19 September 2026

Oleh : Ayu Muliyati

Sungguh hari kemarin telah berlalu, hari esok masih rahasia maka hari ini adalah kesempatan untuk memulai. Maka, mulailah untuk menulis.” (Ayu Muliyati)

Kebiasaan membaca sejak kecil sudah tertanam di diri saya karena mama selalu mengajari anak-anaknya untuk selalu membaca. Ada banyak buku dan majalah di rumah, karena buku adalah jendela dunia. Buku juga mengantar kami mengetahui berbagai hal.

Ada yang menggelikan jika mengingat koleksi buku atau majalah, terutama buku resep kue dan makanan. Bapak dulu berkata, “Ini buku resep kok dibeli terus, kapan resepnya dipraktikkan? toh menu setiap hari tetap sama saja, tidak ada sajian seperti foto di majalah atau tabloid menu itu,” kami pun menjawab dengan senyuman.

Pengalaman Mengikuti Kelas Menulis

Saya merasakan motivasi menulis paling kuat setelah membaca kisah sesorang yang hanya memiliki satu jari, tetapi telah menulis hingga melahirkan 4 buku. Bagaimana dengan saya yang diberikan kesempurnaan oleh Allah Swt., secara fisik?

Sejak saat itu, saya pun mengikuti kelas menulis online sejak awal Pandemi, 2020. Informasi kelas menulis online tanpa sengaja saya temukan ketika membaca media sosial dan melihat promosi tentang kelas menulis “Jejak Cinta Ananda”.

Tanpa pikir panjang saya mendaftar kelas menulis. Alhamdulillah suami pun mendukung sekali, selama kegiatan itu tidak mengganggu kegiatan kantor dan rumah.

Profesi yang dijalani setiap orang yang ikut kelas menulis “Jejak Cinta Ananda” dan “Emak Punya Karya” beraneka ragam.  Ada yang berprofesi ibu rumah tangga, pengusaha, ASN, mahasiswa, pengajar.

Di kelas menulis online, kami memperoleh berbagai ilmu tentang kepenulisan dari para mentor, Pak Cahyadi Takariawan dan Bu Ida Nur Laila. Kami yang mengikuti kelas tersebut diajari tentang bagaimana berkomitmen untuk menulis, menyisihkan waktu, hingga akhirnya menghasilkan karya berupa buku.

Ketika launching buku dihadiri oleh teman-teman dan mereka banyak yang bertanya kapan memiliki waktu untuk menulis? Sejujurnya dengan berbagai kesibukan kantor dan di rumah sepertinya berat.

Proses Membuat Buku Solo

Ketika mengikuti kelas “Emak Punya Karya”, semua peserta wajib berkomitmen untuk menyelesaikan tulisan. Dalam komitmen tersebut ditetapkan tempat menulis, waktu untuk menulis dan kapan tulisan selesai.

Berikut komitmen aksi yang saya buat dalam kelas “Emak Punya Karya”

Komitmen Aksi

Bismillahirrahmaanirrahiim
Saya akan mulai menulis bahan buku saya, dengan tema Qonaah dalam Kehidupan, mulai hari Senin  8 Februari 2021, sampai dengan hari Senin 1 Maret 2021.
Semoga Allah meridai dan membimbing langkah ini. Aamiin.
Mataram, 8 Februari 2021

Ttd
Ayu Muliyati

Sejak komitmen aksi disetujui, saya mulai menulis bagian demi bagian di sebuah buku tulis, setelah itu menyalinnya dengan mengetik. Aqila, putri saya adalah orang pertama yang bersemangat membantu mengetik dan mengedit, karena buku itu bercerita tentang kisahnya.

Dukungan keluarga merupakan kemudahan dalam menulis, bagaimana tidak? ketika malam mulai beranjak, ibunya masih sibuk dengan target menulis. Ketika mata dengan tangan terkadang sudah tidak terkoneksi, lelah seharian membuat kantuk sudah tak tertahan. Ketika tangan dan pikiran ingin mengejar target komitmen dalam menulis. Aqila terus menyemangati.

Jika sekali melalaikan menulis, akan berat untuk memulai kembali. Walaupun setiap hari hanya sedikit yang saya tulis, tetapi  dengan terus menerus menulis akan mengantarkan konsistensi dalam menulis.

Untuk teman-teman yang akan menulis, bersegeralah karena menulis membutuhkan komitmen yang terpatri dalam diri. Sungguh hari kemarin telah berlalu, hari esok masih rahasia maka hari ini adalah kesempatan untuk memulai. Seberapapun panjang atau pendeknya tulisan, mulailah segera untuk menulis.

Tentang Penulis

Ayu Muliyati, SE, MM, Lahir di Ampenan, 29 Agustus 1981, anak kedua dari 6 bersaudara, bekerja sebagai ASN sejak 2005, saat ini diamanahi sebagai Kepala Sub Bidang Evaluasi APBD Kabupaten/Kota Wilayah I pada BPKAD Provinsi NTB. Menamatkan pendidikan Strata 1 Jurusan Sayantansi Tahun 2004 dan Strata 2 Magister Manajemen Tahun 2010 di Universitas Mataram.

Ibu dari 1 orang putri, mempunyai hobi membaca. Pengalaman pertama menulis dalam Buku Antologi Cerpen Berjuta Kisah Untukmu Ibu “Kisah Kasih di Masa Pandemi” terbit Januari 2021 dan Buku solo “Bahagia Menemani Aqila” terbit Juni 2021 dan Buku Antologi Cinta dan Korona, Jejak Perjuangan di Era Pandemi terbit November 2021. Bertempat tinggal di BTN Pagutan Permai, Kota Mataram.

1 thought on “Pengalaman Mengikuti Kelas Menulis

  1. Menulis memang asyiik, tetapi sering saya lewatkan/ abaikan. Menulis memerlukan konsisten diri/ kedisiplinan. Tanpa itu tak akan jadi-jadi. Terima kasih mak Ayu Mulyati,sudah mengingatkan agar saya berusaha menulis kembali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *