang dihasilkan Fox benar-benar menggunakan metode mengetik? Ternyata tidak selalu demikian. Ia mengaku bahwa kecepatan mengetik pada keyboard hanyalah 3.500 kata tiap jam.

“Ketika saya mengetik secara fisik, saya hanya bisa menulis sekitar 3.500 kata per jam. Itu kecepatan mengetik saya”, ungkap Fox. Tidak mudah mengetik 5.000 kata setiap jam atau 84 kata per menit. Rupanya, ketika menggunakan cara mengetik pada keyboard, kemampuannya adalah 3.500 kata per jam, atau setara dengan 58 kata per menit.

Yang dilakukan Fox untuk meningkatkan kecepatan menulis adalah dengan metode dikte (voice dictation) menggunakan fitur yang ada di komputer, laptop atau smartphone. “Saya memakai headset dengan mikrofon dan berbicara dalam program suara-ke-teks, maka saya mencapai 5.000 kata per jam. Plus, saya bisa melakukannya saat saya menggendong anak”, ujar Fox.

Salah satu fitur gratis yang sudah tersedia di laptop atau smartphone adalah Google Docs. Melalui fitur Google Docs, setiap kata yang Anda ucapkan akan otomatis dikonversi menjadi tulisan. Jika ada kesalahan penulisan yang dilakukan oleh Google Docs, Anda dapat dengan mudah mengeditnya nanti. Untuk mengetahui detail cara menulis menggunakan suara, silakan simak kembali postingan terdahulu.

Rata-rata orang mampu berbicara 140-160 kata setiap menit. Ini jauh lebih cepat daripada mengetik di keyboard. Chris Fox bisa meraih target menulis 5.000 kata setiap jam ketika menggunakan voice dictation. Keuntungan lain menggunakan voice dictation adalah, Anda tidak punya peluang untuk mengedit. Karena mengedit hanya bisa dilakukan saat sudah selesai mengonversi suara menjadi tulisan. Dengan demikian, Anda bisa fokus menulis menggunakan suara.

Belajar Mengetik Cepat

Train yourself to type faster. You can do this by playing typing games  and doing typing exercises that build muscle memory in your fingers” –Lindsay Kramer, 2021.

Selain itu, Fox juga belajar teknik mengetik dengan lebih cepat. Fox menyarankan, untuk meningkatkan kecepatan menulis, Anda bisa mempelajari teknik menulis 10 jari, atau teknik apa pun yang dapat meningkatkan kecepatan menulis. Saya ingat ketika masih sekolah SMA, sangat banyak tawaran kursus mengetik 10 jari, dengan mesin ketik manual yang ada pada waktu itu.

Salah satu kendala yang membuat kita tidak bisa menulis dengan cepat adalah persoalan teknis. Banyak di antara kita –termasuk saya, yang tidak  menguasai teknik mengetik 10 jari. Pada praktiknya, sebagian besar penulis mengetik hanya dengan dua jari saja. Ini yang mengurangi kecepatan mengetik.

“Latih diri Anda untuk mengetik lebih cepat”, ujar Lindsay Kramer. “Anda dapat melakukannya dengan bermain ‘game mengetik’ dan melakukan latihan mengetik yang membangun memori otot di jari-jari Anda,” lanjutnya. Berlatih mengetik cepat, bisa Anda lakukan saat memiliki waktu luang.

When you can type faster, you can literally write faster” –Lindsay Kramer, 2021.

“Jika Anda masih melihat keyboard saat mengetik, inilah saatnya untuk belajar cara mengetik tanpa melakukan itu”, ungkap Kramer. Jika Anda sudah hafal letak huruf-huruf di keyboard laptop atau komputrer, maka Anda tidak harus melihat keyboard saat mengetik. Ini adalah salah satu cara untuk melatih kecepatan mengetik.

“Rata-rata orang mengetik sekitar 40 kata per menit”, ungkap Kramer. “Adapun 65 hingga 70 kata menjadi ukuran umum kemampuan mengetik cepat. Mengetik 90 hingga 100 kata per menit dianggap sebagai pengetikan yang sangat cepat. Bahkan beberapa pengetik tercepat mencapai lebih dari 120 kata per menit”, tambahnya.

Kramer menyatakan, “Ketika Anda dapat mengetik lebih cepat, Anda benar-benar dapat menulis lebih cepat”. Nah, rupa-rupanya salah satu hambatan besar menulis cepat adalah teknik mengetik. Banyak di antara kita belum mampu mengetik cepat.

Bagaimana dengan Anda? Mari terus belajar.

Bahan Bacaan

Chris Fox, 5,000 Words Per Hour: Write Faster, Write Smarterhttps://chris-fox-writes.ck.page

Lindsay Kramer, How to Write Faster: 8 Tips to Improve Your Writing Speed, https://www.grammarly.com, 4 Oktober 2021

Thomas Umstattd Jr, How to Write 5000 Words an Hour with Chris Fox, https://www.authormedia.com, 28 Agustus 2018

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *