19 September 2026

Oleh: Tati Ajeng Saidah

“Kemampuan menulis akan berkembang bila ada kemauan untuk terus belajar” (Tati Ajeng Saidah)

Pandemi yang datang beberapa tahun yang lalu telah membawa banyak perubahan dalam setiap sisi kehidupan, termasuk dalam bidang pendidikan. Awalnya pembelajaran dilakukan secara tatap muka, berganti menjadi belajar di rumah.

Rasa bosan pasti dirasakan karena lebih banyak beraktivitas di rumah, begitupun bagi saya yang terbiasa mengajar dari pagi sampai sore di sekolah, Dengan adanya pandemi, jumlah jam dikurangi sehingga saya hanya mengajar 2 jam dalam sehari secara daring.

Saya mulai mencari kegiatan yang lain, yaitu bergabung di kegiatan literasi sekolah. Kebetulan tim GLS yang terdiri dari siswa dan guru, sedang mengikuti tantangan literasi tingkat Propinsi Jawa Barat yaitu GLN Gareulis Jabar.

Kegiatannya selama satu tahun, dan bukan hanya membaca atau review saja. Akan tetapi ada tantangan lain yang harus diselesaikan setiap bulannya, antara lain menulis pantun, puisi, cerpen, dan mendongeng. Khusus untuk guru ditambah dengan menulis artikel dan praktik baik.  

Sebagai pengajar yang mengampu mata pelajaran IPA, saya merasa pesimis bisa menyelesaikan semua tantangan GLN Gareulis Jabar tersebut karena tidak terbiasa dengan kegiatan menulis.  

Akhirnya saya mencari informasi tentang kelas menulis online di media sosial, dan bergabung di KMO Alineaku mulai dari kelas dasar (Writer Batch 8) selama satu bulan. Di kelas ini saya banyak mendapatkan teori-teori tentang kepenulisan.

Kemudian saya melanjutkan bergabung di kelas Antologi Batch 8 dan Emak Punya Karya Batch 4. Semua kelas menulis dibimbing oleh Pak Cahyadi Takariawan dan Ibu Ida Nurlaila. Dari mengikuti kelas menulis online lahirlah buku antologi yang berjudul “Merajut Asa dalam Cinta” dan satu buah buku solo berjudul “Memungut Makna, Menjemput Asa”.

Kegiatan menulis yang tadinya asing bagi saya, sekarang menjadi kegiatan menyenangkan dan rasanya ada sesuatu yang kurang bila dalam satu minggu tidak menghasilkan sebuah tulisan.

Saya belum bisa seperti penulis lainnya yang bisa menulis satu artikel dalam satu hari. Dalam satu bulan paling banyak menghasilkan 12 artikel, atau rata-rata satu artikel dalam tiga hari.

Bagi saya menulis merupakan suatu proses pembelajaran, karena dengan menulis bisa belajar menuangkan ide-ide yang ada dalam pikiran. Pun menambah kosa kata baru, belajar swasunting, sehingga lebih percaya diri dalam mempublikasikan tulisan.

Dengan menulis saya pun belajar mengatur waktu antara tugas sebagai ibu rumah tangga, pendidik dan kegiatan menulis.   

Awalnya saya hanya bisa menulis artikel di bawah 500 kata, tetapi sekarang bisa menulis di atas 1500 kata. Saya yang tadinya hanya bisa menulis non fiksi, dengan terus belajar akhirnya bisa juga menulis fiksi, antara lain pantun, puisi dan juga cerpen.

Kegiatan menulis yang saya lakukan sangat menunjang kegiatan literasi sekolah. Alhamdulillah saya bersama tim GLS bisa menyelesaikan semua tantangan GLN Gareulis Jabar dan mendapatkan juara ke-2 tingkat Kabupaten Sukabumi.

Di tempat mengajar saya mendapatkan julukan “guru IPA yang pandai menulis”, tetapi ini tidak menjadikan saya berbangga hati. Justru menjadi motivasi untuk terus belajar dan belajar lagi dalam meningkatkan kualitas tulisan supaya menjadi lebih baik lagi dan menarik untuk dibaca.

Saya mengajak bagi rekan-rekan sesama pendidik mari kita memajukan literasi dengan menulis. Kemampuan menulis akan berkembang bukan karena adanya bakat, tetapi ada kemauan, kerja keras untuk terus belajar dan memiliki jam terbang yang tingggi. 

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga bermanfaat. Salam hangat dan bahagia selalu.

Cibadak, 20 Juli 2022

BIODATA PENULIS

Tati Ajeng Saidah, berprofesi sebagai pendidik di SMPN 2 Cibadak Kabupaten Sukabumi.  Aktif menulis di Blog Kompasiana sejak 20 Oktober 2020, sampai saat ini sudah menulis 144 artikel dan 23 diantaranya menjadi Artikel Utama. Memiliki satu karya buku solo berjudul “Memungut Makna, Menjemput Asa” dan 10 karya buku antologi.

1 thought on “Menulis Merupakan Proses Pembelajaran

  1. Maasyaallah luar biasa. Mak Ajeng ternyata tabungan artikelnya sudah ratusan. Baarokallah mak Ajeng, selamat dan sukses selalu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *