Serial SHSB “Seratus Hari Satu Buku”
Oleh : Cahyadi Takariawan
Menulis buku di zaman sekarang, adalah pekerjaan super duper mudah. Gak rumit kayak jaman saya muda dulu. Di jaman sekarang, Anda tinggal bikin status rutin tiap hari dua kali di media sosial Anda, dalam waktu seratus hari, Anda sudah bisa menerbitkan buku setebal 200 halaman isi. Mudah dan happy. Bagaimana caranya menjalankan program SHSB? Ikuti 10 langkah berikut ini.
Langkah 1 : Pilih media sosial Anda
Silakan pilih salah satu media sosial untuk memposting rutin tulisan Anda pada program SHSB, sesuai kebiasaan Anda selama ini. Namun Anda harus mengetahui terlebih dahulu, bahwa space yang diberikan oleh Facebook untuk tulisan adalah 63.206 karakter, instagram 2.200 karakter, dan twitter 280 karakter.
Jika Anda belum memiliki media sosial sama sekali, saya sarankan Anda membuat akun Facebook —karena paling simpel. Anda tinggal posting tulisan, selesai. Untuk Instagram, Anda masih harus memilih foto atau gambar untuk diposting bersama tulisan. Untuk twitter, Anda masih harus membagi-bagi tulisan Anda menjadi beberapa kali postingan. Maka yang paling sederhana adalah Facebook.
Langkah 2 : Buat tulisan sebanyak 900 – 1.000 karakter
Setiap postingan untuk progarm SHSB, usahakan agar selalu berada pada kisaran jumlah 900 sampai 1.000 karakter. Jika tulisan Anda panjang, bisa dibagi menjadi beberapa kali postingan, agar tiap postingan berada dalam range 900 sampai 1.000 karakter. Ini agar bisa membuat buku dengan ukuran halaman yang konsisten, dan kelak tiap postingan bisa disetting menjadi satu halaman buku.
Langkah 3 : Tetapkan satu tema, atau banyak tema
Tulisan yang Anda buat untuk program SHSB, boleh dalam satu tema, boleh pula dalam beberapa tema. Mana yang paling mudah bagi Anda. Jika Anda sudah menetapkan satu tema, maka dalam 100 hari, Anda harus konsisten untuk terus menerus menulis tema tersebut, tidak berpindah-pindah. Namun jika Anda memilih tema bebas, maka Anda leluasa menulis tema apapun setiap harinya. Terserah Anda.
Langkah 4 : Konsisten memposting satu tulisan pada pagi hari dan sore hari selama 100 hari
Ini cara agar Anda merasa happy dan tidak terbebani, karena membuat buku serasa memposting rutin harian. Sebagian besar Anda sudah menjalaninya selama ini. Nah untuk program SHSB ini, Anda harus disiplin dan konsisten melakukannya. Jangan beralasan, posting terus tiap hari dua kali. Dalam 100 hari, jangan ada pagi dan sore yang kosong tanpa postingan. Ingat, selalu berikan judul untuk setiap postingan Anda. Jangan lupa.
Langkah 5 : Kumpulkan dan baca ulang semua postingan, tentukan judul buku
Pada hari ke 101, kumpulkan semua postingan SHSB dalam satu file atau satu folder, agar mudah mengedit dan membukukan. Baca ulang semua tulisan SHSB Anda, sejak postingan pertama hingga postingan ke 200, untuk mengetahui kesesuaian, keseimbangan, dan kualitas antar tulisan. Dengan membaca ulang, Anda akan mendapatkan gambaran utuh tentang pengelolaan naskah Anda untuk menjadi buku. Maka Anda akan bisa membuat judul buku paling tepat, dari seluruh naskah yang telah Anda miliki.
Langkah 6 : Rapikan, edit, perindah tulisan Anda
Pada hari ke 102 dan 103, lakukan self-editing semampu Anda. Yang paling penting adalah mengedit isi, agar sudah sesuai dengan yang Anda inginkan. Jika perlu, buat outline untuk mensistematisir semua naskah yang Anda miliki, menjadi beberapa bab. Lakukan penyesuaian antara satu tulisan dengan tulisan lain, rapikan, dan perindah tulisan Anda agar lebih layak ketika telah menjadi buku nantinya. Lakukan editing akhir, sampai Anda merasa yakin bahwa semua sudah sesuai harapan Anda.
Langkah 7 : Setting dan lay out naskah Anda
Pada hari ke 104 dan 105, setting dan lay out semua naskah Anda dalam format buku. Anda bisa menggunakan program yang paling sederhana, yaitu MSWord, untuk me-lay out naskah Anda menjadi format buku. Pastikan, setiap satu postingan, Anda lay out menjadi satu halaman buku. Dengan demikian, Anda sudah memiliki 200 halaman isi buku. Jika ada postingan terlalu panjang atau terlalu pendek, sesuaikan dalam proses lay out agar tetap indah dalam tampilan. Postingan terlalu panjang bisa anda lay out menjadi dua halaman atau bahkan lebih.
Langkah 8 : Buat cover buku
Pada hari ke 106, buat desain cover buku sesuai selera Anda. Saat ini dengan mudah Anda bisa menggunakan aplikasi Canva untuk membuat cover buku, bahkan Canva menyediakan sangat banyak pilihan contoh cover buku gratis bagi Anda. Jika Anda ingin cover yang tampil menawan nan elegan, percayakan saja pada ahlinya —minta tolong kepada penyedia jasa desain cover profesional.
Langkah 9 : Bawa ke penerbit / percetakan
Pada hari ke 107, bawa ke penerbitan atau percetakan sesuai keinginan Anda, boleh penerbit mayor, boleh penerbit indie, atau self publishing. Jika Anda ingin menerbitkan ke pihak penerbit mayor, konsekuensinya naskah Anda akan dinilai untuk dinyatakan diterima atau tidak diterima. Maka siapkan mental jika penerbit mayor menolak naskah Anda. Ini peristiwa biasa saja, jangan membuat Anda menjadi down dan patah semangat.
Di penerbit mayor, Anda tinggal menyerahkan naskah, mereka yang akan melakukan editing, setting, lay out, menerbitkan hingga menjualkan. Anda tidak keluar biaya apapun, justru mendapatkan hak royalti atas penjualan buku Anda. Proses penerbitan di penerbitan mayor, harus rela antri dan masuk daftar tunggu. Bisa berbulan bulan, sampai bertahun tahun. Sabar ya… Namanya juga gratisan.
Jika ingin cepat terbit, bawa saja naskah Anda yang sudah di-lay out beserta cover buku buatan Anda, ke penerbit indie. Di penerbit indie, Anda boleh menerbitkan buku dengan jumlah sesuai pesanan Anda, namun Anda harus membiayai sendiri semuanya, dan harus menjual sendiri buku karya Anda. Pengalaman saya, rata-rata waktu untuk menerbitkan 500 eksemplar buku di penerbit indie, sekitar satu pekan. Tergantung tingkat kesibukan di penerbit indie tersebut.
Anda juga boleh membawa ke percetakan untuk melakukan self publishing. Bedanya, di percetakan, Anda hanya bisa mencetak buku, namun tidak bisa mengurus ISBN. Karena ISBN hanya bisa diurus oleh penerbitan yang memiliki izin legal formal sebagai penerbit. Maka percetakan tidak bisa mengurus ISBN. Untuk jenis buku yang tidak untuk diperjualbelikan secara bebas, Anda bisa melakukan self publishing.
Langkah 10 : Promosikan, pasarkan, dan jual buku Anda
Tidak semua buku untuk dijual, ada buku yang dicetak untuk keperluan terbatas pada keluarga atau komunitas, atau untuk hadiah. Namun jika Anda ingin menjual buku, bisa dimulai sejak proses penulisan, untuk menantang Anda sendiri. Yang paling aman adalah, Anda mulai memasarkan buku saat sudah berada di penerbitan, dengan model pre-order. Dengan demikian, tidak ada waktu kosong tanpa kegiatan. Sejak Anda masukkan naskah ke penerbitan, sejak itu pula Anda bisa promosikan, sehingga setelah terbit nanti Anda langsung mengirim kepada para pembeli.
Demikianlah sepuluh langkah mudah untuk membuat buku. Seratus hari adalah waktu untuk mengumpulkan bahan naskah yang akan dicetak menjadi buku. Setelah terkumpul bahan tulisan selama seratus hari, ditambah proses untuk menjadi buku sekitar dua pekan lagi —sejak editing, setting / lay out, desain cover, hingga proses penerbitan. Terbitlah buku Anda, alhamdulillah.
Simak Kuliah Umum The 100-Day Writing Challenge di link berikut ini :
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=250365189714354&id=332421710225527

apakah setiap orang mengikuti challenge ini?? dan hastag nya apa??
ini tawaran bebas… siapa saja boleh, kalau mau…
hastag #SHSB #SHSB2020 #SeratusHariSatuBuku