.
Oleh: Fatmasari (Alumni Kelas “Jejak Cinta Ananda” Bacth 15 )
“Yang saya dapat hari ini dari menulis adalah kebahagiaan dari menulis itu sendiri” –Fatmasari, 2022.
.
Tepat tanggal 13 Februari kemarin, telah selesai tantangan 30 hari menulis saya di Kelas Menulis Jejak Cinta Ananda (KM JCA) Bacth 15. Alhamdulillah, tepat waktu sejak dimulai 29 hari sebelumnya. Berawal dari postingan-postingan member KM JCA sebelumnya di FB, saya jadi tertarik untuk ikut kelas menulis yang dikelola oleh bu Ida Nurlaela tersebut.
Sebagai seorang penulis buku harian (diary), selama ini saya menulis tanpa memedulikan tata tulisan. Apalagi membuat judul yang bisa menarik perhatian. Menulis dengan rasa? Soal itu pun saya tidak paham. Bahasa sesuai KBBI dan PUEBI, jujur itu juga tidak pernah saya hiraukan.
Mulai Belajar Menulis Melalui Kelas Online
“Selain sebagai ibu rumah tangga yang kesehariannya berkutat dengan urusan anak anak dan teknis kerumahtanggaan, saya juga membantu mengurus usaha bersama suami. Awalnya sempat ragu, bisakah saya menulis?” –Fatmasari, 2022.
Dengan mengikuti kelas menulis online itu, saya mendapatkan bimbingan dari para mentor yang berkompeten di bidangnya masing masing, perihal kepenulisan yang baik dan benar.
Sebelum mengikuti tantangan 30 hari menulis itu, beberapa kali saya pernah memposting tulisan saya di FB. Saya baru sadar dan malu sendiri, dari segala aspek kepenulisan, tulisan saya itu sangat berantakan.
Alhamdulillah, dengan bekal bimbingan para mentor, saya jadi lebih percaya diri, memulai tantangan, dan bertahan dari hari ke hari. Awalnya tidak mudah bagi saya membangun habit, membiasakan menulis setiap hari.
Selain sebagai ibu rumah tangga yang kesehariannya berkutat dengan urusan anak anak dan teknis kerumahtanggaan, saya juga membantu mengurus usaha bersama suami. Awalnya sempat ragu, bisakah saya menulis? Apakah saya akan mampu menulis setiap hari, menyelesaikan tantangan itu?
Alhamdulillah, seiring waktu berjalan, saya makin tertarik untuk menulis. Saya berusaha menyelesaikan pekerjaan rumah lebih cepat dari biasanya, supaya saya bisa mempunyai waktu untuk menulis.
Kalau saat di warung, biasanya saya menuliskan ide ide yang saya punya dengan pena, ke lembaran lembaran buku. Barulah setelah waktu istirahat, tulisan itu saya salin ke-HP.
Mulai Rutin Menulis
“Dengan menulis kisah masa kecil anak anak dan segala hal tentang mereka, ternyata bisa menjadi bentuk perhatian dan kegembiraan sebagai orang tua” –Fatmasari, 2022.
Sebagai pemula di dunia tulis menulis, tulisan saya terasa masih sangat prematur. Saya belum pernah mengikuti event kontest apapun. Tentunya juga belum pernah mendapatkan piala atau penghargaan sejenisnya.
Apakah sejauh ini tulisan tulisan saya layak? Entahlah. Semoga semakin ke depan kemampuan dan keterampilan tulis menulis saya makin terasah. Semua masih jadi rahasia masa depan, yang terpenting apa yang saya dapat hari ini dari menulis adalah “kebahagiaan dari menulis itu sendiri”.
Sesuai dengan judul kelas yang saya ikuti, kelas menulis “Jejak Cinta Ananda”. Saya pun menulis segala hal tentang ke-3 anak saya, tentang kelahirannya, tingkah lucunya, tentang kebiasaanya, dan hal sebagainya. Proses mengingat kembali masa masa itu saja, telah membuat saya bahagia.
Dengan menulis kisah masa kecil anak anak dan segala hal tentang mereka, ternyata bisa menjadi bentuk perhatian dan kegembiraan sebagai orang tua. Kita bisa kembali merasakan kebahagiaan terhadap hal-hal yang pernah kita alami dan kita lakukan terhadap anak-anak.
Faktanya, tulisan itu mampu menciptakan kehangatan di antara orang tua dengan anak. Mereka merasa dicintai, sehingga tumbuh kembangnya pun berkembang dengan baik. Begitu juga dengan yang saya rasakan, saya sangat bersyukur.
Di antara tulisan tulisan saya, di tantangan 30 hari menulis, saya menulis tentang awal pertemuan saya dengan suami, proses demi proses sebelum menikah. Tulisan itu pun saya perlihatkan kepada suami, hingga ia membaca.
Alhamdulillah, tulisan tersebut mampu meremajakan kembali hubungan di antara kami. Saya sungguh bahagia.
.
Fatmasari adalah ibu rumah tangga. Lahir pada tahun 1987, di Kota Padang, Sumatera Barat. Domisili sekarang Pekanbaru, Riau. Motto hidup : Tiada kata terlambat untuk memulai, semangat, semangat. Hobi : menulis dan merajut. Facebook @Fatmasari. Instagram @fatmasari.fatmasari.56481
