Oleh : Cahyadi Takariawan
“Setiap bekerja, ia menyediakan dua mesin ketik. Ia mengaku tak pernah menyimpan stok cerita, jika jari-jemarinya sudah bersentuhan dengan tuts mesin tik, ide ceritanya seakan mengalir begitu saja. Namun bila ia kehabisan ide atau mentok, ia akan berpindah ke mesin ketik lain dan membuat cerita lain”.
Tim Tokoh Indonesia, SH. Mintardja, https://tokoh.id, 16 Maret 2011.
*******
SH. Mintardja (1933 – 1999) adalah legenda. Ia seorang penulis cerita fiksi yang sangat produktif, dan tak tergantikan. Dikabarkan ia telah menulis lebih dari 400 cerita. Cerita berseri terpanjangnya adalah Api di Bukit Menoreh yang terdiri dari 396 buku. Di antara cerita yang melegenda karya SH. Mintardja adalah Nagasasra Sabuk Inten. Kisah lainnya yang juga populer adalah Suramnya Bayang-Bayang, Sayap-Sayap Terkembang, Matahari Esok Pagi, dan lain sebagainya.
Setiap malam SH. Mintardja harus menyerahkan naskah kepada dua koran yang berbeda. Hal seperti ini berlangsung bertahun-tahun, hingga tiba masa sakit dan wafatnya di tahun 1999. Luar biasa produktif dalam menulis, meskipun hanya berbekal mesin ketik manual jadul yang setia menemaninya menghasilkan ratusan karya. Bahkan saat mulai ada komputer dan laptop, ia tetap memilih mesin ketik manual kesayangannya, karena itulah alat yang paling nyaman dan paling akrab bagi dirinya untuk menghasilkan karya tulis.
Inilah sarana khusus bagi seorang SH. Mintardja untuk menulis —yaitu dua buah mesin ketik manual. Mesin ketik jadul dan tua, namun sangat setia.
Apa Sarana Menulis Anda?
Setelah anda memiliki ZWM (Zona Maktu Menulis) dan ZTM (Zona Tempat Menulis), maka milikilah SKM —Sarana Khusus untuk Menulis. Sarana ini bisa berwujud apapun yang memudahkan anda untuk menulis. Bisa sebuah komputer (personal computer / PC) di rumah, di kantor, atau laptop, netbook, tablet, ipad, iphone atau apapun, termasuk sarana menulis paling kuno yaitu buku tulis dan pena, atau mesin ketik jadul, atau apapun. Yang penting anda akrab dan mudah menggunakannya.
Ada sebuah pertanyaan dalam web Seoclerk (https://www.seoclerk.com) pada tanggal 18 Mei 2017 lalu, “What is your favorite device?” Ada cukup banyak jawaban dari netizen. Vinaya menjawab, perangkat favoritnya adalah laptop. Omnitus0407 menjawab, lebih suka PC. Tronia memilih PC dan smartphone. Shortie861 mengaku lebih nyaman dengan laptop. Dejah0987 menjawab, suka menggunakan Iphone 7. Nah, keragaman jawaban ini menandakan, masing-masing kita memiliki kebiasaan dan kenyamanan yang khas dalam menentukan sarana menulis.
Masing-masing kita bisa memiliki lebih dari satu sarana, namun saya sarankan ada satu sarana yang lebih anda khususkan untuk menulis. Gunanya, agar terbentuk asosiasi dan ingatan untuk memulai menulis setiap kali melihat sarana tersebut. Jika anda belum memiliki sesuatu sarana untuk menulis, anda perlu modal untuk membeli sarana tersebut. Saya pernah membeli laptop bekas seharga satu juta rupiah, dan alhamdulillah bisa menyelesaikan beberapa buah buku.
Pada masa pandemi Covid-19 saat ini, saya menulis menggunakan laptop bermerk “A” berwarna hitam ukuran layar 14 inchi. Saya menyingkat dengan AH-14, yaitu laptop merk A, berwarna hitam, ukuran 14 inchi. Inilah sarana khusus bagi saya untuk menulis. Di luar itu, saya bisa menulis dengan sarana apapun. Namun laptop AH-14 inilah yang menemani berbagai aktivitas saya.
Tentukan Sarana Khusus Menulis yang Paling Nyaman Bagi Anda
Tugas anda di poin ini, tentukan SKM (Sarana Khusus Menulis) yang paling nyaman dan paling mudah bagi anda. Tentu boleh lebih dari satu.
Sarana Khusus Menulis
Saya menulis menggunakan _______________________
TAM, Tiga Asosiasi Menulis
Coba diulang dari awal. Anda sudah memiliki ZWM —waktu khusus untuk menulis. Anda sudah menetapkan ZTM —tempat khusus untuk menulis. Anda sudah memiliki SKM —sarana khusus untuk menulis. Itu semua akan memberikan suatu ingatan dan menguatkan asosiasi untuk selalu menulis. Setiap ketemu waktu ZWM Anda, setiap melihat dan mendatangi tempat ZTM Anda, setiap melihat sarana SKM Anda, maka Anda pasti selalu teringatkan tentang kegiatan menulis.
Inilah yang sering saya sebut sebagai “Tiga Asosiasi Menulis” (TAM). Tiga hal yang akan membuat Anda selalu terasosiasi dengan kegiatan menulis. Jika Anda bertemu ZWM, Anda langsung ingat —waktu menulis telah tiba, dimanapun Anda berada. Jika Anda berada pada ZTM, Anda langsung ingat —tempat menulis telah tersedia, pukul berapapun saat itu. Jika Anda melihat SKM, Anda langsung ingat —sarana menulis telah tersedia, dimanapun dan pukul berapapun saat itu.
Maka, ketika ketiganya bertemu dalam satu kesempatan —pada ZWM yang telah Anda tentukan, Anda berada pada ZTM yang sudah Anda pilih, dan Anda melihat SKM yang Anda miliki—- komplit sudah. Tiga dorongan menulis langsung Anda dapatkan di waktu yang sama. Ini menjadikan gairah menulis Anda tidak terkendali. Jika ritme ini sudah bisa Anda nikmati, maka sungguh Anda sudah menjadi seorang penulis.
Setelah Anda lancar menulis, maka asosiasi ZWM, ZTM dan SKM tak lagi penting bagi Anda. Ketiga asosiasi ini adalah cara menjaga disiplin menulis bagi para pemula dan para pembelajar.

Terimakasih Pak Cah
semangat menulis mbak… sukses selalu…
Super…jazakallah Uzt. Cah. Semoga menjadi amal jariah. Aamiin
aamiin…
Terima kasih Pak Cah, Kalau seperti SH Mintarja pakai mesin ketik manual, untuk dicetak ada yang memindahkan secara manual juga ya Pak ke alat cetaknya?
Redaksi KR datang ke rumah beliau, menunggu naskah dalam bentuk lembaran kertas, lalu oleh redaksi KR diketik ulang untuk dimuat di koran KR esok paginya….
Termakasih pak cah atas ilmunya pagi ini.. Sangat menginspirasi…
semangat menulis mbak… sukses selalu…
Terima kasih Pak Cah, tulisan SH Mintarja memang enak dibaca, sepert tulisan Pak Cah juga enak dibaca. Pingin bisa menerapka ZWM, ZTM dan SKM untuk modal penulis pemula
semangaaaattt…..
Terimakasih Pak Cah, sekarang saya lebih bergairah dan percaya diri dalam menulis.
alhamdulillah… selamat berkarya mbak…
Terima kasih pak Cah. Dapat istilah dan singkatan baru memberikan semangat baru bagi saya
semangat menulis bang…..