20 September 2026

Oleh : Kantin Emak Produktif

(1)

Ada kalanya manusia merasa jumawa, seolah hidup tak membutuhkan siapa-siapa.

Manusia seringkali lupa, hidup tak selalu muda. Seiring waktu menua dan saat itulah baru tersadar, bahwa hidup membutuhkan siapa-siapa.

Membutuhkan siapa-siapa bukan berarti hina, tanda Allah memberi ruang bersama untuk saling mencintai dan bekerjasama.

–Syasha Lusiana

(2)

Salah satu hikmah berjamaah dengan orang-orang yang beriman adalah saling memberi nasihat agar senantiasa ada di jalan yang benar.

“Lupa” dan “Salah” sangat akrab dalam keseharian kita. Sudah berhati-hati, eh ternyata salah juga. Semakin mudah menyadari kesalahan diri, semakin mudah move on menapaki tangga berikutnya, hingga puncak taqarrub tertinggi sampai Allah mengatakan, ” P u l a n g.”

–Yulia K Rohima

(3)

Jadikan kehadiranmu menjadi manfaat bagi orang di sekitar karena sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain.

–Meivany Azarini

(4)

Bersyukur seharusnya tidak dibatasi ruang dan waktu karena sejatinya tiap detik hidup kita adalah nikmat Allah.

Bersyukur sesungguhnya tidak hanya dilakukan ketika kita mendapat limpahan rezeki, melainkan juga saat apa yang kita upayakan belum mendapatkan hasil yang memuaskan.

Bersyukur sesungguhnya bukan kepentingan Allah, tetapi kepentingan kita sebagai hamba-Nya. Meskipun kita tidak bersyukur, tidak sedikit pun rahmat Allah akan terkurangi.

–Eli Halimah

(5)

Bulan Ramadan bulan berbagi dan saling memberi. Ketika memberikan sesuatu kepada orang lain kadang orang yang kita beri tidak mengucapkan terima kasih atau reaksi apapun. Jangan kecewa! Kita tetap menjaga keikhlasan untuk tidak mengungkitnya agar pahalanya tidak rusak.

Firman Allah Swt, “Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik dari pada sedekah yang diiringi tindakan yang menyakiti. Allah Maha Kaya, Maha Penyantun.” (QS. Al Baqarah : 263).

–Nur Pujiasih

(6)

Berbuatlah untuk hari ini, bermimpilah untuk esok hari. Hari ini adalah milikmu jangan sia-siakan lakukan apa yang terbaik dan jangan ditunda-tunda.

Esok hari adalah rahasia maka bermimpilah untuk sebuah kebaikan. Sebuah mimpi yang mampu memberimu semangat dan kekuatan. Tetaplah istiqamah di dalam jalan kebenaran jangan mengikuti jalannya syaitan.

Pesan Allah Swt. dalam surah Az-Zukhruf ayat 37, “Dan sesungguhnya syaitan-syaitan itu benar-benar menghalangi mereka dari jalan yang benar dan mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk.

–Ifah Latifa

(7)

Cinta banyak ragam dan jenisnya. Cinta pada pasangan hidup, cinta pada anak dan keluarga, cinta pada teman dan handai taulan. Kalau suka, akan timbul nyaman dan rasa cinta. Kalau sudah cinta, akan muncul loyal dan totalitas. Begitu pun jika cinta pada Allah Swt. akan total dalam beribadah.

Lakukan semua pekerjaan yang bernilai ibadah dengan basmallah. Bismillahirrahmanirrohiim (Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih dan maha penyayang).

–Dede Nurjanah

(8)

Mari kita renungi doa keselamatan dunia akhirat, yang artinya, “Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu keselamatan ketika beragama, kesehatan badan, limpahan ilmu, keberkahan rezeki, taubat sebelum datangnya maut, rahmat pada saat datangnya maut dan ampunan Allah setelah datangnya maut.”

Untuk itu mari berdoa selalu memohon kepada Allah Swt. karena hanya kepada-Nya kita meminta dan memohon pertolongan.

-Ayu Muliyati

(9)

Dua puluh tiga hari perjalanan tanpa terasa telah terlewati, tengoklah sesaat hari-hari kemarin untuk melihat. Jika nampak ada yang masih cacat, bertekadlah memperbaikinya di sepekan ke depan jalan yang masih tersisa.

Kita memang terbiasa semangat di awal dan mengendur kemudian. Sepuluh hari terakhir Ramadan merupakan malam-malam terbaik untuk bermunajat dan beribadah kepada Allah Swt.

Sesungguhnya Allah membebaskan beberapa orang dari api neraka pada setiap hari di bulan Ramadan dan setiap muslim apabila dia memanjatkan doa maka pasti dikabulkan.” (HR. AL-Bazaar)

“Mari berjuang hingga kita keluar dari Ramadan dengan hati yang berbeda dengan pertama kali kita memasukinya.”

–Nunun_Nurlaila

(10)

Mulutmu adalah harimaumu, maka jagalah apa yang keluar darinya.

Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu berkata, ”Seseorang mati karena tersandung lidahnya dan seseorang tidak mati karena tersandung kakinya. Tersandung mulutnya akan menambah (pening) kepalanya, sedang tersandung kakinya akan sembuh perlahan.”

–Leni Cahya

(11)

Ketika usaha yang kita lakukan tidak sesuai dengan harapan, kadang terbersit dalam benak, “Mengapa Kau beri cobaan ini yaa Rabb.”

Cobalah untuk tenang, ikhlaskan dan introspeksi diri.

Usaha keras yang belum berhasil bukanlah suatu kegagalan. Hal itu adalah sebuah kejadian yang penuh hikmah.

Insya Allah, bila kita yakin akan pertolongan Allah, maka air mata bahagialah akan menggantikannya.

–Hellen Patraliza

(12)

Apa yang mengiringi perbuatan baik kita?

Berbuat baik kepada orang lain, mengharap ucapan terimakasih.

Memberikan bantuan kepada orang lain, merasa layak mendapat pujian dan sanjungan.

Harta dan jabatan dianggap sumber kemuliaan. Kita anggap mampu memberikan jalan keluar dan kekal.

Wahai diri, kemuliaan yang sesungguhnya adalah dari Allah. Mulia dengan ilmu dan iman.

“Barangsiapa menghendaki kemuliaan maka kemuliaan itu  milik Allah.”  (QS. Faathir : 10)

–Puspa Mafazan

(13)

Manusia adalah tempatnya kelemahan. Allah yang memiliki segala kekuatan.

Lā haula wa lā quwwata illā billāhil ‘aliyyil azhīmi Artinya, “Tiada daya dan upaya kecuali dengan kekuatan Allah yang maha tinggi lagi maha agung.”

Bila seluruh penduduk bumi menghendaki kebaikan datang padamu. Namun Allah tak menghendaki, maka itu tidak akan terjadi.

Bila seluruh penduduk bumi menghendaki keburukan untukmu. Namun Allah tak menghendaki maka itu tidak akan terjadi.

Yuk, kita dekati Allah dengan ketaatan, doa-doa, semoga Allah izinkan semua harapan atas kebaikan dunia akhirat kita akan dikabulkan.

–Dewi Handayanti

(14)

Hidup, sejatinya adalah proses belajar. Belajar untuk terus menjadi pribadi yang lebih baik dari waktu ke waktu. Maka, orang-orang yang membuka diri terhadap nasihat dan bersedia belajar sepanjang waktu adalah mereka yang hidupnya dinamis dan diberkahi.

–Atifah Saleha

(15)

Kemenangan itu hampir tiba. Sudahkah siap menerimanya? Terkadang ada ada kegelisahan yang bersembunyi antara senang dan gundah. Senang menjemput keberkahan, susah karena maghfirah akan meninggalkan.

Yuuk, ikatkan batin untuk menyusuri percikan Ramadan yang tinggal menghitung hari.

–Khuriyatul Ainiyah

(16)

Hati-hati jangan sembarangan berdoa meminta panjang umur, mintalah agar dipanjangkan umurnya dalam berbuat kebaikan.

Sebagaimana hadits berikut yang artinya :

Dari Abdurrahman bin Abu Bakrah dari ayahnya, seseorang bertanya, “Siapa orang terbaik itu? Rasulullah saw. menjawab, “Orang yang panjang umurnya dan baik amalnya.” Ia bertanya, “Lalu siapa orang yang terburuk itu?” Rasulullah saw. menjawab, “Orang yang panjang umurnya tapi buruk amalnya.” (HR. Tirmidzi No. 2330)

–Dwi Isnaini

(17)

Sekecil apapun kebaikan apabila dilakukan secara kontinyu itu lebih baik daripada kebaikan yang besar, tetapi dilakukan hanya sekali.

–Wydiesti

(18)

Perbanyaklah mengingat Allah, karena itu adalah obat. Janganlah buat dirimu terlalu banyak mengingat manusia, karena itu adalah penyakit.”  

–Tatiek R Anwar

(19)

Banyak orang-orang tidak menyadari akan kekuatan istighfar.

Istighfar adalah kekuatan kaum yang yakin untuk menghapus dosa-dosanya.

Istighfar akan membukakan gembok-gembok pengunci, mendamaikan hati dan menghilangkan kerusakan. Istighfar adalah uang panjer rejeki dan membuka keberuntungan.

–Warlinah

(20)

Jangan menjelaskan tentang dirimu kepada siapa pun, karena yang menyukaimu tidak butuh itu. Dan yang membencimu tidak percaya itu.”  (Ali bin Abi Thalib)

–Yuli Pinasti

++

Banyak kenikmatan yang kita dapatkan baik yang besar maupun yang kecil. Nikmati dan syukuri mulai dari hal yang terkecil.

Barang siapa yang tidak mensyukuri yang sedikit, maka ia tidak akan mampu mensyukuri sesuatu yang banyak.” (HR. Ahmad)

–Sri Rohmatiah

++

Ketika pundakmu terasa terberati beban. Hidup tak tenang dikejar target. Mata sulit terpejam oleh berbagai lintasan pikiran. Hati pun pepat oleh ketidakpuasan.

“Selehno pikirmu!”

Letakkan saja. Tak ada orang yang bisa meraih semua mimpinya. Semeleh alias tawakal.

Selama telah mengusahakan yang terbaik, hasil bukanlah tanggungjawabmu.

Tugasmu hanya 4: niat baik, ikhtiyar, berdoa dan tawakal.

Bismillah, biarlah Allah yang mengizinkan taqdir kebaikan menyapa dalam berbagai wajahnya.

–Ida Nur Laila

++

Lelah. Itu yang sering terucap saat kerja keras dan semua kebaikan yang kita lakukan tidak mendapat apresiasi. Merasa sudah melakukan sangat banyak hal. Namun justru disalahkan. Merasa sudah mengerjakan hal yang benar. Namun justru dilecehkan.

Cobalah perhatikan, apakah lelah Anda di jalan Allah Yang Maha Penyayang? Jika lelah Anda di jalan Allah, masih adakah artinya menghitung jumlah lelah? Masih perlukah mengeluhkan kelelahan? Tetaplah berbuat baik, walau perbuatan baik Anda tidak diingat dan dikenang. Tetaplah berbuat kebaikan, karena Allah tak pernah mentelantarkan hamba yang istiqamah dalam kebaikan.

–Cahyadi Takariawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *