.
Oleh : Cahyadi Takariawan
.
Apa yang saya inginkan dari semua tulisan saya? Menginspirasi, mengedukasi, memotivasi, memberi insight kepada pembaca. Sederhana saja, seperti itu. Saya tidak memiliki keinginan yang muluk-muluk.
Saya tidak berharap tepuk tangan meriah dari jutaan orang. Saya tidak bermimpi tulisan saya mampu mengubah seluruh rakyat Indonesia. Saya tidak berorientasi banjir pujian, lope-lope, atau hujan likers pada tulisan saya.
Seandainya hanya ada beberapa orang yang membaca tulisan saya, dan ada satu orang saja yang terinspirasi oleh tulisan saya, itu sudah sangat bermakna bagi saya. Itu sudah cukup menjadi alasan bagi saya untuk terus menerus menulis. Itu sudah sangat memuaskan bagi saya.
Sebagai muslim, saya meyakini kebermaknaan atas suatu perbuatan baik, meski tampak kecil. Saya juga meyakini, kebermaknaan tidak selalu muncul dari hal-hal besar dan spektakuler. Kebermaknaan bisa muncul dari kebersahajaan.
Saya selalu memegangi sabda Nabi saw:
فَوَاللَّهِ لأَنْ يُهْدَى بِكَ رَجُلٌ وَاحِدٌ خَيْرٌ لَكَ مِنْ حُمْرِ النَّعَمِ
“Demi Allah, jika ada satu orang saja mendapat petunjuk (dari Allah) melalui perantaraanmu, hal itu lebih baik dari unta merah.” HR. Bukhari no. 2942 dan Muslim no. 240.
Imam An-Nawawi menjelaskan, “Unta merah adalah harta paling istimewa di kalangan orang Arab kala itu. Nabi saw menjadikan unta merah sebagai permisalan untuk mengungkapkan betapa berharganya suatu perbuatan. Tidak ada harta yang lebih istimewa dari unta merah pada zaman itu”.
Ini sungguh pesan yang luar biasa. Jika ada satu orang saja yang terinspirasi oleh tulisan saya, menjadi lebih baik karena tulisan saya, menjadi lebih positif karena tulisan saya, itu lebih baik daripada harta apapun yang ada di dunia ini.
Bahkan, secara lebih tegas, Nabi saw pernah bersabda kepada Ali:
“Wahai Ali, sesungguhnya Allah swt memberikan petunjuk seseorang dengan usaha kedua tanganmu, itu lebih bagimu dari tempat manapun yang matahari terbit di atasnya (lebih baik dari dunia dan isinya). HR. Al-Hakim dalam kitab Al-Mustadrak.
Mungkin seseorang membaca tulisan saya, lalu termotivasi melakukan kebaikan. Mungkin seseorang membaca tulisan saya lalu terinspirasi untuk berhenti dari perbuatan buruk. Ini lebih baik daripada dunia dan seisinya.
Dengan menata motivasi dan tujuan seperti itu, saya justru selalu merasa powerful untuk menulis. Saya merasa, menulis benar-benar membebaskan diri saya. Menulis benar-benar melegakan bagi saya.
Saya tidak mau terjebak pada ‘rating’ —karena itu hanya bonus saja. Yang paling utama dalam menulis adalah berusaha mengedukasi, memotivasi, menginpirasi diri sendiri dan orang lain, agar menjadi lebih baik. Jika mendapat rating —best seller, misalnya, maka itu bonus saja.
Saya juga tidak mau terjebak imitasi atas popularitas penulis lain, karena mereka itu —menurut Shaunta Grimes, adalah ‘unicorn’. Saya hanya orang lumrah atau orang kebanyakan, dalam dunia tulis menulis. Saya bukan bintang gemintang.
“Don’t talk to me about Harper Lee or J.K. Rowling. They aren’t normal people. They’re unicorns”, ungkap Shaunta Grimes.
“Maybe you’re a unicorn, too, but the chances are about 99.9999 percent that you’re a regular old donkey like the rest of us. And that means that you have to keep writing and keep shipping your book out to the world”, lanjut Grimes.
Maka saya menulis untuk menebar makna, seluas-luasnya. Siapa tahu, dari tulisan-tulisan saya, ada satu orang yang mendapat manfaat. Ada satu orang yang termotivasi. Ada satu orang yang terinspirasi. Ada satu orang yang teredukasi.
Itu lebih baik dari aplaus yang gegap gempita. Itu lebih baik dari dunia dan semua isinya. Hal-hal seperti inilah yang selalu menyemangati saya.
Bahan Bacaan
Shaunta Grimes, 25 Habits That Will Make You a Writer, www.medium.com, 5 April 2017

super cantiik. Tujuan seide. Trimk ustadz
Tulisan ini mengajak kita memiliki ” standar bahagia” tingkat tinggi, tak bisa meraih kecuali yang mendapat taufik – Nya, semoga kita salah satunya.
Terima kasih Ustadz, tak pernah henti memotivasi semoga sehat selalu, Aamiin
Jazakallahu khairan, guruku!
Luar biasa Gurunda yang selalu memotivasi kami. Barakallah
Ya Allah , sangat menginspirasi dan memotivasi. Terimakasih Pak Cah
Terima kasih banyak pak Cah sangat memginspiraai
Terimakasih pak Cah, menebar makna yang memesona sehingga menggetarkan jiwa. Betapa penting dan besar manfaatnya menulis untuk mengedukasi, memotivasi dan menginspirasi.
Saya merasa setelah menulis ada kelegaan jadi buatku menulis itu semacam terapi jiwa agar lebih ringan melangkah ke tahapan kehidupan yang lebih baik. Kalau kemudian tulisan saya menginspirasi orang lain untuk berbuat positif itu bonus besar. Demikian pa Cahya.
Tulisan bapak selalu menginspirasi.
Tulisan pak Cah pagi ini sangat menginspirasi untuk tetap menulis, menulis dan menulis, guna menebar nilai-nilai positif bagi siapa saja yang membacanya.
Terimakasih pak Cah .
Alhamdulillah, terima kasih Pak Cah.
Semoga Pak Cah selalu sehat dan dalam lindungan Allah SWT.
Tujuan menulis yang simple, Pak. tapi tidak mudah untuk saat ini, diantara banyaknya sosmed dengan liking, dan lope2nya. Walaupun demikian, niatan kita harus dijaga, ya, untuk Allah. Semoga dengan tulisan kita ada orang yang tergerak walau hanya satu orang saja.
Ya Allah, hindarkan kami dari riya, ujub dan takabur. Dan jadikan kami penulis yang menyampaikan kebaikan, kebenaran dan kesabaran. Aaaamiiin Yaa Rabbal’aalamiin
Saya merasa lega ketika membaca artikel ini.
Tulisan Pak Cah selalu memotivasi, menginspirasi, mengedukasi terutama diri saya. Terima kasih Pak, ilmunya sangat bermanfaat. Alhamdulillah
Terima kasih atas ilmunya.
Menulis untuk inspirasi, edukasi dan motivasi bagi diri dan orang lain. Semoga menulis juga bagian dari ladang amal. “Dakwah bil Kitabah”.
Trimksih bapak…tulisan bapak membuka mata saya bhwa berguna untk orang lain tdk harus memberi banyak hal tp dg satu tindakn kecil jika itu bermanfaat sgt berarti bgi yg menerimanya. Trimaksih sdh menginspirasi….dan ini sangt bermanfaat bagi sya
Tulisan ini mengajak kita memiliki ” standar bahagia” tingkat tinggi, tak bisa meraih kecuali yang mendapat taufik – Nya, semoga kita salah satunya.
Terima kasih Ustadz, tak pernah henti memotivasi semoga sehat selalu, Aamiin
Masya Allah. Barakallah gurunda. Jazakumullah pencerahannya. Saya salah satu orang yang terinspirasi dan ingin menjadi inspirator juga buat orang lain suatu hari nanti.
Tulisan-tulisan inspiratif gurunda ini selalu menjawab pertanyaan dalam pikiran saya. Syukran
Ini benar memantapkan saya semakin serius belajar menulis. Jazakallah khairan, Ustadz
Terimakasih Pak.
Jazakallahu Khoiron Pak Cahyadi
Sudah pasti terinspirasi saya pak Cah
mencurahkan perasaan