19 September 2026

.

Oleh : Cahyadi Takariawan

.

“Saya sudah memiliki banyak tulisan, dengan berbagai macam tema. Bagaimana cara mengolah aneka jenis tulisan tersebut?” demikian  pertanyaan salah seorang peserta Kelas Menulis Online (KMO) Basic. Pertanyaan ini, saya yakin, mewakili banyak peserta lainnya.

Mari saya ajak Anda untuk mengolah berbagai tulisan tersebut menjadi buku. Berikut langkah-langkah yang bisa Anda lakukan.

Pertama, Kumpulkan Semua Tulisan

Mungkin selama ini, tulisan Anda berserakan di berbagai perangkat. Ada yang tersimpan di gadget / HP, ada yang tersimpan di laptop, ada pula yang di komputer. Bahkan mungkin Anda memiliki lebih dari satu laptop. Bisa jadi naskah Anda tersimpan di blog atau web, dan Anda tidak memiliki cadangan di perangkat.

Nah, langkah pertama, kumpulkan semua jenis tulisan yang sudah Anda miliki. Baik tulisan yang pernah dipublikasikan, maupun tulisan yang belum pernah dipublikasikan. Kumpulkan semua, dalam satu folder di laptop. Termasuk tulisan yang tersimpan di blog atau web yang tidak Anda miliki back up di perangkat. Juga tulisan di koran atau majalah, yang tidak Anda miliki cadangan naskahnya di perangkat.

Kumpulkan semuanya, agar mudah untuk mengelola semua tulisan tersebut. Mungkin bentuknya adalah makalah, mungkin bentuknya artikel lepas yang pernah Anda tulis dalam mengomentasi suatu kejadian tertentu pada waktu itu. Apapun bentuk dan jenisnya, kumpulkan semua.

Kedua, Pisahkan Berdasarkan Jenis dan Tema

Langkah kedua adalah memisahkan berbagai tulisan tersebut, berdasarkan jenis dan tema. Tulisan jenis fiksi, jadikan satu bagian. Tulisan jenis nonfiksi, jadikan satu bagian.

Dalam kategori fiksi, pisahkan lagi antara puisi dengan cerpen. Bikin folder untuk setiap kategori, agar tersimpan dengan rapi. Anda menjadi tahu berapa jumlah puisi yang sudah Anda miliki, berapa jumlah cerpen yang sudah Anda tulis.

Dalam kategori nonfiksi, pisahkan berdasarkan jenis, misalnya naskah akademik (ilmiah murni), naskah populer (ilmiah populer), kisah berhikmah, dan lain sebagainya. Anda masih bisa memilah lagi berdasarkan tema.

Misalnya tema keluarga, parenting, sosial, pendidikan, budaya, ekonomi, politik, bisnis, dan lain sebagainya. Anda boleh membuat pengelompokan sendiri, sesuai denga kebiasaan dan kemudahan yang bisa Anda lakukan.

Ketiga, Lihat Jenis Tulisan yang Paling Banyak Sediaannya

Langkah berikutnya, cermati seluruh tulisan yang sudah Anda pisah berdasarkan jenis dan tema tersebut. Manakah yang paling banyak? Misalnya, yang paling banyak adalah puisi, atau cerpen, atau naskah akademik, atau kisah berhikmah.

Mengapa mencari yang paling banyak? Karena itu yang paling mudah untuk dikembangkan. Jika paling banyak adalah puisi, maka Anda bisa membuat buku kumpulan puisi terlebih dahulu. Jika paling banyak adalah cerpen, maka Anda bisa membuat buku kumpulan cerpen. Ini menyangkut prioritas kerja.

Demikian pula jika yang paling banyak adalah nonfiksi jenis kisah berhikmah. Anda bisa mendahulukan memproses membuat buku nonfiksi berjenis kumpulan kisah berhikmah.

Bagaimana jika tidak ada yang paling banyak? Semua tersebar rata, misalnya punya lima puisi, lima cerpen, lima naskah akademik, lima naskah ilmiah populer, lima naskah kisah berhikmah, dan lain sebagainya.

Jika terjadi situasi seperti itu, pilih jenis atau tema yang menurut Anda paling mungkin atau paling mudah untuk Anda kembangkan menjadi buku. Anda yang lebih mengerti, mana yang paling mudah, karena setiap orang memiliki kecenderungan yang berbeda-beda.

Di langkah ketiga ini, Anda harus sudah memilih, tema atau jenis tulisan yang akan Anda kembangkan menjadi buku.

Keempat, Bikin Outline Buku

Setelah Anda memilih jenis atau tema tulisan yang akan Anda kembangkan menjadi buku, langkah berikutnya adalah membuat outline atau kerangka buku. Jika yang Anda pilih adalah kumpulan puisi atau kumpulan cerpen, maka yang perlu Anda lakukan adalah mengurutkan posisi tulisan dalam setting buku nantinya.

Jika tulisan yang Anda pilih adalah tulisan ilmiah populer, maka Anda perlu membuat kerangka tulisan untuk membuat sistematika dari aneka tulisan yang berserakan tersbut. Buatlah outline atau kerangka tulisan yang utuh, dalam bingkai tema tertentu yang sudah Anda tetapkan.

Pada dasarnya, outline buku adalah jabaran atau rincian dari tema. Dengan outline, Anda bisa menyusun buku dengan sistematis, dan terbingkai dengan logika yang utuh.

Kelima, Mulai Proses Membuat Buku

Langkah berikutnya adalah memulai proses membuat buku. Masukkan tulisan yang Anda miliki, ke dalam outline yang sudah Anda buat. Yang boleh Anda masukkan, hanya yang sesuai dengan konteks outline saja. Jangan memaksa semua tulisan untuk masuk.

Setelah semua berhasil Anda masukkan ke dalam kerangka, selanjutnya Anda akan mengetahui bagian  yang masih kosong belum ada tulisannya. Di bagian yang masih kosong itulah Anda harus mengisi dengan tulisan baru.

Isi semua kerangka buku sampai akhir. Baiknya Anda tetapkan juga target jumlah halaman buku yang ingin Anda buat. Dengan demikian, Anda bisa memperkirakan apakah tulisan Anda sudah selesai sesuai target atau masih kurang.

Langkah selanjutnya adalah proses editing, setting / lay otu, pembuatan cover dan penerbitan buku. Ini sudah sering saya sampaikan dalam postingan sebelumnya.

Selamat mengumpulkan dan mengelola tulisan. Agar tulisan Anda tidak berpencaran yang membuat menjadi kurang kemanfaatannya bagi khalayak luas.

5 thoughts on “Sudah Memiliki Banyak Tulisan, Bagaimana Selanjutnya?

  1. Tipsnya sangat mudah dipahami dan diaplikasikan. Yang susah memang menjaga konsistensi untuk mulai menulis dan terus menulis hingga menjadi sebuah buku. Semoga dengan membaca tulisan pa Cahya bisa memantik semangat saya untuk menulis dan menulis lagi. Menulis semudah bernapas.

  2. Bermanfaat sekali tulisan pak Cah pagi ini.
    Menambah semangat untuk tetap berbuat yang terbaik dari catatan harian yang ada.
    Terimakasih pak Cah, barakallahu fikum.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *