.
Belajar dari Para Penulis Produktif
Oleh : Cahyadi Takariawan
“I’ll give you a programme to follow every night. Very simple programme. For the next thousand nights, before you go to bed every night, read one short story. That will take you ten minutes, fifteen minutes…for the next 1,000 nights” –Ray Bradbury.
.
Ray Douglas Bradbury (1920 –2012) adalah penulis Amerika yang terkenal karena cerita pendek dan novelnya yang sangat imajinatif. Ia mampu memadukan gaya fiksi, kritik sosial, ilmu pengetahuan dan teknologi.
Pada postingan sebelumnya, sudah kita bahas beberapa tips produktif menulis dari Bradbury. Kali ini saya tanbahkan lagi tips produktif menulis dan Ray Bradbury.
Tentu saja tidak semua hal bisa ditiru. Pilih yang cocok untuk masing-masing kita, tinggalkan yang tidak bisa kita lakukan.
Paling Tidak, Bacalah Tiga Tulisan Setiap Malam
“I’ll give you a programme to follow every night. Very simple programme. For the next thousand nights, before you go to bed every night, read one short story. That will take you ten minutes, fifteen minutes…for the next 1,000 nights” –Ray Bradbury.
Salah satu upaya meningkatkan kualitas menulis adalah dengan banyak membaca. Bisakah kita menulis tanpa banyak membaca? Sangat bisa. Namun tulisan kita tidak akan berkembang, cenderung stagnan, karena kurang belajar dari karya orang lain.
Maka Bradbury memberi tantangan yang sangat ‘menegangkan’, yaitu membaca tiga karya tulis setiap malam –selama seribu malam. Waaw. Kebayang betapa hebat kualitas penulis yang bisa menerapkan saran Bradbury ini. Benar-benar pembelajar yang tangguh.
“Aku akan memberimu program untuk diikuti setiap malam. Program yang sangat sederhana. Untuk seribu malam berikutnya, sebelum Anda tidur setiap malam, bacalah satu cerita pendek. Itu akan memakan waktu sepuluh menit, lima belas men, untuk 1.000 malam ke depan,” ujar Bradbury.
“Read the great poets, go back and read Shakespeare, read Alexander Pope, read Robert Frost. But one poem a night, one short story a night, one essay a night, for the next 1,000 nights” –Ray Bradbury.
“Oke, kalau begitu baca satu puisi setiap malam, dari sejarah puisi yang luas. Jauhi sebagian besar puisi modern. Ini omong kosong. Ini bukan puisi! Ini bukan puisi”, ujar Bradbury. “Baca karya penyair besar, Shakespeare, Alexander Pope, Robert Frost. Tiap malam baca satu puisi, satu cerita pendek, satu esai, untuk 1.000 malam ke depan”.
Bradbury menyarankan, tidak hanya membaca satu tema, namun berbagai tema. Misalnya arkeologi, sejarah, zoologi, biologi, teknologi dan lain sebagainya. Ia menyarankan agar Anda membaca esai berkualitas dari Aldous Huxley atau Lauren Eisley. “Saya ingin Anda membaca esai di berbagai bidang. Tentang politik, menganalisis sastra, pilih sendiri”.
“Read the essays of Aldous Huxley, read Lauren Eisley, great anthropologist. I want you to read essays in every field. On politics, analyzing literature, pick your own. But that means that every night then, before you go to bed, you’re stuffing your head with one poem, one short story, one essay” –Ray Bradbury.
Ini sih, juooosh –kalau istilah di grup-grup whatsapp. Benar-benar menjadi penulis handal jika mampu membaca tiga naskah setiap malam, selama seribu malam. Satu puisi (beneran), satu cerpen (beneran) dan satu artikel berbobot dari berbagai tema. Wawasan kita akan luas, kosa kata kita menjadi semakin kaya, dan pandai mengolah ide menjadi tulisan.
Terus Menerus Belajar Sendiri
“You can’t learn to write in college. It’s a very bad place for writers because the teachers always think they know more than you do—and they don’t” –Ray Bradbury.
Tips berikutnya yang diajarkan Bradbury adalah terus menerus belajar. Anda boleh belajar di mana saja, namun yang paling utama adalah belajar sendiri. Sebab proses kreatif menulis pada dasarnya bukan seperti belajar rumus-rumus matematika atau kimia. Ada sangat banyak faktor yang terlibat dalam membangun kemampuan menulis.
“Anda tidak bisa belajar menulis di perguruan tinggi. Ini adalah tempat yang buruk bagi penulis. Para pengajar cenderung berpikir bahwa mereka lebih banyak ilmu daripada Anda—padahal kenyataannya tidak”, ujar Bradbury.
“Mungkin mereka menyukai Henry James, tetapi bagaimana jika Anda tidak ingin menulis seperti Henry James? Mereka mungkin menyukai John Irving, yang membosankan sepanjang masa. Banyak orang yang karyanya telah mereka ajarkan di sekolah selama tiga puluh tahun terakhir, saya tidak mengerti mengapa orang membacanya dan mengapa mereka diajarkan”, lanjut Bradbury.
“The library, on the other hand, has no biases. The information is all there for you to interpret. You don’t have someone telling you what to think. You discover it for yourself” –Ray Bradbury.
Ia menganjurkan agar Anda belajar di perpustakaan. Anda memilih buku dengan leluasa, dan Anda terus belajar dari karya-karya hebat. “Perpustakaan tidak memiliki bias. Semua informasi ada di sana untuk Anda tafsirkan. Anda tidak perlu diinstruksi tentang apa yang harus Anda pikirkan –karena Anda akan menemukannya sendiri”, sambung Bradbury.
Sisi lain dari tips ini adalah –jangan pernah minder sebagai penulis bahwa Anda bukan lulusan perguruan tinggi. Anda tetap bisa menjadi penulis hebat tanpa harus kuliah di kampus manapun atau tanpa gelar kesarjanaan apapun. Kuncinya pada pembelajaran mandiri dan latihan tanpa henti.
Terus Menulis Setiap Hari
“At the end of each day, when you’ve done your work, you lie there and think, Well, I’ll be damned, I did this today. It doesn’t matter how good it is, or how bad—you did it. At the end of the week you’ll have a certain amount of accumulation. At the end of a year, you look back and say, I’ll be damned, it’s been a good year” –Ray Bradbury.
Tips berikutnya dari Bradbury –sama dengan saran dari sangat banyak penulis lainnya. “Terus menulis setiap hari,” ini kunci produktivitas.
“Di penghujung hari”, ujar Bradbury, “ketika Anda menyelesaikan tulisan, Anda berbaring dan berpikir, ‘Yah, sial, saya menulis ini hari ini’. Tidak masalah seberapa bagusnya, atau seberapa buruknya—Anda menulis. Pada akhir pekan Anda akan memiliki sejumlah akumulasi. Pada akhir tahun, Anda melihat ke belakang dan berkata, ‘ini adalah tahun yang baik’”.
Maka, sebanyak apapun tips menulis Anda pelajari, semua kembali kepada satu hal penting: apakah Anda rutin menulis setiap hari?
Bahan Bacaan
Emily Temple, Ray Bradbury’s Greatest Writing Advice, https://lithub.com, 22 Agustus 2018
Mayo Oshin, The Daily Routine of 20 Famous Writers (and How You Can Use Them to Succeed), 15 Agustus 2017, https://medium.com/
Sue Weems, How to Bust Excuses and Focus on Your Writing Like Ray Bradbury, https://thewritepractice.com

Rumesha dan rajin membaca berbagai tema setiap hari hingga seribu hari, perhari tiga tema. Menulis belajar sendiri atau otodidak lebih baik.Syukran katsira ustaz Cahyadi Takariawan
Inspiratif sekali
Ide yang brilian. Dengan banyak membaca, banyak ide atau gagasan yang muncul untuk dituliskan. Terima kasih pencerahannya Pak Cah.