19 September 2026

.

Oleh : Cahyadi Takariawan

.

Kita sangat sering menjumpai kalimat yang salah secara penulisan. Bahkan kalimat tersebut dipajang dalam poster besar maupun baliho. Perhatikan kalimat berikut ini, yang sering kita lihat di pinggir jalan.

  • Di Jual Rumah dan Tanah
  • Rumah ini Di Kontrakan
  • Sepeda Motor Harap Di Kunci
  • Barang Hilang Diluar Tanggung Jawab Kami
  • SMA Duta, Status Di Samakan

Apakah yang salah dari penulisan beberapa contoh kalimat di atas? Salah satunya adalah cara penulisan kata di. Banyak masyarakat rancu menulis kata di, apakah dipisah atau disambung?

Mengenal Preposisi

Apakah yang dimaksud dengan kata depan atau preposisi? Menurut KBBI Daring, kata depan atau preposisi adalah kata yang biasa terdapat di depan nomina, misalnya dari, dengan, di, dan ke.

Sedangkan yang disebut nomina adalah kelas kata yang dalam bahasa Indonesia ditandai oleh tidak dapatnya bergabung dengan kata tidak. Misalnya rumah adalah nomina karena tidak mungkin dikatakan tidak rumah, biasanya dapat berfungsi sebagai subjek atau objek dari klausa

Ada beberapa jenis preposisi. Di antaranya adalah sebagai berikut:

  1. Preposisi yang menandai tempat, misalnya di, ke, dari.
  2. Preposisi yang menandai waktu, misalnya hingga, hampir.
  3. Preposisi yang menandai arah tujuan, mislnya ke, kepada, akan, dan terhadap.
  4. Preposisi yang menandai pelaku, yaitu; oleh.

Cara Penulisan Preposisi

PUEBI daring menyatakan, kata depan, seperti di, ke, dan dari, ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya.

Misalnya:

  • Di mana dia sekarang?
  • Kain itu disimpan di dalam lemari.
  • Dia ikut terjun ke tengah kancah perjuangan.
  • Mari kita berangkat ke kantor.
  • Saya pergi ke sana mencarinya.
  • Ia berasal dari Pulau Penyengat.
  • Cincin itu terbuat dari emas.

Banyak kesalahan terjadi dalam penulisan kata depan ini. Kata depan di sering disambung dengan kata setelahnya, misalnya dimana, disana, disini, ditempat, dibawah, diatas, ditengah, kemana, kesana, kesini, keatas, kebawah. Seharusnya ditulis di mana, di sana, di sini, di tempat, di bawah, di atas, di tengah, ke mana, ke sana, ke sini, ke atas, ke bawah.

Pada contoh beberapa kalimat di atas, kita bisa mengetahui letak kesalahan yang terjadi. Banyak kalangan masyarakat rancu antara di sebagai kata depan, dengan di sebagai imbuhan (awalan).

  • Di Jual Rumah dan Tanah, seharusnya : Dijual rumah dan tanah.
  • Rumah ini Di Kontrakan, seharusnya : Rumah ini dikontrakkan
  • Sepeda Motor Harap Di Kunci, seharusnya : Sepeda motor harap dikunci.
  • Barang Hilang Diluar Tanggung Jawab Kami, seharusnya : Barang hilang di luar tanggung jawab kami.
  • SMA Duta, Status Di Samakan, seharusnya : SMA Duta, status disamakan.

Pengecualian

Sedikit perkecualian untuk konteks ini, di antaranya adalah kata keluar. Jika keluar adalah lawan kata dari masuk, maka ditulis dengan bersambung, yaitu keluar. Namun jika menjadi lawan kata “ke dalam”, penulisan harus dipisah, yaitu “ke luar”. Perhatikan contoh dua kalimat berikut.

  • Di sini pintu masuk, sedangkan di sana pintu keluar.
  • Gagang pintu diputar ke dalam, setelah itu pintu didorong ke luar.

Mari belajar menulis dengan benar, sesuai standar Pedoman Umum Bahasa Indonesia (PUEBI) dan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

Bahan Bacaan

KBBI Daring, https://kbbi.kemdikbud.go.id/

PUEBI Daring, https://puebi.readthedocs.io/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *