.
Oleh : Cahyadi Takariawan
“A writing sprint is, quite simply, a pre-defined length of time where you will do nothing but write. It has a clearly defined start and end time, and while you are writing you will do absolutely nothing else” –Chris Fox
.
Seperti dalam lomba lari jarak pendek atau sprint, maka menulis dalam satuan waktu terbatas lebih memungkinkan untuk fokus dan produktif. Chris Fox menyatakan, sprint menulis adalah jangka waktu yang telah ditentukan sebelumnya, di mana Anda tidak melakukan apa pun selain menulis.
“Ini memiliki waktu mulai dan akhir yang jelas, dan saat menulis, Anda sama sekali tidak akan melakukan apa pun,” ungkap Fox. Maksudnya, selama masa menulis tersebut, Anda tidak berhenti untuk mengedit, membenarkan, memperindah, mencari bahan dengan searching di internet, atau membalas pesan chat.
Fox menentukan waktu menulis adalah satu jam. Ia mencanangkan target mampu menulis 5.000 kata dalam satu jam tersebut. Pada praktiknya, Fox mampu menulis 4.000 hingga 5.000 kata dalam satu jam. Inilah writing sprint yang dimaksudkan oleh Fox.
Bagaimanakah Chris Fox menjalankan writing sprint sehingga mencapai produktivitas tinggi? Berikut kita simak langkah-langkah yang direkomendasikan oleh Fox.
Bagaimana Fox Menulis 5.000 Kata dalam Setiap Jam?
Chris Fox telah membuktikan bahwa ia berhasil dengan formula ini. Fox mampu menerbitkan tiga novel dalam waktu sembilan bulan. Bahkan buku yang ketiga ditulis hanya dalam waktu 13 hari saja. Berikut kita simak tahap-tahapnya.
- Bersihkan semua gangguan
Tidak ada distraksi. Ini syarat utama. Sebelum menulis, pastikan tidak ada gangguan sedikit pun yang bisa menghalangi konsentrasi menulis. Bayangkan Anda akan lari cepat dalam jarak yang terbatas, harus yakin rute lari Anda bebas hambatan.
Untuk keperluan itu, matikan data internet dan hapus semua tab di layar laptop kecuali tab menulis. Selesaikan minum kopi atau teh, pergi ke kamar kecil terlebih dahulu sebelum menulis. Jangan sampai di tengah-tengah menulis ingin minum atau ingin ke toilet.
- Tentukan tema yang ingin Anda tulis
Anda harus sudah menyiapkan bahan atau tema untuk ditulis. Jika tidak menyiapkan, membuat Anda membuang banyak waktu untuk berpikir dan mencari tema selama waktu yang terbatas tersebut. Anda bisa mencari dan menemukan ide menulis kapanpun saat sempat.
Chris Fox tidak memerlukan waktu tambahan untuk berpikir mencari ide menulis. Ia menceritakan, “Setiap pagi aku bangun pukul 5, kemudian pergi ke gym selama satu jam. Selama berolahraga, aku memikirkan ide, adegan, alur, yang akan aku tulis nanti.”
- Nyalakan pewaktu
Pilih cara menandai waktu, sesuai kebiasaan masing-masing. Sebagian dari Anda mungkin terbiasa menggunakan pewaktu (timer, stopwatch, alarm) di smartphone, ada pula yang terbiasa menggunakan jam tangan, atau jam dinding. Dengan menyalakan timer, Anda akan terpacu untuk “berlomba dengan waktu” dan tidak akan menyia-nyiakan setiap detik yang berjalan.
Ketika menulis terus menerus, Anda akan masuk ke dalam situasi “flow state”. Fox mendefinisikan flow state sebagai sebuah kondisi di mana seseorang sudah tidak perlu berpikir untuk menulis. Setiap kata muncul begitu saja dan mengalir, hingga batas akhir waktu.
Menurut Fox, seseorang bisa mencapai kondisi flow state dalam 30 detik setelah menulis. Tentu saja ini akan berbeda-beda untuk setiap orang, juga berbeda untuk setiap kondisi dan situasi. Yang penting, dalam waktu yang sangat terbatas ini, Anda hanya menulis. Matikan “inner editor” dalam diri Anda.
“Aku berkata pada inner critics dalam diriku, ‘Aku tahu bagian ini salah tapi kamu tidak bisa memaksaku untuk memperbaikinya sekarang.’ Beri saja catatan di sebelahnya, bahwa bagian itu harus direvisi nanti,” ungkap Fox.
- Catat hasilnya
Anda tidak akan bisa mengevaluasi sesuatu yang tidak terekam. Maka, catat hasil tulisan Anda selama satu jam itu berikut kondisi-kondisi yang memengaruhinya. Misalnya:
Hari 1: menulis 500 kata di pukul 06.00-07.00 sebelum sarapan
Hari 2: menulis 3.000 kata di pukul 03.00-04.00
Hari 3: menulis 700 kata di pukul 17.00 tidak tuntas satu jam karena ada tamu
dst.
Setelah itu, lakukan evaluasi sampai Anda berhasil menemukan cara yang paling tepat untuk mencapai target 5.000 kata dalam satu jam. Misalnya, mungkin Anda memerlukan istirahat tiap menulis 25 menit, seperti dalam teknik Pomodoro. Jadi, sprint menulis 1 jam bukan berarti tidak ada istirahat.
- Belajar dari hasil tulisan Anda
Setelah selesai menulis, pelajari kembali tulisan Anda. Fox menyarankan, berikan kritik pedas pada tulisan Anda sendiri. Dengan begitu, Anda bisa belajar mencari kata atau kalimat yang tepat pada proses menulis sesi selanjutnya.
Selama satu jam mengerjakan sprint menulis, Anda tidak boleh mengedit. Bahkan harus mematikan inner editor dalam diri Anda. Maka setelah selesai sesi, saatnya Anda melakukan editing untuk memperbaiki, membenarkan kesalahan dan sekaligus memperindah tulisan. Sekaligus belajar agar hasil menulis di sesi berikutnya bisa lebih bagus lagi.
Bahan Bacaan
Chris Fox, 5,000 Words Per Hour: Write Faster, Write Smarter, https://chris-fox-writes.ck.page
Thomas Umstattd Jr, How to Write 5000 Words an Hour with Chris Fox, https://www.authormedia.com, 28 Agustus 2018

Mematikan inner editor dalam diri sendiri. Fokus menulis saja. Syukran katsiran ustadz Cahyadi Takariawan.
Terima kasih Ustad Cahyadi Takariawan