.
Oleh : Cahyadi Takariawan
“If you’re still breathing, you haven’t missed your window for success as a writer. That’ll stay open as long as you keep trying” –Laura Tong
.
Berhentilah meyakinkan diri sendiri, bahwa Anda sudah terlambat menjadi penulis. Yakinlah, bahwa tidak ada yang terlambat untuk menjadi penulis. Di usia berapapun Anda mulai menulis, tetap pantas, dan tak ada kata terlambat.
Laura Tong menyatakan, jika masih bernapas, Anda tidak terlambat untuk meraih sukses sebagai penulis. Peluang sukses tetap terbuka selama Anda terus menulis. Anda harus menyadari sepenuhnya, bahwa ‘sudah terlambat’ hanyalah alasan untuk memaklumi diri. Jika Anda tidak beralasan, Anda akan sukses menjadi penulis.
“Usia bukanlah halangan,” ujar Tong. “Itu adalah aset,” lanjutnya. “Usia memberikan banyak pengalaman, ide, keterampilan, dan pengetahuan yang tidak dapat diberikan oleh yang lebih muda”, ungkap Tong.
Beberapa penulis terkenal dunia, memulai menulis buku saat sudah tidak bisa dikatakan sebagai usia muda. Anthony Burgess menerbitkan novel pertamanya ketika berusia 39 tahun. Novelis Toni Morrison –pemenang Hadiah Nobel dan Pulitzer, menerbitkan buku perdana di usia 40 tahun.
Beberapa penulis dunia lainnya, menerbitkan buku perdana ketika usia sudah di atas 40 tahun. Helen DeWitt menerbitkan novel The Last Samurai di usia 41 tahun. Richard Adams menerbitkan buku Watership Down pada usia 54 tahun.
Mereka Menulis Buku Perdana Pada Usia di Atas 60 Tahun
“So if you’re under 100, stop using age as an excuse. And if you’re not, then go out there and make literary history!” –Laura Tong
Berapa usia Anda sekarang? Menulis bukan soal usia, tapi soal kemauan dan pembiasaan. Jika Anda mau menulis, dan selalu membiasakan diri untuk menulis, maka Anda adalah penulis produktif. Anda bisa berkarya pada usia berapapun.
Banyak penulis dunia yang menerbitkan buku perdana di usia lebih dari 60 tahun. Laura Ingalls Wilder berusia 60-an tahun ketika dia menerbitkan buku perdana Little House in the Big Woods. Harriet Doer menerbitkan Stones for Ibarra, pada usia 73 tahun. Millard Kaufman menerbitkan novel pertamanya pada usia 90 tahun.
Toyo Shibata baru mulai belajar menulis saat berusia 92 tahun. Pada usia 98 tahun ia menulis buku Kujikenaide (Don’t Be Frustated). Buku perdana Toyo Shibata dinobatkan menjadi best seller, saat usianya telah lebih dari 99 tahun, hampir 100 tahun. Jadi, jika usia Anda belum 100 tahun, jangan menggunakan usia sebagai alasan untuk tidak menulis.
Sarah Yerkes baru mulai menulis ketika berusia 90-an. Pada usianya yang ke 101, dia melaunching buku pertamanya, berjudul Days of Blue and Flame. Buku ini berbentuk antologi puisi karya Yerkes. Mereka telah membuktikan, usia bukan penghalang untuk sukses berkarya.
“Jika Anda masih bernapas, Anda tidak kehilangan kesempatan sukses sebagai penulis,” ujar Tong. “Kesempatan itu akan tetap terbuka selama Anda terus mencoba; dan selama Anda menyadari bahwa pemikiran ‘sudah terlambat’ hanyalah alasan untuk berhenti menulis”, lanjut Tong.
“Maka jika usia Anda masih di bawah 100 tahun, berhentilah menggunakan usia sebagai alasan”, ungkap Tong. Coba hitung, berapa usia Anda sekarang?
Jika Anda Masih Bernapas, Menulislah
“Age is not a hindrance; it’s an asset. It brings a wealth of experience, ideas, skills, and knowledge that youth could never provide” –Laura Tong.
Sepanjang hayat masih dikandung badan, Anda masih terus bisa menulis. Selama Anda masih bernapas, Anda masih bisa menghasilkan karya tulis. Salah satu idola saya adalah seorang ulama kharismatik dari Qatar, Dr. Yusuf Al-Qardhawi. Saya belajar kepada beliau terutama dalam hal produktivitas di sepanjang kehidupan.
Saya sangat terinspirasi dengan banyaknya buku beliau, dan betapa konsisten beliau menulis setiap hari. Sampai usia 96 tahun saat ini (September 2022), beliau tetap aktif menulis, berkomitmen merampungkan ensiklopedia yang diharapkan berjumlah 100 jilid. Ini tentu memerlukan kesungguhan yang luar biasa.
Beliau memiliki habit positif, berupa daya tahan dalam menulis, dan produktivitas dalam menghasilkan karya tulis. Buku yang sudah beliau terbitkan, lebih dari 200 judul, dan tetap terus menerus menulis di usia yang sudah hampir 100 tahun.
Saya kutip dari laman Facebook Jauhar Ridloni Marzuq, mengenai kebiasaan harian Dr. Qardhawi. Usai sarapan pagi, beliau menuju ruang tempat menulis. Beliau meninggalkan ruang kerja menulisnya, rata-rata jam duabelas tengah malam. Luar biasa semangat beliau dalam menuliskan ilmu dan kebaikan.
Ada banyak penulis yang tetap produktif hingga usia tua. Ida Pollock adalah salah satunya. Novel perdana Pollock ditulis saat dirinya berusia 14 tahun. Menjelang akhir hidupnya, ia masih melaunching novel ke 124, berjudul The Runaway. Usianya sudah 105 tahun saat launching buku tersebut pada bulan Mei 2013. Ia meninggal dunia pada bulan Desember 2013.
Usia justru memberikan keluasan pengalaman, cakrawala pemikiran dan hikmah yang mendalam. Anda akan lebih mudah menuliskan.
Bahan Bacaan
Dan Sheehan, Is This The Oldest Debut Author in History? 29 Juli 2019, https://lithub.com
Laura Tong, 10 Ways To Stop Feeling Like A Failure As A Writer, https://writetodone.com, diakses 19 Mei 2022
