20 September 2026

.

Belajar dari Para Penulis Produktif

Oleh : Cahyadi Takariawan

“Set a clear goal and commit to it. Believe you can do it” –Derek Murphy, 2021.

.

Charles Dickens adalah seorang novelis produktif asal Inggris. Ia dikenal memiliki kepedulian terhadap masyarakat miskin dan marginal. Ia mengangkat realitas ketimpangan masyarakat dalam novel, untuk menjadi kritik konstruktif bagi pemerintah Inggris.

Novel Oliver Twist , David Copperfield, dan A Christmas Carol adalah karya monumental Dickens yang disukai banyak masyarakat dunia, dan mengangkat namanya. Menulis novel bagi Dickens, adalah proses menyuarakan realitas kehidupan. Maka ia memilih gaya penulisan yang ia sebut sebagai ‘natural’.

Pada beberapa postingan sebelumnya, sudah kita bahas tips produktif dari Charles Dickens. Kali ini saya tambahkan lagi tips produktif menulis dan Dickens. Tentu saja tidak semua hal bisa ditiru. Pilih yang cocok untuk masing-masing kita, tinggalkan yang tidak bisa kita lakukan.

Dickens : Tetapkan Tujuan yang Jelas

“Set a clear goal and commit to it. Believe you can do it. Confidence is a result of action, not a prerequisite” –Derek Murphy, 2021.

Saya selalu mengajak untuk memulai menulis dari menetapkan tujuan yang jelas. Dengan tujuan yang jelas, Anda tidak akan kesulitan menyelesaikan tulisan. Anda akan mudah membuat alur pembahasan hingga sampai bagian penutup. Semua karena Anda memiliki tujuan yang jelas.

Demikian pula dalam membuat buku, Anda harus menetapkan tujuan. Tidak semua buku dibuat untuk kepentingan profit. Ada sangat banyak buku yang diterbitkan untuk kepentingan sosial atau pendidikan. Maka ukuran sukses setiap buku menjadi sangat berbeda, tergantung dari tujuan apa buku itu dihadirkan.

Jika buku dibuat untuk kepentingan sosial, maka ukuran sukses adalah apabila buku itu bisa dibaca oleh kelompok sasaran, sebagai sarana perbaikan kehidupan sosial masyarakat. Jadi bukan berapa banyak keuntungan finansial didapatkan, bukan pula ukuran jumlah eksemplar buku yang terjual. Buku yang dibuat untuk tujuan mengabadikan kenangan, dan dijadikan sebagai momentum kebersamaan dalam suatu komunitas, kriteria sukses adalah seberapa kuat rasa kepemilikan komunitas atas kehadiran buku tersebut.

Sedemikian penting nilai dari tujuan, maka Anda harus sudah memiliki tujuan yang sangat jelas sebelum menulis. Salah satu jenis writer’s block –yang membuat penulis merasakan kebuntuan saat menulis, adalah karena tidak jelasnya tujuan yang ditetapkan.

Dalam mengolah karya menjadi buku, Charles Dickens tentu saja tidak sendirian. Ada sangat banyak pihak yang ikut terlibat hingga hadirnya sebuah buku. Maka sebagai tim, mereka harus memiliki kesamaan tujuan sejak awal. Mereka membantu Dickens dalam menciptakan karya berkualitas, sekaligus hasil finansial yang besar. Inilah tujuan bagi Dickens setelah sempat terpuruk kehidupan sosial ekonominya.

“Tetapkan tujuan yang jelas dan berkomitmenlah untuk itu. Percayalah bahwa Anda bisa mencapainya”, ujar Derek Murphy (2021), mengomentari proses yang dilalui Dickens. “Keyakinan adalah buah dari tindakan, bukan prasyarat”, lanjut Murphy.

Tim kerja Dickens menyatakan, “Sebelum kami mengeluarkan uang untuk kepentingan ilustrasi, kami harus mempertimbangkan apa yang terjadi jika Anda tidak selesai tepat waktu.” Hal ini menjadi penting untuk memastikan bahwa semua pengeluaran finansial akan sebanding dengan penghasilan yang mungkin didapatkan. Dickens menjawab, “Aku akan menyelesaikan buku tepat waktu.”

Murphy mengingatkan, kepercayaan diri saja tidak cukup untuk menjadi jaminan keberhasilan. Menurut Murphy, terkadang ada penulis yang membiarkan dikuasai ambisi pribadi mereka, dengan meyakinkan pihak penerbit bahwa dunia sedang menunggu buku mereka, dan bahwa mereka akan dengan mudah mendapatkan kembali investasi mereka. Tentu saja, harus dibuktikan dengan aksi nyata.

Itu sebabnya Murphy menyatakan, “Keyakinan adalah buah dari tindakan, bukan prasyarat”.

Dickens : Perlakukan Semua Orang dengan Penuh Hormat

“Treat everyone with immense respect; the people you hire to help you will work better, and faster, if you stroke their ego with flattery and stay positive” –Derek Murphy, 2021.

Penulis tidak bisa bekerja sendirian dalam membuat buku. Mereka memerlukan banyak pihak yang terlibat dalam berbagai hal. Penulis memerlukan editor, layouter, desain cover dan juga penerbit. Mereka semua akan bekerja lebih optimal apabila diperlakukan dengan penuh hormat.

Murphy menyatakan, “Perlakukan semua orang dengan rasa hormat; orang-orang yang Anda minta untuk membantu Anda akan bekerja lebih baik, dan lebih cepat, jika Anda menyapa mereka dengan sanjungan dan tetap bersikap positif”.

Sudah selayaknya para penulis menunjukkan sikap hormat kepada semua pihak yang telah membantunya. Buku tidak akan hadir secara tiba-tiba. Buku tidak akan laris dengan tiba-tiba. Semua ada prosesnya, yang membuat buku hadir dan diterima pembaca dengan baik. Bersikap hormat adalah salah satu cara untuk mendapatkan hasil yang optimal.

Bagaimana dengan Anda? Selamat berkarya, selamat mengubah dunia.

Bahan Bacaan

Alex J. Coyne, 7 Bits Of Writing Advice From The Works Of Charles Dickens, https://www.writerswrite.co.za, 7 Februari 2021

Derek Murphy, 30 Writing Tips from Charles Dickens That Will Help You Have a Merry Christmas, https://www.creativindie.com

1 thought on “Agar Selalu Produktif Menulis – 82

  1. Keyakinan adalah buah dari tindakan, bersikap hormat kepada sesama agar mendapatkan hasil yang optimal.
    Tetapkan tujuan yang jelas. Syukran katsira ustaz Cahyadi Takariawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *