.
Oleh : Cahyadi Takariawan
“When I am working on a book or a story I write every morning as soon after first light as possible. There is no one to disturb you and it is cool or cold and you come to your work and warm as you write” –Ernest Hemingway.
.
Rupanya ada sangat banyak keajaiban yang muncul pada pagi hari. Sangat banyak penulis besar dunia yang bekerja pada pagi hari, bahkan di awal pagi. Suasana kesejukan pagi, dan kesegaran setelah bangun tidur membuat tubuh dan pikiran menjadi segar. Saat yang tepat untuk menuangkan pikiran ke dalam tulisan.
Ernest Hemingway, pemenang Hadiah Nobel dan novelis produktif termasuk manusia pagi. Ia tidak mau melihat matahari meninggi, sementara ia belum menulis. Hemingway menyatakan, “Ketika tengah menulis novel, saya melakukannya setiap pagi sesegera mungkin setelah cahaya pertama hadir”.
“Tidak ada yang mengganggu Anda. Suasana dinginnya pagi akan segera hilang saat Anda melakukan pekerjaan dan menjadi hangat saat Anda mulai menulis”, ujar Hemingway. Inilah salah satu keajaiban pagi. Waktu di mana tubuh dan pikiran demikian segar untuk memulai aktivitas apapun, termasuk menulis.
“Anda baca apa yang telah Anda tulis di hari sebelumnya, karena Anda berhenti menulis ketika Anda tahu apa yang akan Anda tulis selanjutnya. Anda melanjutkan cerita dari sana”, lanjut Hemingway. Setiap pagi, sebelum menulis, ia mereview tulisan di hari kemaren. Hal ini untuk menjamin keberlanjutan dan kesinambungan cerita.
“You read what you have written and, as you always stop when you know what is going to happen next, you go on from there. You write until you come to a place where you still have your juice and know what will happen next and you stop and try to live through until the next day when you hit it again” –Ernest Hemingway.
“Saya belajar untuk tidak memikirkan tulisan saya sejak saat saya berhenti menulis hari ini, sampai akan mulai menulis lagi besok. Dengan begitu, alam bawah sadar saya yang akan melanjutkan pekerjaan itu. Di waktu yang sama saya bisa mendengarkan orang lain dan memperhatikan hal-hal lain,” ujar Hemingway.
Jika aktivitas menulis di pagi itu sudah selesai, ia akan mengerjakan hal-hal lain. Ia terlibat dalam kesibukan dan aneka kegiatan. Ini menjadi jeda yang membuatnya tetap seimbang dalam menjalani kehidupan. Hemingway telah membuktikan, pagi adalah waktu penuh keajaiban. Anda boleh mencobanya.
Bangun Pagi Selalu Penuh Kata-kata
“I tend to wake up very early. Too early. Four o’clock is standard. My morning begins with trying not to get up before the sun rises. But when I do, it’s because my head is too full of words, and I just need to get to my desk and start dumping them into a file” –Barbara Kingsolver.
Barbara Kingsolver, salah satu penulis terpenting abad ke-20 versi Writers Digest, menceritakan kebiasaan hidupnya. “Saya cenderung bangun pagi-pagi sekali. Bahkan terlalu dini. Pukul empat pagi adalah standar bagi saya”, ujar Kingsolver. Pukul empat pagi, adalah waktu yang tepat bagi dirinya untuk memulai merangkai kata.
“Saya berusaha untuk tidak bangun sebelum matahari terbit. Tetapi ketika saya bangun sebelum matahari terbit, itu karena kepala saya terlalu penuh dengan kata-kata. Saya perlu segera pergi ke meja kerja dan mulai memasukkan kata-kata itu ke dalam file”, ujar Kingsolver.
“Saya selalu bangun pagi dalam kondisi kalimat yang mengalir di kepala. Maka pergi ke meja kerja setiap pagi terasa seperti keadaan darurat yang panjang”, ungkapnya. Itulah sebabnya ia selalu bisa bangun sebelum matahari terbit, karena di kepalanya sudah sangat banyak kata-kata siap dimuntahkan menjadi tulisan. Setiap bangun, ada sangat banyak kalimat yang telah memenuhi pikirannya.
“I always wake with sentences pouring into my head. So getting to my desk every day feels like a long emergency. It’s a funny thing: people often ask how I discipline myself to write. I can’t begin to understand the question. For me, the discipline is turning off the computer and leaving my desk to do something else” –Barbara Kingsolver.
“Ini hal yang lucu, orang sering bertanya bagaimana saya mendisiplinkan diri untuk menulis. Saya tidak bisa memahami pertanyaannya. Bagi saya, disiplin adalah mematikan komputer dan meninggalkan meja saya untuk melakukan hal lain,” ungkapnya.
Sebagian orang, disiplin itu adalah memaksa diri untuk duduk di depan laptop dan mulai menulis. Bagi Kingsolver justru sebaliknya. Ia tidak perlu dipaksa untuk duduk di meja kerja dan menulis. Justru ia harus dipaksa untuk mematikan komputer dan mengerjakan aktivitas lain.
Cerdas di Waktu Pagi
“Eventually I realized that I was clearer-headed, more confident and generally more intelligent in the morning” –Toni Morrison.
Toni Morrison, novelis pemenang Hadiah Nobel dan Penghargaan Pulitzer menyatakan, “Akhirnya saya menyadari bahwa saya lebih berpikiran jernih, lebih percaya diri, dan umumnya lebih cerdas di pagi hari. Kebiasaan bangun pagi yang saya bentuk sejak kecil, kini menjadi pilihan saya”. Rupanya, kebiasaan bangun pagidan memulai aktivitas di waktu pagi, telah dibiasakan sejak kecil.
Pada saat bangun pagi itulah Morrison menemukan kecerdasan dirinya. “Saya tidak terlalu cerdas atau sangat cerdas atau sangat inventif setelah matahari terbenam,” ujarnya. Ia tidak suka menulis pada malam hari, karena di waktu malam tidak banyak ide dan inspirsi berhasil digali.
“I am not very bright or very witty or very inventive after the sun goes down” –Toni Morrison.
Ada ‘ritual’ yang selalu dijalani setiap bangun pagi. “Saya selalu bangun dan membuat secangkir kopi saat hari masih gelap—harus masih gelap—lalu saya minum kopi dan melihat cahaya datang,” ujar Morrison. Ini membuat dirinya merasakan kondisi kesiapan penuh untuk menuangkan ide ke dalam tulisan.
“Saya menyadari bahwa bagi saya ritual ini menjadi persiapan untuk memasuki ruang yang hanya bisa saya sebut nonsekuler”, ungkapnya. Dengan rutin bangun pagi, dan menikmati secangkir kopi, ia telah memasukkan dirinya ke dalam sebuah suasana misterius yang mendorongnya berkarya.
“I always get up and make a cup of coffee while it is still dark—it must be dark—and then I drink the coffee and watch the light come” –Toni Morrison.
Bagaimana dengan Anda? Apakah pagi hari menimbulkan kecerdasan bagi Anda? Selamat berkarya.
Bahan Bacaan
Good Reads, Writing Inspiration Quotes, https://www.goodreads.com
Writing Routines, While Everyone Else Is Sleeping: 20 Famous Writers On When They Do Their Best Work, https://www.writingroutines.com
Colleen M. Story, 24 Inspiring and Encouraging Quotes for Writers, https://writingandwellness.com, 17 Desember 2018
James Clear, The Daily Routines of 12 Famous Writers, www.jamesclear.com

Pagi hari segarkan dan manjakan diri dengan nutrisi suguhan yang selalu tersaji di group kepenulisan pak Cahyadi. Mengawali aktivitas pagi, memang sebaiknya merutinkan menulis, karena di malam hari jika ramadan tiba tentu kita sibuk dengan fokus ibadah terawih dan tilawah juga persiapkan menu sahur. Jika pagi masih segar dan belum terkontaminasi dengan berbagai pekerjaan lain siasat yang terbaik ya… menuangkan tulisan atau bahasa Kingsolver memuntahkan kata+kata yang sudah penuh di kepala untuk menjadi sebuah karya yang akan banyak di baca orang. Syukran katsiran ustadz Cahyadi Takariawan.