.
Oleh: Cahyadi Takariawan
.
Jangan sembunyi
Kumohon padamu, jangan sembunyi
Sembunyi dari apa yang terjadi
Tak seharusnya hatimu kau kunci
.
Bertanya, cobalah bertanya pada semua
Di sini kucoba untuk bertahan
Ungkapkan semua yang kurasakan
.
Kau acuhkan aku
Kau diamkan aku
Kau tinggalkan aku
.
Lumpuhkanlah ingatanku
Hapuskan tentang dia
Kuingin kulupakannya
****
Lagu berjudul “Lumpuhkanlah Ingatanku” yang dinyanyikan grup Geisha (2013) di atas sangat populer di zamannya. Saya tidak bisa menyanyi. Namun, lirik lagu tersebut cukup mengganggu pelajaran Bahasa Indonesia.
Ada penggunaan kata yang tidak tepat, yaitu “acuh”–pada frasa “kau acuhkan aku”. Apakah makna kata acuh menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)? Mari kita tengok sejenak KBBI daring, biar mudah menemukannya.
Menurut KBBI, acuh artinya peduli; mengindahkan. Kata diacuhkan artinya diperhatikan atau diindahkan. Kata mengacuhkan artinya memperhatikan atau mengindahkan. Dengan demikian, “kau acuhkan aku” berarti kaupedulikan aku, atau kauindahkan aku. Sama juga dengan kauperhatikan aku.
Padahal jika kita simak lagu Geisha yang mendayu itu, maksudnya adalah: kau sudah tidak peduli aku lagi, kau sudah tidak perhatikan aku lagi, kaudiamkan aku dan bahkan kautinggalkan aku. Begitu, ‘kan?
.
Kau acuhkan aku
Kau diamkan aku
Kau tinggalkan aku
.
Barangkali, kosakata yang tepat untuk menggambarkan maksud itu adalah “abai”. Jika kita tengok KBBI, kata “abai” artinya: tidak memedulikan (tidak mengerjakan baik-baik, tidak mementingkan, dan sebagainya). Perhatikan perubahan bait-bait berikut ini:
.
Kau abaikan aku
Kau diamkan aku
Kau tinggalkan aku
.
Dengan menggunakan kata “abai”, lebih bisa menjelaskan konteks lagu sendu tersebut. Seseorang yang merasa sudah tidak lagi diperhatikan, tidak lagi diajak bicara, tidak lagi bersama si dia–itulah makna diabaikan. Bukan diacuhkan.
Rupanya kita sering salah menggunakan kata “mengacuhkan”. Banyak yang mengira bahwa mengacuhkan artinya tidak peduli. Padahal kata “mengacuhkan” adalah sinonim dari “menghiraukan”, yang artinya memedulikan dan mengindahkan.
Perhatikan contoh kalimat berikut ini
- Banyak orang zaman sekarang yang mengacuhkan kebersihan lingkungan. Itu sebabnya lingkungan menjadi bersih dan rapi, elok dipandang mata.
- Masih banyak orang zaman yang tidak mengacuhkan kebersihan lingkungan. Itu sebabnya lingkungan menjadi kotor dan berantakan, tidak elok dipandang mata.
Mana yang benar dari dua kalimat tersebut? Ya, benar keduanya. Sesuai konteks kalimatnya.
Ayuk terus belajar. Semoga makin pintar.
Bahan Bacaan
KBBI Daring, https://kbbi.kemdikbud.go.id, diakses 5 Desember 2021

Kosakata sangat penting dalam kepenulisan, agar tidak salah mengartikan. Syukran katsira ustaz Cahyadi Takarian atas semua ilmu kepenulisan.