20 September 2026

.

Rumesha / Rutin Menulis Setiap Hari – 4 

Oleh : Cahyadi Takariawan

“Listen to a soothing track on repeat. Calming your nerves before writing can help you write more for longer stretches” –Blake Powell, 2017

.

Banyak penulis pemula mudah untuk merasa frustrasi setelah gagal fokus untuk menulis. Rupanya konsentrasi sangat mudah dibajak oleh aneka gangguan. Baru memulai menulis, datang telpon. Baru memulai menulis, grup chat ramai “innalillahi”. Baru menulis “ikut berduka cita”, belok lihat grup lainnya.

Asyik menengok berbagai grup sudah mengalihkan perhatian. Ide-ide yang semula sudah ada di kepala dan imgin dituliskan, mendadak buyar. Tigapuluh menit berlalu tanpa terasa. Sangat cepat, dan ternyata hanya habis untuk berasyik ria dengan gadget saja. Tidak menulis apa-apa.

“Embrace the silence around you. Try sitting in silence for five minutes every day before writing without using any paper or pad or pad to collect your thoughts” –Blake Powell, 2017

Blake Powell memberikan beberapa saran, agar Anda bisa memiliki fokus atau konsentrasi menulis.

  • Matikan internet Anda sebelum menulis

Menurut Powell, lebih baik lagi jika Anda lepaskan modem seluruhnya. Sedikit waktu yang Anda alokasikan untuk menulis, benar-benar full menulis. Tidak terganggu searching, googling atau manching (ikan).

  • Kirim pesan ke teman

Kirim pesan ke teman-teman di grup, dan katakan bahwa Anda tidak aktif selama satu jam ke depan. Beri tahu mereka bahwa Anda tidak dapat berbalas chat karena sedang menulis. Anda akan bisa komentar lagi di grup setelah selesai menulis.

  • Dengarkan musik yang menenangkan

Powell menyarankan agar Anda mendengarkan musik yang tenang. Suara lembut akan bisa menenangkan saraf Anda sebelum menulis. Hal ini bisa membantu Anda untuk bisa menulis lebih lama.

  • Nikmati kesunyian di sekitar Anda

Cobalah duduk diam sekitar lima menit sebelum menulis. Jangan diganggu oleh alat-alat apapun. Gunakan kesempatan ini untuk mengumpulkan konsentrasi dan menemukan ide-ide untuk ditulis.

  • Optimalkan tidur Anda

Powell menyarankan agar Anda membeli bantal yang lebih baik. Dapatkan waktu tidur yang optimal untuk benar-benar istirahat. Tidur yang berkualitas dapat meningkatkan kreativitas di saat Anda membutuhkannya untuk menulis.

  • Bagikan kecemasan Anda dengan teman

Jika Anda diserang rasa takut dikritik atau diabaikan, bicarakan dengan teman-teman sesama penulis yang bisa menyemangati. Mintalah dukungan dari teman-teman untuk menumbuhkan keberanian memosting tulisan.

Menulis Saja

Jika Anda tetap tidak bisa memulai menulis, aturlah penanda waktu untuk lima belas menit. Dalam waktu itu, tulis saja secara bebas. Tumpahkan semua kesulitan Anda melalui tulisan. Ceritakan kegelisahan atau kekesalan Anda akibat tidak bisa konsentrasi menulis, melalui tulisan.

“Hal yang harus Anda sadari adalah bahwa menulis sesuatu untuk memaksa Anda rutin menghasilkan tulisan, lebih baik daripada tidak melakukan apapun”, ujar Blake Powell.

Keinginan untuk menjadi penulis hanya bisa terwujud melalui satu cara, yaitu terus menulis. Anda harus terus mengumpulkan keberanian untuk menulis dan memublikasikan tulisan secara rutin, setiap hari.

Cukup 100 kata setiap hari. Cukup 15 menit setiap hari. Tapi rutin menulis dan memublikasikannya setiap hari.

Bahan Bacaan

Blake Powell, How to Be Unstoppable and Write Every Day, 26 Mei 2017,  https://writingcooperative.com/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *