.
Belajar dari Para Penulis Produktif
Oleh : Cahyadi Takariawan
“Quality comes mostly from skill and experience – writing one book very slowly will not make you a better writer or it a better book; and neither speed nor quality is the biggest indicator of a book’s performance” –Derek Murphy, 2021.
.
Charles Dickens adalah seorang novelis produktif asal Inggris. Ia dikenal memiliki kepedulian terhadap masyarakat miskin dan marginal. Ia mengangkat realitas ketimpangan masyarakat dalam novel, untuk menjadi kritik konstruktif bagi pemerintah Inggris.
Novel Oliver Twist , David Copperfield, dan A Christmas Carol adalah karya monumental Dickens yang disukai banyak masyarakat dunia, dan mengangkat namanya. Menulis novel bagi Dickens, adalah proses menyuarakan realitas kehidupan. Maka ia memilih gaya penulisan yang ia sebut sebagai ‘natural’.
Pada beberapa postingan sebelumnya, sudah kita bahas tips produktif dari Charles Dickens. Kali ini saya tambahkan lagi tips produktif menulis dan Dickens. Tentu saja tidak semua hal bisa ditiru. Pilih yang cocok untuk masing-masing kita, tinggalkan yang tidak bisa kita lakukan.
Dickens : Hilangkan Keraguan Terhadap Kualitas Tulisan Anda
“The closer you get to finishing the book, the more doubts you’ll have about whether it’s any good or if you’ll actually be able to pull it together. This is a normal part of the process; it doesn’t go away. Learn to recognize and work through it. Trust the process” –Derek Murphy, 2021.
Ada godaan yang siap menimpa setiap penulis –meski ia sudah sangat banyak menulis. Ketika sudah hampir menyelesaikan tulisan, muncul pertanyaan yang membuatnya ragu, apakah tulisanku ini pantas dipublikasikan? Apakah tulisanku ini berkualitas? Apakah tulisan ini bisa diterima oleh publik?
Rupa-rupanya, “semakin dekat Anda menyelesaikan buku, akan semakin banyak keraguan yang hadir, tentang apakah buku itu bagus, atau apakah Anda benar-benar dapat menyelesaikannya?” ujar Derek Murphy (2021). Godaan ini harus Anda lawan dan Anda enyahkan. Jangan biarkan menguasai diri Anda.
Charles Dickens juga mengalami godaan seperti ini. Meski ia pernah mengalami puncak popularitas sebagai penulis hebat, namun kemudian mengalami keterpurukan. Saat bangkit kembali, tentu tidak mudah baginya. Ia harus berjuang, melawan keraguan terhadap hasil karya tulis yang diciptakan.
Menurut Murphy, “Ini adalah bagian normal dari proses; dan tidak akan hilang. Maka belajarlah untuk mengenali dan mengatasinya. Percayai prosesnya”. Meski sudah menjadi novelis hebat, Dickens tidak bisa lepas dari godaan keraguan seperti ini.
Tetaplah meneruskan menulis hingga selesai. Lakukan editing dan perbaikan di berbagai tempat yang diperlukan. Kemudian publikasikan.
Dickens : Perhatikan Feedback Pembaca
“You can never explain your book to readers, it has to stand on its own. They either like it, and feel satisfied with the reading experience, or they don’t – and feel cheated or robbed” –Derek Murphy, 2021.
Untuk siapa tulisan Anda buat? Ini harus definitif. Untuk apa Anda menghadirkan karya tulis tersebut? Ini juga harus sangat jelas jawabannya.
Sebab, jika Anda menulis untuk ‘bersenang-senang’, untuk mengekspresikan perasaan, untuk menyalurkan potensi –tidak penting bagi Anda untuk memedulikan umpan balik dari pembaca. Fokuslah terhadap karya yang Anda senangi, bukan fokus kepada pembaca.
Namun jika tujuan menulis dan membuat buku adalah untuk mendatangkan kekayaan atau keuntungan material, maka Anda harus sangat peduli dengan feedback pembaca. Anda tidak boleh cuek, fokuslah kepada pembaca. Buatlah pembaca puas dan senang dengan karya Anda.
“Dengarkan umpan balik; fokuslah pada kepuasan pembaca”, saran Murphy. “Anda dapat mengabaikan satu komentar negatif. Namun ketika dua orang sepakat, dan menunjukkan masalah yang sama dengan buku Anda, Anda harus mendengarkan”, lanjur Murphy.
“Anda tidak akan pernah bisa menjelaskan buku Anda kepada pembaca, buku itu harus berdiri sendiri. Buat pembaca menyukai tulisan Anda, dan merasa puas dengan pengalaman membaca, atau tidak merasa ditipu atau dirampok waktunya”, ungkap Murphy.
Dickens : Value Tulisan Anda Adalah Saat Memberi Manfaat Kebaikan
“Value, usefulness to others! Your work is never useless if other people appreciate and enjoy it” –Derek Murphy, 2021.
Kapan tulisan Anda disebut memiliki nilai atau berkualitas? Adalah ketika tulisan Anda memberikan kemanfaatan kepada orang lain. Bukan soal jumlah –seberapa banyak yang mendapat manfaat, namun bahwa tulisan tersebut saat dibaca terasa membawa manfaat.
Inilah value dari karya tulis Anda. “Nilai : bermanfaat bagi orang lain! Karyamu tidak akan pernah sia-sia jika orang lain menghargai dan menikmatinya”, ujar Murphy, mengomentarai proses yang dialami Charlec Dickens.
Bahkan seandainya bukan jutaan, bukan ribuan, namun hanya beberapa gelintir orang yang mendapatkan manfaat kebaikan, itu sudah menjadi value yang membanggakan. Maka menulislah, dan ciptakan kebermanfaatan.
Dickens : Menulis Tidak Harus Lambat
“You can write a book quickly, publish it immediately, and it can still be high quality” –Derek Murphy, 2021.
Apakah untuk menciptakan karya berkualitas harus menghabiskan waktu berlama-lama? Ternyata tidak. Dickens termasuk penulis yang “tidak lambat” dalam menghasilkan karya berkualitas.
Novel A Christmas Carol karya Dickens hanya terdiri 28.944 kata. Selama enam pekan ia menulis, berarti sekitar 643,2 kata sehari. Ini sangat mudah bagi Dickens. Bukan sesuatu yang spektakuler.
Kecepatan menulis rata-rata adalah 40 kata per menit. Dengan latihan dan pengalaman, tidak sulit bagi Dickens untuk menulis 643,2 kata dalam 20 menit. “Kualitas karya, sebagian besar berasal dari keterampilan dan pengalaman”, ungkap Murphy. Penulis sekaliber Dickens sesungguhnya bisa menulis novel tersebut dalam 723 menit atau 12 jam saja –jika ia mau.
“Menulis satu buku dengan sangat lambat tidak akan membuat Anda menjadi penulis yang lebih baik atau buku yang lebih baik”, ujar Murphy. “Kecepatan maupun kualitas bukanlah indikator terbesar dari kinerja sebuah buku. Idealnya, Anda harus berniat menjadi penulis yang lebih baik dan lebih percaya diri – sehingga menulis lebih cepat menjadi hasil yang didapatkan”, sambung Murphy.
Bagaimana dengan Anda?
Bahan Bacaan
Alex J. Coyne, 7 Bits Of Writing Advice From The Works Of Charles Dickens, https://www.writerswrite.co.za, 7 Februari 2021
Derek Murphy, 30 Writing Tips from Charles Dickens That Will Help You Have a Merry Christmas, https://www.creativindie.com
