.
Oleh: Novika Sari Harahap
“Buka diri untuk mempelajari berbagai macam genre tulisan, karena hal tersebut akan semakin mempertajam rasa dan gaya penulisan kita” –Novika Sari Harahap, 2022.
.
Bagi kami ASN Penyuluh Pertanian, menulis adalah sebagai wujud pengembangan profesi. Beragam bentuk tulisan yang tertuang dalam Permentan No. 35 Tahun 2009 Tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Pertanian. Ragam tulisan yang tertuang dalam aturan tersebut berupa Karya Tulis Ilmiah dalam bentuk buku, artikel, ulasan ilmiah, gagasan ilmiah, gagasan sendiri, konsep, dan saduran.
Langkah pengembangan profesi adalah, dengan menulis apa yang dilihat, dirasa, dan dialami serta hasil pengkajian seorang ASN Penyuluh Pertanian di lapangan. Banyak penulis bidang pertanian bukan dari pelaku lapangan. Alangkah baiknya jika ASN Penyuluh Pertanian dapat menuliskan tentang hal tersebut. Hasilnya akan lebih akurat dan sesuai fakta lapangan.
Tuntutan untuk menulis ini menjadi permasalahan dan tantangan tersendiri bagi saya. Untuk mengasah kemampuan menulis, saya harus bekerja keras dan belajar dalam memenuhi tuntutan profesi tersebut. Segala hambatan tidak membuat saya surut untuk belajar.
Dari tidak tahu menjadi tahu membutuhkan proses yang panjang. Kemauan yang kuat telah mempertemukan saya dengan beberapa penulis hebat melalui media online, di antaranya Pak Cah.
Mulai Belajar Menulis Secara Online
“Menulislah ketika tak ingin menulis. Paksalah diri ketika tidak ada keinginan menulis” –Novika Sari Harahap, 2022.
Ini merupakan hikmah dari pandemi yang saya rasakan. Selama pandemi, saya banyak melakukan aktivitas dari rumah. Beberapa pekerjaan, pembinaan, dan pelatihan dilakukan secara online. Saat itu banyak kelas-kelas menulis online.
Awal mula saya belajar adalah mengikuti kelas online dan webinar yang diselenggarakan oleh Pak Cahyadi dalam kegiatan Pronulis. Belajar menulis artikel, menulis cerpen, dan essai.
Menurut Pak Cah, menulis adalah keahlian yang bisa dipelajari dan diasah, hal tersebut yang membuat saya optimis bahwa menulis adalah bukan hal yang mustahil bagi saya. Pak Cah mengatakan, jika ingin menulis harus menetapkan dulu apa tujuan menulis, niatkan menulis adalah untuk berbagi dan mencari Ridho Ilahi. Kemudian tetapkan target dan istiqomah dengan menulis setiap hari, mulai dari 100 kata setiap hari.
Jika tidak tahu apa yang mau ditulis, maka tulislah alasan apa saja yang membuat tidak bisa menulis, maka hal itu sudah menjadi tulisan tersendiri. Untuk memunculkan ide bisa dari membaca buku, membaca alam, dan membaca kejadian sekitar.
Menulislah ketika tak ingin menulis. Paksalah diri ketika tidak ada keinginan menulis. Dari awal dipaksa akan muncul perasaan terpaksa. Menulis dengan terpaksa yang terus dilakukan setiap hari akan memunculkan perasaan biasa.
Perasaan terpaksa berubah menjadi kebiasaan menulis. Kebiasaan menulis yang terus ditekuni akan menimbulkan perasaan butuh. Dari kebiasaan menjadi kebutuhan. Hingga akhirnya menulis akan menjadi kebutuhan setiap hari yang harus saya lakukan. Jika sehari tidak menulis akan terasa ada sesuatu yang berbeda.
Nasihat lain dari Pak Cah adalah, ketika menulis, tulis saja dulu semua ide. Jangan menulis sambil mengedit karena itu akan membuat tulisan lambat selesai. Pak Cah juga mengatakan setelah menulis simpan dulu tulisan. Di saat yang berbeda baca lagi tulisan dan sempurnakan tulisan yang dirasa kurang dan belum pas.
Hal yang paling berkesan dari pengajaran Pak Cah adalah jangan batasi diri dengan satu genre tulisan tertentu. Buka diri untuk mempelajari berbagai macam genre tulisan, karena hal tersebut akan semakin mempertajam rasa dan gaya penulisan kita.
Jangan malu dan takut tulisan dianggap tidak bagus atau tidak bermutu, karena semua penulis hebat pasti melalui prosesnya masing-masing. Mereka berproses dari tak bisa menjadi bisa, dengan mengasah kemampuan menulisnya. Tidak ada orang yang terlahir menjadi hebat tanpa berproses dari bawah.
Yang perlu kita tahu adalah, amati seorang penulis bagaimana beliau bisa menjadi penulis hebat. Amati, tiru langkah dan usaha kerasnya kemudian modifikasi gaya tulisan sesuai dengan gaya tulisan kita serta genre tulisan yang akan kita tulis.
Terus belajar dan mencoba, hingga bisa menulis sesuai dengan genre yang dikehendaki. Sekian tulisan ini semoga bermanfaat. Terima Kasih Pak Cah semoga Allah merahmati Pak Cah.(nsh)
.
Novika Sari Harahap adalah alumni Belajar Menulis Artikel yang diasuh oleh Pak Cah, juga Kelas Karya Antologi. Email : [email protected].
