.
Oleh: Ratna Zaidah (alumni Kelas Buku Single Batch 5, Kelas Antologi Batch 17 dan Kelas Menulis Online Nonfiksi Batch 21 Alineaku)
“Disiplin adalah salah satu cara dalam pembiasaan menulis. Quote yang saya tanamkan dalam diri adalah “menulis melatih pola hidup disiplin” –Ratna Zaidah, 2022.
.
Menulis merupakan sebuah aktivitas dalam menuangkan ide, gagasan serta pendapat dari seorang penulis menggunakan simbol, lambang, angka dan huruf. Di antara tujuan menulis adalah menciptakan catatan dokumen atau sejarah serta memberikan informasi kepada pembaca.
Ada beberapa pengalaman pribadi saya tentang dunia kepenulisan hingga bisa menghasilkan buku solo. Di antara hal penting bagi saya adalah membudayakan disiplin menulis, mengikuti program menulis baik secara luar jaringan (luring) maupun dalam jaringan (daring), serta mengikuti kelas menulis dengan disiplin secara terus menerus dan berkelanjutan.
Disiplin adalah salah satu cara dalam pembiasaan menulis. Quote yang saya tanamkan dalam diri adalah “menulis melatih pola hidup disiplin”. Mengapa harus disiplin? Ketika membuat menulis itu menjadi suatu kewajiban, maka kita akan membuat jadwal. Mengikuti jadwal yang sudah diprogramkan adalah dengan melaksanakannya sebaik-baiknya.
Manfaat Mengikuti Kelas Menulis
“Setelah mengikuti kelas tersebut, saya mulai disiplin dalam menulis sehingga mulai menghasilkan beberapa artikel sederhana” –Ratna Zaidah, 2022.
Pengalaman lainnya sehingga menulis menjadi sebuah kebiasaan hidup saya adalah dengan mengikuti program kelas menulis. Awalnya kegiatan ini merupakan sebuah keisengan setelah melihat iklan di facebook. Iseng–iseng penulis mencoba menghubungi admin tersebut.
Awalnya sempat ragu jika ini hanya iklan fiktif. Setelah mendapatkan beberapa penjelasan dan membaca testimoni para alumni, akhirnya saya mendaftar di kelas tersebut. Kelas yang saya ikuti adalah Kelas Menulis Online (KMO). Setelah mengikuti kelas tersebut, saya mulai disiplin dalam menulis sehingga mulai menghasilkan beberapa artikel sederhana.
Artikel yang penulis tulis merupakan implementasi dari profesi yang penulis tekuni. Beberapa artikel tersebut telah diposting di beberapa situs sekolah, media online, serta dibukukan dalam bentuk prosiding.
Dengan mengikuti kelas menulis, apakah secara tatap muka yang disebut juga luar jaringan (luring) maupun secara dalam jaringan (daring) maka kegiatan menulis pun akan terjadwal. Biasanya di dalam kelas menulis akan diberikan jadwal serta tugas–tugas yang diberi jadwal untuk pengumpulannya.
Mau tidak mau, suka tidak suka, jika kita sudah menjadikan menulis menjadi sebuah kewajiban, maka kita akan mengikuti aturan tersebut. Jika pun halangan, gangguan serta rintangan yang menghadang akan ditepis karena disiplin yang kuat dari diri kita.
Sama halnya dengan jadwal tugas seperti jadwal mengajar, jadwal kunjungan ke dokter, jadwal mengantar jemput anak. Pasti semuanya harus dilaksanakan karena sudah terjadwal. Tugas–tugas yang diberikan akan menjadi tantangan tersendiri. Penulis selalu berusaha menyelesaikannya tepat waktu sebagaimana jadwal yang telah diberikan.
Ciptakan Keabadian Lewat Tulisan
“Ciptakan jejak catatan dengan menulis. Kita akan mati, tetapi karya kita akan terus hidup abadi” –Ratna Zaidah, 2022.
Pengalaman menulis selanjutnya adalah secara aktif kembali mengikuti kelas lanjutan. Sama halnya seperti menempuh pendidikan, kita meneruskan pendidikan sampai jenjang yang kita inginkan.
Di dalam kelas lanjutan, penulis berhasil memublikasi beberapa karya tulis ilmiah. Karya tulis ilmiah tersebut merupakan pengalaman terbaik atau Best Practice dari profesi saya. Karya ilmiah ini merupakan kumpulan artikel yang sudah saya himpun dari tulisan–tulisan sebelumnya.
Terakhir sebagaimana Lawrence Clark Powell (1906 – 2001) mengatakan “Menulislah agar dipahami, berbicaralah agar didengar, dan membacalah agar menjadi besar”. Ciptakan jejak catatan dengan menulis. Kita akan mati, tetapi karya kita akan terus hidup abadi.
.
Ratna Zaidah, S. Ag, M. Ed lahir di Banda Aceh, 9 Oktober 1970. Menempuh pendidikan di IAIN Ar-Raniry Darussalam Banda Aceh (1995); serta George Mason University (GMU), Virginia, USA, jurusan Curriculum and Instruction (2002).
