19 September 2026

Oleh : Cahyadi Takariawan

Choose a writing buddy, someone you trust to encourage you in your writing life. Your writing buddy might be a friend or family member, a classmate, a teacher, a colleague, or a writing tutor” –The Writing Center, 2021.

.

Writing anxiety adalah salah satu ‘blok penulis’ (writer’s block), sebuah istilah untuk menggambarkan berbagai macam perasaan khawatir dan pesimis tentang menulis. Kondisi ini tidak bersifat permanen, atau menetap dalam diri seorang penulis. Hal ini sudah kita bahas dalam postingan sebelumnya.

Bisakah kita menghindarinya? Tentu saja bisa, apalagi setelah Anda mengetahui penyebab hadirnya kecemasan menulis. Apa saja strategi untuk menangani perasaan ini?

Pertama, dapatkan dukungan dari teman dan lingkungan

“Talk to your writing buddy about your ideas, your writing process, your worries, and your successes. Share pieces of your writing” –The Writing Center, 2021.

Salah satu faktor yang membuat Anda mampu menghadapi kecemasan menulis adalah dukungan dari teman dan lingkungan. Anda  bisa memilih teman menulis, seseorang yang Anda percaya untuk menyemangati dan memberikan masukan terkait aktivitas menulis yang tengah Anda rintis.

Teman menulis yang dimaksud, bisa jadi adalah teman dekat, atau pasangan hidup Anda sendiri, atau mentor menulis. Anda bisa mengontak beberapa teman yang memiliki minat yang sama, untuk membuat grup kecil yang saling memotivasi dalamproduktivitas dan kualitas menulis.

Bisa pula Anda bergabung dalam berbagai komunitas menulis yang saat ini jumlahnya sangat banyak. Anda bisa aktif dalam komunitas menulis agar selalu mendapatkan suntikan semangat maupun tips praktis menulis yang bermanfaat untuk pemngembangan kemampuan Anda.

Bicarakan dengan teman atau komunitas menulis, tentang ide-ide Anda, proses penulisan, kecemasan, kesulitan, termasuk kisah kesuksesan Anda. Bagikan bagian dari tulisan Anda untuk mendapatkan masukan.

Jadikan diskusi dengan teman menulis atau komunitas menulis sebagai bagian rutin dari jadwal Anda. Saat berbagi tulisan dengan teman Anda dalam sebuah komunitas, buatlah kesepakatan untuk saling memberikan umpan balik.

Dalam buku ‘Understanding Writing Blocks’, Keith Hjortshoj menjelaskan isolasi dapat membahayakan penulis. Kesendirian bukanlah solusi yang selalu tepat untuk semua orang dalam menulis. Hjortshoj menyarankan bahwa selain berhubungan dengan individu yang mendukung, Anda dapat membentuk atau bergabung dengan kelompok menulis.

Hjortshoj menyatakan, sebuah komunitas menulis dapat secara aktif melakukan interaksi yang menetapkan tenggat waktu menulis, dukungan, pujian, maupun saran yang membangun. Bukan kritik yang mematikan dan justru membuat semakin besar rasa kecemasan.

Kedua, ketahui kekuatan Anda

“Often, writers who are experiencing block or anxiety have a worse opinion of their own writing than anyone else! Make a list of the things you do well” –The Writing Center, 2021.

Semua orang memiliki kelebihan dan kekurangan. Semua orang memiliki kekuatan dan kelemahan. Ini berlaku dalam semua bidang kehidupan. Tidak ada manusia sempurna, yang memiliki semua jenis kelebihan.

Dalam menulis, Anda harus menyadari bahwa –selain kekurangan, Anda pastipunya kelebiha atau kekuatan. “Seringkali, penulis yang mengalami hambatan atau kecemasan memiliki penilaian yang lebih buruk tentang tulisan mereka sendiri daripada orang lain” (The Writing Center, 2021).

Feedback dari teman-teman atau komunitas menulis, bisa menyadarkan Anda akan kekuatan dan kelebihan yang sudah Anda miliki. Bukan hanya dalam konteks menulis, bisa Anda bisa perluas dalam berbagai sisi kehidupan secara umum. Misalnya dalam berkomunikasi atau berinteraksi dengan berbagai kalangan.

Beberapa kelebihan berikut ini bisa jadi telah Anda miliki tanpa Anda sadari sebelumnya. Perhatikan poin-poin berikut:

  • Saya memiliki banyak teman dan aktif berkegiatan bersama mereka

Ini berarti Anda memiliki sangat banyak peristiwa atau kejadian yang patut dituliskan. Anda bisa menulis kegiatan atau peristiwa yang Anda alami bersama teman-teman komunitas. Ini adalah kelebihan yang bisa Anda olah dalam kegiatan menulis.

  • Saya bisa menjelaskan berbagai hal dengan baik kepada teman-teman

Jika Anda terbiasa berkomunikasi dengan teman-teman, dan penjelasan Anda dapat ditangkap dengan baik, ini adalah kelebihan yang bisa Anda manfaatkan dalam menulis.Penjelasan Anda ternyata mudah dipahami teman-teman Anda. Tinggal mengubah dari budaya lisan ke budaya tulisan, dengan konten yang sama.

  • Cerita saya disenangi teman-teman

Jika Anda terbiasa bercerita dan teman-teman tampak antusias memperhatikan cerita Anda, ini adalah bukti salah satu kelebihan yang sudah Anda miliki. Artinya, cerita itu ketika Anda tulis akan bisa membuat banyak orang menyenanginya.

  • Saya mendengarkan dan mampu menangkap pembicaraan dengan baik

Jika dalam komunikasi sehari-hari Anda merasa senang mendengarkan dan mampu menangkap  pembicaraan dengan baik, ini adalah kelebihan yang bisa Anda manfaatkan dalam konteks menulis. Anda bisa menulis dari hal-hal yang Anda dengarkan.

  • Saya senang membaca

Jika Anda suka membaca, ini adalah kelebihan Anda. Dengan banyak membaca, Anda bisa menuliskan hal-hal yang sudah pernah Anda baca.

Beberapa poin di atas hanyalah contoh, bahwa Anda sebenarnya sudah memiliki banyak kekuatan dan kelebihan yang bisa Anda optimalkan untuk menulis. Maka jangan mengatakan “Saya tidak bisa menulis”. Namun katakan, “Saya bisa menulis sesuatu yang….”

Misalnya, “Saya bisa menulis sesuatu yang berupa kejadian bersama teman-teman”; atau “Saya bisa menulis sesuatu yang saya dengar dari orang lain”; atau “Saya bisa menulis sesuatu yang baru saja saya baca”; dan begitu seterusnya.

Bagaimana dengan Anda? Pasti Anda memiliki sangat banyak kelebihan.

Bahan Bacaan

The Writing Center, Writing Anxiety, https://writingcenter.unc.edu, diakses 27 Agustus 2021

Keith Hjortshoj, Understanding Writing Blocks, Oxford University Press, New York, 2001

1 thought on “Menghindari Writing Anxiety – 2

  1. Saya senang menulis, karena dengan menulis bisa menuangkan ide atau keluhan yang ada di benak. Namun masih sedikit sekali yang saya tulis. Masih membangun habit menulis. Syukran katsira ustaz Cahyadi Takariawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *