19 September 2026

.

–Bagian Kedua

Oleh : Cahyadi Takariawan

“By making a habit of daily writing, I am able to put down all my thoughts, see what is common about them over time, extract the most relevant parts, focus on them, and develop my conception of the world” –Taylor Foreman, 2021.

.

Taylor Foreman menyatakan, salah satu faktor paling kuat dalam menentukan kesuksesan hidup adalah kemampuan berkomunikasi. “Bentuk komunikasi yang paling kuat adalah menulis. Tidak peduli apa yang Anda rencanakan dalam hidup; namun Anda akan lebih baik jika rutin menulis setiap hari”, ujar Foreman.

Menurut Foreman, proses menulis meliputi tiga aspek. Pertama, mengeluarkan pikiran yang rumit. Kedua, menyediakan ruang baru yang bisa digunakan untuk pemikiran yang lebih baik. Dan ketiga, pengulangan proses tersebut.

Saat menulis, kita telah mengeluarkan berbagai pemikiran, ide, dan pendapat –yang selama ini memenuhi memori otak kita. Setelah dikeluarkan, berarti telah mengosongkan bagian-bagian dari memori otak yang terlalu penuh. Dampaknya, tersedia cukup ruang di otak kita untuk memproduksi pemikiran baru yang lebih baik dan  lebih berkualitas.

Jika hal ini rutin dilakukan setiap hari, berarti proses pengeluaran dan pengosongan bagian-bagian dari memori otak kita juga berlangsung secara rutin. Peristiwa ini akan berulang setiap hari.

Pemrosesan Eksternal Tidak Memiliki Batas

“No matter who you are, writing has the power to change your world and change the world of everyone you come in contact with” –Taylor Foreman, 2021.

Ada begitu banyak ruang di kepala kita. Ada potensi dan kapasitas penyimpanan yang sangat luas dalam otak manusia. Namun ruang dan kapasitas itu bisa makin menyempit saat kita terus menerus mengisi dan tidak ada bagian yang dikeluarkan.

Dengan membiasakan menulis setiap hari, kita dapat menata semua pikiran di otak. Pandangan akan menjadi lebih tajam, mampu melihat kondisi sekitar dari waktu ke waktu. Menulis membuat kita mampu mengekstrak bagian pikiran yang paling relevan, dan bisa fokus pada bagian tersebut. Dengan cara seperti inilah kita bisa mengembangkan berbagai konsepsi dalam kehidupan.

Kondisi ini yang disebut oleh Foreman sebagai “pemrosesan eksternal”. Kita bawa pikiran-pikiran yang memenuhi ruang otak, ke luar, dalam bentuk tulisan. Kita proses pikiran-pikiran yang menggumpal di otak, dalam berbagai analisa dan konstruksi pengetahuan serta informasi. Produk pikiran manusia bisa tanpa batas.

“By writing, we are able to see — in black and white — where we actually stand in terms of our personal level of understanding” –Taylor Foreman, 2021.

Maka sisi jenius manusia, bisa didapatkan melalui proses telaah dan analisa atas berbagai peristiwa. Potensi pemikiran kita curahkan rutin setiap hari. Ada momentum pengosongan ruang pikiran, mengolahnya menjadi tulisan yang telah kita lepaskan dari memori internal otak kita.

Tidak masalah terlahir sebagai manusia biasa, bukan jenius dengan IQ di atas 200. Namun pemrosesan pikiran melalui tulisan mampu memberikan peningkatan kecerdasan yang nyata bagi para pelakunya. Yang diperlukan adalah menjaga rutinitas pemrosesan eksternal, dengan menulis setiap hari.

Zaman kehdupan kita saat ini memang terlalu banyak distraksi. Ada begitu banyak keramaian media sosial, video YouTube, dan podcast yang sangat menarik di luar sana. Terkadang ini justru membingungkan, membuat kita tidak tahu harus mulai dari mana.

Menurut Foreman, dengan menulis, kita dapat melihat posisi diri kita yang sebenarnya, dalam hal tingkat pemahaman pribadi kita. ”Tidak peduli siapa Anda, menulis memiliki kekuatan untuk mengubah dunia Anda dan mengubah dunia setiap orang yang berhubungan dengan Anda”, ujar Foreman.

Menulis Mampu Mengubah Hidup Anda

Students who performed the “self-authoring” program were much less likely to drop out and performed much better in school. The results also transfer to life with profound impacts” –Taylor Foreman, 2021.

Foreman meyakini, bahwa menulis akan mengubah hidup seseorang –bahkan banyak orang. Namun bagaimana jika tidak tahu apa yang ingin Anda tulis? Bagaimana agar tetap bisa menulis?

Saran Foreman, “Tulis saja kisah hidup Anda secara detail”. Tentu saja hal ini menjadi mudah, karena menulis tentang kehidupannya sendiri. Tidak memerlukan sumber referensi atau daftar pustaka, karena semua sudah ada dalam dirinya sendiri.

Foreman merujuk kepada sebuah hasil studi, bahwa siswa yang melakukan program “menulis diri sendiri” lebih kecil kemungkinannya untuk putus sekolah, dan memiliki prestasi yang lebih baik di sekolah. Bukan hanya bermanfaat dalam konteks pembelajaran di sekolah, namun juga bermanfaat dalam kehidupan yang luas.

Mengapa bisa demikian? Karena kita semua membawa beban-beban masa lalu. Kita tidak mengingat masa lalu sebagai “representasi yang akurat”; namun kita mengingat masa lalu untuk belajar membangun masa depan. Dengan menuliskan kisah kehidupan diri sendiri di masa lalu, memungkinkan seseorang untuk lebih berkembang di masa depan.

If something is bothering you about the past, you need to work it out. If you do, the energy that was stuck in the past suddenly is available for the present! Your brain has decided that you’ve learned the right lessons and that it can stop pestering you with anxiety” –Taylor Foreman, 2021.

Maka Foreman menyarankan, jika ada sesuatu yang mengganggu tentang masa lalu, Anda harus menyelesaikannya. Anda harus mampu berdamai dengan masa lalu Anda. “Jika Anda mampu melakukannya, energi yang tertahan di masa lalu tiba-tiba tersedia untuk saat ini!” ungkap Foreman.

Dengan menuliskan kejadian dan peristiwa dalam kehidupan di masa lalu, otak Anda memutuskan bahwa Anda telah mendapatkan pelajaran yang tepat. Setelah menulis, semua beban Anda lepaskan. Maka menulis dapat menghentikan gangguan kecemasan atas masa lalu. Inilah salah satu cara berdamai dengan masa lalu –yaitu menuliskannya.

Bahan Bacaan

Taylor Foreman, 7 Reasons Daily Writing Can Make Up For Not Being Born a Genius, https://writingcooperative.com, 5 Maret 2021

1 thought on “Tidak Terlahir Sebagai Jenius? Don’t Worry, Menulis Rutin Bisa Menggantikannya! (2)

  1. Dengan menulis kita bisa banyak teman, banyak membaca, banyak pelajaran. Menjadikan waktu lebih produktif dan masih banyak lagi manfaat lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *