.
Oleh : Novita R. Andadari (Alumni Kelas Menulis Online Alineaku Batch 29)
“Di sela-sela kesibukan berikan jeda waktu untuk menulis sejenak. Kesibukan bukan alasan untuk tidak menulis. Kesibukan bahkan bisa menjadi bahan tulisan” –Novita R. Andadari, 2022.
.
Menulis menasihati diri. Menulis menginspirasi. Menulis sebagai me time istimewa. Menulis menyalurkan aliran rasa. Menulis menjadi jembatan kebaikan untuk orang lain.
Menulis adalah ladang amal. Dengan menulis kebaikan maka akan menjadi penyeimbang tulisan-tulisan negatif. Tulisan kita adalah cara untuk mengajak orang lain berubah. Berubah dari kondisi yang belum begitu baik berbalik menjadikan seseorang itu memiliki semangat berbenah diri.
Agar Menjadi Profesional
“Untuk menjadi penulis profesional tidak harus memiliki banyak piagam penghargaan atau pun menjadi lulusan terbaik dalam kelas menulis” –Novita R. Andadari, 2022.
Mengutip pesan Cahyadi Takariawan bahwa kunci penulis profesional yaitu rutin menulis setiap hari.
“Saya kasihan kepada orang-orang yang hanya suka ikut kelas menulis, berbayar mahal, namun tidak mau menulis. Sebanyak apapun seseorang memiliki piagam penghargaan telah mengikuti kelas menulis, ia tidak akan menjadi penulis profesional, jika tidak pernah menulis,” ujar pak Cah dalam tulisan di blog ruang menulis.
Sangat sepakat dengan pesan positif dari penulis buku Wonderful Family ini. Untuk menjadi penulis profesional tidak harus memiliki banyak piagam penghargaan atau pun menjadi lulusan terbaik dalam kelas menulis. Cukup satu saja syaratnya menjadi penulis profesional adalah rutin menulis setiap hari.
Sama halnya saat kita baca kitab suci Al-Qur’an (bagi muslim) pasti memiliki waktu khusus. Baik untuk membaca dan mentadaburi isi Al-Qur’an. Demikian halnya menulis, siapkan waktu khusus untuk menulis. Sesibuk apapun anda. Di sela-sela kesibukan berikan jeda waktu untuk menulis sejenak. Kesibukan bukan alasan untuk tidak menulis. Kesibukan bisa menjadi bahan tulisan.
Kesibukan apapun sesuai dengan profesi Anda masing-masing. Apakah Anda berprofesi seorang guru, dokter, perawat, pegawai, pedagang, atau ibu rumah tangga. Semua profesi pasti bisa menjadi bahan dan sumber ide tulisan.
Ibu rumah tangga yang hanya di rumah saja, juga banyak memunculkan ide tulisan. Mulai dari aktivitas di dapur, mengelola keuangan rumah tangga hingga membersamai anak-anak. Ada banyak ide di sekitar profesi yang melekat pada diri Anda. Apabila dituliskan akan menjadi inspirasi kebaikan bagi orang yang membacanya. Sesibuk apapun anda pasti ada dan bisa untuk menulis. Kuncinya ada pada kemauan untuk menulis. Sesibuk apapun Anda.
Tak Harus Banyak Waktu
“Sebagian orang menulis hanya sebatas keinginan atau rencana saja” –Novita R. Andadari, 2022.
Sekali lagi berikan waktu khusus untuk menulis. Semisal dimulai dengan cukup lima belas menit untuk menulis. Tak perlu lama, ada ide segera tulis. Tuangkan di media yang dekat dengan Anda. Di note ponsel pintar Anda, di blog, atau kanal media sosial yang dimiliki.
Sebagian orang menulis hanya sebatas keinginan atau rencana saja. Agar tak hanya menjadi rencana maka kuncinya adalah lakukan segera. Tulislah agar segera dinikmati pembaca sebagai jalan kebaikannya. Selamat berjuang menjadi penulis sejati. Yaitu menulis rutin setiap hari.
“Inti menulis hanya satu: kemauan. Jika ada kemauan, pasti ada tulisan. Jika tidak ada kemauan, yang muncul hanya alasan pembenaran” –Cahyadi Takariawan.
.
Novita Ratna Andadari, lahir di Gresik, 15 November 1984. Ratna adalah Sarjana Ilmu Administrasi Negara dari Universitas Airlangga. Bersama suami dan anak sulungnya menyukai blog sebagai ruang menulis keluarga. Ia aktif di kegiatan pendidikan dan sosial.
Blog: khsblog.net. FB: Novita Ratna Andadari. IG: Novita Andadari. Hp/ WA : 085648031763

Penulis sejati adalah yang menulis setiap hari. Terima kasih sudah di ingatkan agar menulis kembali. Salam kenal dan sukses selalu kak Novita Ratna Andadara.