19 September 2026

.

Writing for Wellness – 18

Oleh : Cahyadi Takariawan

“Clear writing is a sign of clear thinking. Good writers know how to communicate, they make things easy to understand” – Jason Fried

.

Sungguh luar biasa manfaat menulis. Ternyata menulis bukan sekedar pekerjaan iseng atau menghabiskan waktu. Menulis telah terbukti secara akademik memberikan banyak sisi positif dalam kehidupan manusia. Salah satu manfaat menulis yang tak boleh Anda lewatkan adalah, menulis bisa meningkatkan kemampuan komunikasi.

Fried dan Hansson (2010) dalam buku Rework menyatakan, bahwa di perusahaan Basecamp, salah satu kemampuan yang diamati saat menerima pegawai baru adalah kemampuan menulis. Di posisi manapun pegawai itu ditempatkan, apakah staf penjualan, pemrograman, atau desainer, mereka dituntut bisa menulis.

Alasannya sederhana, tulisan yang jernih pertanda mereka mampu berpikir jernih. Fried dan Hansson meyakini, penulis yang baik lebih mengetahui bagaimana berkomunikasi, dan mampu membuat segala sesuatu lebih mudah dimengerti orang lain. Dengan kemampuan komunikasi yang baik, para karyawan akan lebih efektif dalam bekerja sama dalam perusahaan.

Menulis Meningkatkan Kemampuan Komunikasi

Francisco Saez menyatakan, di antara manfaat menulis adalah membuat Anda mampu berkomunikasi dengan jelas. Tidak seperti berbicara, ketika menulis Anda akan mencari kata-kata dan ungkapan yang lebih tepat untuk menggambarkan apa yang Anda inginkan.

Menurut Sae, menulis membantu Anda terbiasa membangun struktur kalimat yang memungkinkan Anda mengekspresikan diri dengan lebih baik. Sekaligus mengomunikasikan ide-ide kompleks dengan cara yang jauh lebih efektif. Hal ini karena menulis memerlukan sistematika, pemikiran dan akan diakhiri dengan pemeriksaan atau editing. Inilah yang membuat tulisan lebih konstruktif dan sistematis dibanding pembicaraan lisan.

Dalam pembicaraan lisan, tidak dituntut adanya outline atau kerangka –sebagaimana dalam tulisan. Dalam tradisi lisan, tidak ada aktivitas editing –sebagaimana dalam tulis menulis. Selesai menulis, Anda akan melakukan editing substansi dan editing mekanik. Satu saja huruf yang salah, bisa Anda perbaiki dengan mudah. Tidak demikian dengan komunikasi lisan.

Hasil Survei Cosentino

Chiara Cosentino (2017) menyatakan, penelitian selama 25 tahun terakhir telah menunjukkan bahwa tulisan ekspresif adalah sarana yang efektif untuk meningkatkan kesehatan fisik dan psikologis. Cosentino bersama tim melakukan penelitian lebih lanjut yang semakin menguatkan hasil-hasil sebelumnya.

Penelitian yang dilakukan Cosentino dan tim berusaha untuk mengetahui dampak tulisan ekspresif terhadap pada kepuasan kerja dan kepuasan komunikasi dalam dunia kerja. Hasilnya, menulis ekspresif terbukti memiliki dampak positif pada strategi perbaikan kondisi psikologis pekerja dan kepuasan komunikasi.

Selain itu, penelitian Cosentino menemukan bahwa menulis ekspresif dapat meningkatkan kemampuan untuk berpikir secara jelas (clarity), pemecahan berbagai masalah, meningkatkan kemampuan kognitif, dan mendorong interaksi sosial. Ini adalah kemanfaatan yang sangat terkait dengan kemampuan komunikasi.

Pentingnya Mengajarkan Menulis Sejak Dini

Berkomunikasi dan menulis adalah dua sisi dari mata uang. Menulis adalah bab menuangkan ide dan pemikiran melalui tulisan, sedangkan berkomunikasi adalah bab menyampaikan pikiran atau gagasan melalui berbagai sarana. Keduanya terkait erat.

Sejak dini, anak-anak di rumah telah diajari cara menggunakan kata-kata dan bahasa dalam berbicara. Anak-anak belajar menyusun kata demi kata, menjadikannya sebagai kalimat yang bisa dimengerti untuk berkomunikasi. Seiring berjalannya usia, mereka semakin pandai mengolah kata-kata.

Salah satu cara melatih komunikasi sejak dini adalah dengan mengajari menulis pada anak. Para ahli meyakini keterampilan menulis adalah salah satu persyaratan dasar komunikasi yang efektif. Ketika terbiasa menulis, kata-kata yang ditulis tersebut secara otomatis ditransfer ke dalam komunikasi verbal setiap hari.

Tidak masalah apakah mengajarkan menulis fiksi atau nonfiksi –keduanya adalah sarana untuk belajar berkomunikasi. Anak-anak akan terlatih memilih kosa, menggunakannya dalam menyusun cerita, dan mengoreksi bagian yang tidak sesuai keinginan. Mereka akan berlatih menyusun cerita, atau menyusun argumen sederhana.

Para pemimpin dunia seperti Winston Churchill dan Barack Obama, yang hebat dalam berbicara, adalah penulis buku dan artikel yang produktif. Mereka mampu memukau audiens dengan pidato inspiratif setiap kali berada di podium. Ini menjadi salah satu bukti bahwa kemampuan menulis, memberikan peningkatan dalam kemampuan komunikasi lisan.

Selamat menulis, selamat berkomunikasi.

Bahan Bacaan

Chiara Cosentino dkk, Expressive Writing, a Tool to Help Health Workers, DOI: 10.23750/abm.v88i5-S.6877, November 2017, https://www.researchgate.net

Francisco Saez, 10 Benefits That Writing Gives You, https://facilethings.com

Jason Fried & David Heinemeier Hansson, Rework, Currency Publishing, 2010

John Rampton, 5 Ways Writing Frequently Will Help Your Communication Skills, 24 Oktober 2019, https://www.business2community.com

Writing Edge, How Does Writing Skills Play an Important Role in Children’s Communication? https://www.write-edge.com, diakses 1 Januari 2021

.

Ilustrasi : https://clubsolutionsmagazine.com/

2 thoughts on “Menulis Meningkatkan Kemampuan Komunikasi

  1. Menulis dapat meningkatkan komunikasi. Oleh karena itu penting di ajarkan kepada anak -anak usia dini. Jazakallahu khaiir ustadz Cahyadi atas ilmu kepenulisan paginya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *