19 September 2026

.

Writing for Wellness – 18

Oleh : Cahyadi Takariawan

.

John Rampton (2019) menyatakan, aktivitas menulis telah terbukti secara signifikan meningkatkan keterampilan komunikasi. Demikian pula yang dijelaskan oleh Francisco Saez, bahwa kemampuan menulis meningkatkan kemampuan komunikasi. Hal ini sudah saya sampaikan dalam postingan sebelumnya. Simak kembali penjelasan akademiknya di sini.

Studi yang dilakukan Chiara Cosentino (2017) dan tim menunjukkan, kemampuan menulis meningkatkan kemampuan berkomunikasi. Berbagai proses yang terjadi selama menulis, membuat kemampuan komunikasi Anda meningkat.

Dampak lanjutnya bisa mengarahkan Anda kepada kesuksesan dalam berbagai bidang, seperti bisnis, karier, organisasi, bahkan dalam konteks politik. Sangat sayang jika Anda melewatkan rutinitas menulis, mengingat sangat banyak manfaat yang bisa kita dapatkan darinya.

Pertanyaannya adalah, bagaimana menulis bisa meningkatkan kemampuan komunikasi? Berikut penjelasan dari John Rampton.

1. Menulis memaksa Anda untuk berpikir lebih mendalam dan sistematis

Ada sangat banyak hal yang bisa Anda ungkapkan kepada orang lain. Namun ketika hal itu Anda sampaikan secara tertulis, membuat Anda berpikir secara lebih mendalam. Anda akan memikirkan lebih banyak hal, saat mengemas informasi melalui tulisan.

Menyampaikan suatu informasi atau pengetahuan secara lisan kepada orang lain, bisa terjadi secara spontan. Misalnya dalam obrolan santai atau dalam perbincangan sehari-hari dengan teman-teman. Namun jika informasi tersebut Anda sampaikan dalam bentuk tertulis, membuat Anda berpikir lebih mendalam sistematis.

Dengan kebiasaan berpikir mendalam dan sistematis, melatih Anda untuk melakukan komunikasi publik secara lebih baik. Penyampaian Anda akan lebih argumentatif karena terbiasa berpikir sistematis.

2. Menulis membuat Anda lebih pandai bicara

Jeff Bezos menyatakan, “Saat menulis, Anda dipaksa untuk berpikir dan lebih pandai berbicara.” Berbicara secara spontan, membuat kita kurang memikirkan sistematika. Dengan menulis, akan lebih mudah untuk menilai sistematika dan keruntutan proses komunikasi.

John Rampton menyarankan agar Anda menulis, dan membaca tulisan dengan lantang. Cara ini akan memberi Anda gambaran tentang seberapa baik Anda berbicara. Melalui tulisan, Anda juga dapat menilai, apakah komunikasi Anda mudah dipahami atau justru membingungkan bagi orang lain.

Menurut Rampton, jika Anda menulis konsep dengan rapi dan jelas, akan lebih mudah untuk menyampaikannya dalam pidato atau komunikasi lisan. Dengan cara ini, Anda akan menjadi komunikator yang lebih baik dan lebih lancar, dibandingkan dengan komunikasi spontanitas.

3. Menulis menambah perbendaharaan kosa kata

Jika rutin menulis, akan menambah perbendaharaan kosa kata yang Anda miliki. Saat menulis, Anda akan menghindari kata-kata berulang, mencoba menggunakan kata-kata baru, sehingga tulisan menjadi lebih menarik. Penambahan kosa kata, memberikan dampak kualitas tulisan yang semakin baik.

Menurut Rampton, jika kualitas tulisan Anda terus berkembang menjadi lebih baik, Anda akan menjadi pembicara menjadi lebih baik pula. Komunikasi Anda lebih berwarna karena memiliki banyak sediaan kosa kata. Anda bisa leluasa memilih dan mengolah kosa kata yang bisa Anda gunakan dalam komunikasi.

4. Menulis meningkatkan kemampuan berpikir cepat

Jika Anda rutin menulis, akan ada momentum di mana Anda harus mengirimkan naskah dalam waktu yang terbatas. Dengan deadline yang terbatas, otak Anda terlatih untuk menemukan kosa kata yang tepat, serta menyusun kalimat yang mudah dipahami. Ini membuat Anda mampu berkomunikasi dengan baik.

Ternyata deadline adalah sarana latihan untuk menaikkan kecepatan otak Anda dalam memproses informasi. Jika Anda memiliki kemampuan berpikir cepat, membuat komunikasi lisan yang Anda lakukan semakin membaik. Otak Anda terbiasa berpikir dan menyajikan informasi dengan cepat.

Semakin rutin aktivitas menulis Anda lakukan, membuat Anda semakin percaya diri. Menurut Rampton, dengan kepercayaan diri itu akan meningkatkan kemampuan improvisasi Anda dalam percakapan. Ini mengapa komunikasi Anda menjadi lebih menarik.

5. Menulis meningkatkan basis pengetahuan

Saat rutin menulis, Anda akan dipaksa untuk mencari fakta, data atau analisa untuk menguatkan argumen Anda. Banyak cara bisa Anda lakukan, misalnya membaca buku, jurnal akademik, atau berbagai artikel di web atau blog terpercaya. Jika belum menemukan informasi yang Anda perlukan, Anda akan terus menerus berusaha mencari.

Ini sebabnya rutinitas menulis membuat Anda belajar lebih banyak tentang berbagai ilmu pengetahuan. Penambahan ilmu pengetahuan ini, membuat Anda lebih lihai dalam komunikasi. Anda akan menguasai banyak hal, dan kaya akan informasi. Dengan demikian komunikasi Anda akan lebih menyenangkan bagi orang lain.

Selamat menulis, semoga semakin lihai berkomunikasi.

Bahan Bacaan

Chiara Cosentino dkk, Expressive Writing, a Tool to Help Health Workers, DOI: 10.23750/abm.v88i5-S.6877, November 2017, https://www.researchgate.net

Francisco Saez, 10 Benefits That Writing Gives You, https://facilethings.com

John Rampton, 5 Ways Writing Frequently Will Help Your Communication Skills, 24 Oktober 2019, https://www.business2community.com

1 thought on “Bagaimana Menulis Bisa Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Kita?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *