19 September 2026

Oleh : Cahyadi Takariawan

“Where are the edges of your day?” — Joanna Penn

********************

Kembali saya ajak Anda membangun sesuatu yang berharga untuk modal menulis. Membangun itu kata kerja aktif, melakukan sesuatu untuk mewujudkannya. Saya mengajak Anda membangun lima modal dasar untuk menjadi penulis, yaitu HTDKW —hasrat, tekad, disiplin, komitmen dan waktu untuk menulis.

Pada postingan sebelumnya, telah saya sampaikan modal dasar pertama berupa hasrat, modal kedua berupa tekad, modal ketiga berupa disiplin, modal keempat berupa komitmen, dan pada postingan kali ini akan saya sampaikan model dasar kelima dalam menulis, yaitu waktu untuk menulis. Untuk menulis dan menjadi penulis, yang harus Anda miliki bukanlah bakat, bukan pula mood. Abaikan itu —jika Anda merasa tidak memilikinya. Anda hanya perlu menyediakan waktu untuk menulis, dan teruslah menulis.

Meletakkan Waktu dan Kesibukan

“Saya ibu rumah tangga, dan saya bekerja formal kantoran sepekan enam hari, bagaimana mungkin saya punya waktu untuk menulis buku?” tanya seorang ibu peserta Kelas Menulis Online (KMO) Alineaku. Untuk jawaban pertanyaan ini, biar dijawab oleh seorang ibu rumah tangga yang bekerja formal fulltime di kantor, namun sangat produktif menulis buku.

Dialah Joanna Penn, penulis buku Stone of Fire, Crypt of Bone, Ark of Blood, One Day in Budapest, Day of Vikings, Gates of Hell, One Day in New York, Destroyer of Worlds, End of Days, Valley od Dry Bones, dan lebih dari 30 buku lainnya. Bukunya telah terjual lebih dari 600.000 eksemplar di 149 negara, dalam 6 bahasa. “Saya menulis empat buku pertama ketika saya bekerja penuh waktu sebagai konsultan di Brisbane, Australia”, ungkap Penn.

Bagaimana ia melakukannya? “Saya bangun jam 5 pagi dan menulis sebelum saya berangkat kerja, karena begitu saya tiba di kantor, saya tidak punya waktu untuk menciptakan kreativitas lagi”, ujar Penn. “Saya bangun jam 5 pagi, menulis selama satu jam, kemudian bersiap-siap untuk berangkat kerja”, lanjut Penn. Tentu saja, Anda tidak harus sama persis dengan Penn —sebab Anda bukan Penn. Namun ambil semangat dari kisahnya.

Menulis satu jam pada pagi hari sebelum berangkat kerja, tidak ia kerjakan tiap hari. Ia melakukan rutinitas itu hanya tiga hari dalam sepekan. “Saya melakukan rutinitas menulis seperti itu tiga kali sepekan —-karena saya suka tidur!” ungkapnya. “Menulis sebelum melakukan hal lain sangat efektif bagi saya, karena saya tipe orang pagi. Tetapi jika Anda adalah orang malam, Anda mungkin menemukan kenyamanan menulis di malam hari, setelah anak-anak tidur, atau setelah pasangan Anda tidur. Saya tahu banyak penulis tipe burung hantu malam”, ungkap Penn.

Ini contoh bagi Anda yang tak ingin beralasan. Jika Anda suka alasan, gunakan saja sederetan panjang alasan yang sudah sangat klasik itu, yang membuat Anda tak pernah menulis apapun dan tak memiliki satu bukupun.

Manajemen Perhatian, Bukan Soal Waktu

Ada sebuah pertanyaan menggelitik dari Joanna Penn, “Where are the edges of your day?” Ini pertanyaan Penn kepada Anda semua yang mengatakan tidak punya waktu semenit pun untuk menulis. Sebab, memang aneh jika menyalahkan keterbatasan waktu sebagai penyebab tidak menulis. “When you say you don’t have the time, what you are really saying is: Something else is more important right now than writing,” ujar Victoria Lynn Schmidt, Ph.D.

Ini jawabannya. Bukan karena Anda tidak punya waktu, namun karena Anda menganggap, ada banyak hal lain jauh lebih penting daripada menulis. “Are all these other tasks you’re completing, all of them, more important to you than writing? If so, then stop beating yourself up about not writing and put this book down”, lanjut Lynn. Jika semua aktivitas lain yang Anda lakukan —menurut Anda— lebih penting daripada menulis, maka berhentilah menyalahkan diri sendiri tentang tidak menulis, dan berhentilah membaca tulisan ini.

Namun sebenarnya, secara teknis masih bisa diperinci lagi. Bagaimana Anda menggunakan waktu-waktu selama ini. Lynn masih mempertanyakan alasan “tidak punya waktu” yang sering dijadikan pembenaran untuk tidak menulis apapun. “You absolutely cannot say you don’t have the time unless you write down all of your activities for one week and prove it!” Anda baru benar-benar bisa mengatakan tidak punya waktu, jika Anda telah menuliskan semua kegiatan harian Anda selama satu minggu, dan membuktikan bahwa tak satupun menit tersisa.

Nora Roberts, penulis lebih dari 200 novel —diantaranya Irish Thoroughbred (1981), Irish Rose (1988), irish Rebel (2000)— memiliki sangat banyak aktivitas lain yang harus dikerjakan, ketika dia menulis novel. Nora Roberts, sebagaimana Penn, bukan pengangguran yang menghabiskan waktu untuk menulis.

Lalu bagaimana seorang Nora Roberts, Joanna Penn, dan para penulis produktif lainnya, menjalankan tugas hidup sehari-hari dan menulis pada saat yang sama? Jawabannya adalah, karena mereka menganggap menulis sebagai hal penting yang harus mereka lakukan setiap hari.

Para penulis handal itu memberikan perhatian kepada aktivitas menulis, karena meyakini bahwa menulis merupakan hal penting dalam kehidupan. Tanpa manajemen perhatian seperti ini, Anda akan selalu mengatakan tidak punya waktu untuk menulis. Di saat yang sama, Anda bisa beraggapan, bahwa para penulis hanyalah para pengangguran yang tak punya pekerjaan apapun dalam kehidupannya kecuali melamun dan berkhayal.

Jadi, sudahkah Anda bisa menjawab pertanyaan Penn, “Where are the edges of your day?”

Bahan Bacaan

Joanna Penn, How Do You Find Time To Write? www.thecreativepenn.com. 28 Maret 2018

Kevin Kruse, The 80/20 Rule And How It Can Change Your Life, www.forbes.com, 7 Maret 2016

Victoria Lynn Schmidt, 4 Tips for Making Time to Write, www.writersdigest.com, 3 April 2008


6 thoughts on “Time to Write: Dimanakah Ujung Harimu?

  1. Alasan klasik untuk tak menulis mudah disampaikan. Buktikan bahwa kita punya komitmen waktu untuk menulis. Mantap motivasinya pak Cah. Mengokohkan kami para penulis pemula untuk terus disiplin menulis
    Terimakasih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *