20 September 2026

.

Oleh: Asep Maulana (Alumni KMO Basic Alineaku Batch 50)

Buku-buku yang terbaik dan tetap eksis hingga hari ini adalah buku-buku yang telah melalui proses yang panjang. Ia merupakan gabungan berbagai usaha yang terbaik” –Asep Maulana, 2022.

.

Setelah kita memiliki ilmu tentang tulis menulis, lalu kita melakukan praktik dan latihan-latihan menulis. Ini tentu tidak berhenti sampai di sini. Maka kita perlu melanjutkan langkah berikutnya yaitu, yang ketiga dan keempat.

3. Saling memberi dan memotivasi

Malas, ragu, kurang percaya diri atau pesimis bisa menghinggapi siapa saja, termasuk penulis pemula” –AsepMaulana, 2022.

Maksud saling ‘memberi’ di sini adalah mengajarkan. Di antara bentuk kebaikan dari  suatu ilmu yang baik adalah ketika ilmu itu diajarkan dan disebarkan. Dalam konteks agama Islam, suatu amal shalih yang diajarkan bisa bernilai pahala dan bahkan mengalir terus pahalanya sepanjang orang berikutnya mengajarkan, men-share, melakukannya dan seterusnya.

Malas, ragu, kurang percaya diri atau pesimis bisa menghinggapi siapa saja, termasuk penulis pemula. Semangat dan percaya diri itu bisa muncul dan tumbuh karena inspirasi dan motivasi, baik datang dari anggota keluarga kita, mentor, para senior, sesama pemula atau yang lainnya.

Kritik yang membangun dari mentor,  komentar positif dari teman sejawat, atau bisa juga berupa respon negatif dari orang lain atau siapa pun menjadi sangat bermanfaat. Karena ini merupakan bagian dari proses yang mutlak diperlukan. Lebih-lebih lagi jika tulisan-tulisan itu dipublikasikan di berbagai media.

Penilaian terhadap suatu tulisan dari seorang ahli atau mentor adalah untuk menunjukkan value dan kedudukan karya tersebut. Dari sinilah kita akan mengetahui kualitas dan di mana letak kekurangan serta kelebihannya. Sehingga kita mengetahui bagian-bagian mana yang harus dihilangkan, diperbaiki, ditambahkan atau dipertahankan.

Hal ini juga akan menumbuhkan self confidence, rasa kepercayaan diri yang terus menguat pada diri kita. Karena tulisan itu tentunya telah melalui suatu proses yang panjang. Terlebih lagi bila kemudian menjadi sebuah buku.

Jika menjadi sebuah buku, ini adalah luar biasa! Ternyata kita bisa  menulis! Bahkan tidak menyangka bisa membuat tulisan sampai tuntas. Hebat!

Buku-buku yang terbaik dan tetap eksis hingga hari ini adalah buku-buku yang telah melalui proses yang panjang. Ia merupakan gabungan berbagai usaha yang terbaik. Baik dari kapasitas ilmu penulis, panjang waktu yang dilalui, kegigihan, kesabaran, pengorbanan dari berbagai sisi serta ketahanan mental. 

Pancingan-pancingan dari para mentor  berupa challenge untuk menulis, misalnya. Kemudian tulisan tersebut dikoreksi, diulas dan diberikan catatan-catatan serta arahan. Itu semua menjadi nutrisi yang berharga bagi seorang pemula. Bersyukurlah! Karena itu artinya sebuah keberuntungan.  

Jika hasil karya kita dimuat oleh sang guru, baik di laman atau blog pribadinya atau media lainnya, atau dikumpulkan; apalagi berhasil menjadi sebuah buku antologi atau semisalnya. Maka ini menjadi suatu kebahagiaan dan kebanggaan tersendiri.

Dalam kesempatan ini saya mengapresiasi apa yang telah dilakukan, Pak Cah, Cahyadi Tariawan. Hal-hal di atas sangat dirasakan manfaatnya. Semoga menjadi aliran kebaikan dan pahala bagi beliau.

4. Perlu kesabaran

Jika konsisten dengan apa yang kita lakukan, kesuksesan itu telah menunggu di depan kita. Bukan hal yang mustahil suatu saat kita dikenal dan populer sebagai penulis” –Asep Maulana, 2022.

Tiada kesuksesan tanpa kesabaran. Karena menulis dan terus menulis perlu kesabaran. Sabar mengumpulkan bahan materi. Sabar membaca berbagai referensi. Sabar menulis nukilan-nukilan, rangkuman, menjadikan satu tulisan utuh, mengedit dan sebagainya.

Sabar dengan segala keterbatasan, baik sarana, dukungan, kondisi pikiran, lingkungan yang mungkin kurang kondusif atau lainnya. Yang terpenting adalah kita tetap menulis.  That’s the point!

Jika konsisten dengan apa yang kita lakukan, kesuksesan itu telah menunggu di depan kita. Bukan hal yang mustahil suatu saat kita dikenal dan populer sebagai penulis sebagaimana sang guru. Kita bisa menjadi apa saja yang kita inginkan, biidznillah! Dan benar-benar menjadi seorang penulis! Why not?

Yakinlah, jika kita berusaha melakukan empat langkah di atas, minimalnya menghilangkan kebingungan, dan kesulitan diawal ketika kita ingin mulai menulis.

Selamat melangkah penuh semangat!

Sumber referensi, rujukan dan inspirasi:

  • Tsalatul Ushul, oleh Syaikh Muhammad At Tamimi rahimahullah (1115 H – 1206 H), edisi Bahasa Arab, cetakan Saudi Arabia 1426 H
  • Kelas Basic, oleh Cahyadi Tariawan
  • Kelas Buku Single, oleh Cahyadi Tariawan
  • Agar tidak Bingung dalam Menulis (1, 2 dan 3), oleh Cahyadi Tariawan
asep Maulana

Asep Maulana, A.Md,  seorang pembelajar dan guru ngaji di masjid. Alumni KMO Basic Alineaku Batch 50.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *