19 September 2026

.

Oleh : Cahyadi Takariawan

Everyone is different, so take some time to experiment and find the best time of day to optimize your sprints” –Nissa Annakindt, 2019.

.

Ada beberapa titik temu antara teknik 8 menit yang dikemukakan Monica Leonelle, dan teknik “5.000 Words Per Hour” yang dikemukakan oleh Chris Fox. Keduanya menyarankan pentingnya “writing sprint” dalam satuan waktu tertentu, untuk mencapai jumlah kata tertentu. Hal serupa juga pada teknik Pomodoro, menulis per sesi 25 menit dengan jeda 5 menit.

Dengan mengetahui kemampuan menulis per satuan waktu, akan lebih efektif bagi Anda untuk menyusun jadwal harian –menulis salah satunya. Bagaimana agar bisa sukses dalam menggunakan “writing sprint” dalam waktu delapan menit untuk satu sesi menulis? Berikut beberapa catatan dari Nissa Annakindt.

Ketujuh, Lacak Kemajuan Anda dari Waktu ke Waktu

Dengan melacak jumlah kata per sesi menulis, Anda dapat melihat peningkatan dalam efisiensi penulisan Anda. Ini akan memotivasi Anda untuk memecahkan rekor Anda sendiri” –Nissa Annakindt.

Jika konsisten menulis dalam satuan waktu tertentu, mudah bagi Anda untuk melacak kemajuan kemampuan menulis yang telah berhasil Anda capai dari waktu ke waktu. Cara sederhana adalah dengan memiliki catatan detail progres menulis Anda setiap hari.

Misalnya, hari Senin Anda mengambil tiga sesi 8 menit. Gunakan pewaktu untuk mengetahui batas waktu untuk menulis. Catat berapa kata yang berhasil Anda tuliskan dalam tiga sesi tersebut. Setelah itu, hitunglah rata-rata jumlah kata yang berhasil Anda tulis dalam 8 menit tersebut.

8 Menit Pertama      = …. kata

8 Menit Kedua         = …. kata

8 Menit Ketiga         = …. kata

Rata-rata menulis    = …. kata / 8 menit = …. kata / menit.

Jika hari Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu dan Minggu Anda melakukan hal sama, maka catatlah rata-rata jumlah kata yang berhasil Anda tulis dalam 8 menit pada setiap hari. Terakhir, hitunglah rata-rata kemampuan menulis selama sepekan tersebut. Berapa kata berhasil Anda tulis dari harike hari, akan tampak dari catatan tersebut.

“Dengan melacak jumlah kata per sesi menulis, Anda dapat melihat peningkatan dalam efisiensi penulisan Anda. Ini akan memotivasi Anda untuk memecahkan rekor Anda sendiri”, ujar Nissa Annakindt.

Chris Fox menciptakan lembar excel yang bisa menghitung dan mencatat progres menulis. Namun jika Anda tidak menggunakan excel yang dibuat Fox, sesungguhnya Anda bisa mencatat sendiri dengan cara paling sederhana yang bisa Anda buat.

Kedelapan, Hadiahi Diri Sendiri Jika Mampu Menciptakan Rekor Baru

Set up achievements for yourself and reward yourself when you attain them. This will function as positive reinforcement, which will motivate you to break new records and reach new milestones” –Nissa Annakindt, 2019.

Jika –misalnya, pada pekan pertama Anda mencapai rekor menulis 150 kata dalam satu sesi 8 menit, maka kemampuan ini masih akan sangat bisa berkembang. Pada bulan ketiga, misalnya, Anda telah berhasil menulis 200 kata dalam satu sesi 8 menit, berarti rekor baru telah Anda dapatkan.

Jika suatu ketika nanti kemampuan Anda terus berkembang, misalnya mencapai 250 kata dalam satu sesi 8 menit, berarti rekor baru telah tercipta lagi. Demikian seterusnya, jika Anda konsisten mencatat progres menulis per sesi, maka Anda akan mendapatkan gambaran perkembangan kemampuan menulis.

Berikan hadiah jika Anda berhasil mencapai rekor dalam satuan waktu tertentu. “Ini akan berfungsi sebagai penguatan positif, yang akan memotivasi Anda untuk memecahkan rekor baru dan mencapai tonggak baru”, ungkap Annakindt.

Kesembilan, Bereksperimenlah dengan Jumlah Sesi dan Waktu yang Berbeda

Tidak masalah Anda menulis dalam berapa sesi setiap harinya. Namun dengan bereksperimen, Anda akan dapat mengetahui jumlah satuan waktu yang memungkinkan bagi Anda untuk menulis secara optimal” –Cahyadi Takariawan

Kemampuan setiap penulis berbeda-beda. Cobalah Anda menulis dalam jumlah sesi yang berbeda pada beberapa hari. Sampai Anda menemukan, berapa sesi Anda mampu menulis dengan optimal.

Beberapa dari Anda mungkin menemukan bahwa Anda dapat menulis dengan optimal selama 5 sesi 8 menit, tanpa jeda. Sebagian yang lain mungkin mampu menulis 10 sesi 8 menit dengan tiga kali jeda. Untuk para pemula, mungkin hanya mampu menulis dalam satu sesi tunggal 8 menit.

“Tidak masalah Anda menulis dalam berapa sesi setiap harinya. Namun dengan bereksperimen, Anda akan dapat mengetahui jumlah satuan waktu yang memungkinkan bagi Anda untuk menulis secara optimal” –Cahyadi Takariawan

Termasuk dalam melihat waktu, apakah Anda merasa optimal menulis sesi pagi, sore, atau malam; atau bahkan gabungan dari ketiganya. Anda perlu merasakan menulis sesi pagi, di kesempatan lain menulislah sesi siang, coba pula sesi sore dan sesi malam. Anda akan bisa merasakan di waktu kapan Anda merasakan paling nyaman dan paling optimal.

Bahan Bacaan

Monica Leonelle, How an 8-Minute Writing Habit Could Help You Write Your Book This Year, https://writingcooperative.com, 12 Januari 2020

Nissa Annakindt, Back to The 8-Minute Writing Plan, https://myantimatterlife.wordpress.com, 18 Juni 2019

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *